
Desta mengajak Guntur pergi ke mesin ATM, untuk melihat berapa jumlah uang yang ada didalam rekening yang diberikan Kakeknya. Guntur juga ikut penasaran.
Desta membantu Guntur mengeceknya. Kedua orang itu tampak terbelalak saat melihat jumlah uang yang ada di dalam kartu ATM yang diberikan Kakek. Angka satu dengan delapan nol dibelakangnya. Jumlah yang sangat besar untuk orang seperti mereka yang tidak pernah melihat uang sebesar itu.
"Kita kaya, Guntur. Aku tidak menyangka, kakekmu akan seroyal itu padamu. Hanya minta uang untuk membeli pakaian, tetapi di beri uang sebanyak itu," ucap Desta dengan hati senang.
"Iya, aku juga tidak menyangka, kakek akan memberikan uang sebanyak itu," kata Guntur tersenyum senang.
"Sekarang kita bisa makan enak dan membeli pakaian sesuka kita. Ayo sekarang kita pergi ke Mall dan belanja sesuka kita," ajak Desta.
Guntur dan Desta pergi ke Mall dan memulai petualangan belanja. Mereka menikmati apa yang ada ditangan mereka saat ini. Membeli pakaian yang harganya cukup mahal dan membeli barang-barang Lainnya. Setelah puas berbelanja, mereka menuju ke restoran yang cukup mewah dengan harga makanan yang cukup mahal.
Begitulah mereka berdua menikmati uang pemberian dari kakek. Mereka yakin ini baru awalnya saja, pasti nanti akan ada lebih banyak lagi uang yang akan mereka terima.
"Guntur, kamu benar-benar beruntung. Jika nanti kamu diberi pekerjaan oleh kakekmu, jangan lupa padaku. Aku juga butuh pekerjaan. Aku ingin merasakan menjadi orang kantoran," kata Desta mengingatkan Guntur.
"Tenang saja, kamu adalah temanku satu-satunya disini. Saat aku sukses, kamu juga akan aku ajak sukses bersama," kata Guntur.
"Oke, aku senang mendengarnya."
Guntur dan Desta menikmati makanan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Tampak kegembiraan terpancar dari wajah keduanya.
***
Hari Senin telah tiba. Guntur datang dengan memakai pakaian yang sangat rapi. Dia tampak tampan dengan balutan jas berwarna biru tua. Gaya rambut belah pinggir dan disisir rapi membuatnya semakin mendekati gaya seorang bos.
Di acara pertemuan pertama dengan para pemegang saham, Kakek memperkenalkan Guntur sebagai salah satu ahli waris bisnis keluarga Sugara. Yang juga akan memegang dan mengelola salah satu restoran milik keluarga Sugara.
Mereka saling berbisik dan menyebut Guntur hanyalah anak diluar nikah. Seharusnya tidak berhak ditonjolkan oleh pak Edward. Tetapi, mereka terdiam ketika Kakek Edward sudah menetapkan bahwa meskipun Guntur hanyalah anak diluar nikah, tetapi darah yang mengalir ditubuhnya adalah darah dari anaknya Samuel.
__ADS_1
Kakek akan tetap memberikan hak yang sama pada Nathan dan Guntur. Nathan menyadari, jika semua yang Kakek lakukan adalah untuk menebus rasa bersalahnya selama ini. Nathan hanya bisa menghela nafas menyaksikan semua itu. Kakek sudah berusaha begitu keras untuk bisa menebus rasa bersalahnya. Semoga Kakek akan bisa tidur dengan nyenyak setelah ini.
Kakek menempatkan Guntur sebagai manajer di restoran 'Magic resto' yang menyediakan berbagai macam makanan dari luar negeri. Menempati ruang kantor yang sangat bagus membuatnya sangat tersanjung.
"Kakek, terimakasih Kakek. Tetapi bolehkah aku mengajak temanku Desta untuk membantuku mengelola restoran ini?" tanya Guntur kemudian.
"Baiklah, semua terserah kamu saja. Kamu sekarang manajer disini, kamu berhak memutuskan apapun asalkan demi kemajuan restoran ini," kata Kakek.
"Terimakasih, Kakek."
Guntur akhirnya memberitahu Desta untuk datang ke kantornya besok. Dia akan diangkat menjadi asisten Guntur. Saat mendengar berita itu, Desta sangat bahagia, lebih bahagia lagi karena keinginannya untuk menghancurkan Nathan semakin dekat.
Desta menemui Lilis untuk memperingatkan Lilis tentang rencananya. Saat Nathan pergi bekerja, Desta datang ke rumah Lilis.
Lilis membuka pintu dan melihat Desta tersenyum dihadapannya. Lilis sebenarnya ingin mengusir Desta, namun mengingat saat ini dia sedang hamil, Lilis tidak ingin kehamilannya terpengaruh karena emosi.
"Masuklah, tapi aku tidak ingin kamu berlama-lama disini," jawab Lilis sambil memberi jalan Desta masuk.
"Kamu sendirian?" tanya Desta melihat ke sekelilingnya.
"Ada ibu dan Naina. Mereka ada di dapur," jawab Lilis agak cemas dengan pertanyaan Desta.
"Aku pikir kamu sendirian dirumah. Aku bisa menemanimu hingga suamimu pulang," kata Desta sambil tersenyum licik.
"Tidak perlu. Sekalipun aku sendirian, aku lebih senang sendiri daripada kamu temani," jawab Lilis ingin muntah rasanya mendengar perkataan Desta.
"Kamu memang benar-benar telah berubah. Aku lebih suka Lilis yang dulu, yang selalu menungguku, mengharap perhatianku dan meminta uang padaku. Aku sama sekali tidak tertarik dengan Lilis yang sekarang. Terlalu mandiri dan bersikap seenaknya," kata Desta.
"Lilis yang dulu memang bodoh, dan aku tahu kamu suka gadis yang bodoh, karena pasti bisa kamu perlakukan seenaknya. Aku tidak akan menjadi Lilis yang dulu, karena aku lebih senang, kamu tidak menyukaiku," kata Lilis tajam.
__ADS_1
"Kamu sekarang bisa berbicara kejam. Aku kesini ingin mengatakan sesuatu. Sekarang, aku sudah bekerja. Bukankah aku sangat cocok menjadi suami dan ayah Naina? Aku hanya ingin memperingatkan kamu, tinggalkan Nathan, dan aku tidak akan mengganggu kalian lagi."
"Mana mungkin aku meninggalkan mas Nathan, sekarang aku sedang mengandung anaknya," kata Lilis sambil mengelus perutnya.
"Kamu hamil?" tanya Desta kaget. "Baik, semua mungkin sudah takdir. Ingat Lilis, semoga kamu tidak akan menyesali pilihanmu," ancam Desta.
Desta lalu berdiri dan langsung pergi. Harapannya untuk kembali dengan Lilis kali ini telah benar-benar hancur. Lilis sudah hamil anak Nathan, tidak mungkin Lilis akan meninggalkan Nathan begitu saja. Tapi nanti saat Nathan bukan siapa-siapa, Lilis pasti akan menyesalinya.
Lilis hanya bisa menatap kepergian Desta dengan penuh tanda tanya. Kehamilannya ternyata telah membuat Desta berhenti mengganggunya. Mungkin itu lebih baik daripada dia terus datang dan datang lagi.
"Ibu."
Suara Naina mengejutkan Lilis. Naina datang bersama ibu mendekati Lilis yang tersenyum melihat kehadiran kedua orang yang sangat berarti di dalam hidupnya. Naina duduk di samping Lilis dan ibu Siti duduk di depannya.
"Aku dengar tadi, ada suara Desta. Atau ibu yang salah dengar?" tanya Bu Siti.
"Tidak salah, ibu. Mas Desta tadi datang. Cuma mau pamer, dia sudah bekerja sekarang. Percuma pamer sekarang, dulu kemana saja?" kata Lilis
"Sudah, jangan dipikirkan. Kasihan anak dalam kandungan kamu jika kamu emosi," kata sang ibu.
"Iya Bu. Lagian, sekarang antara aku dan dia sudah tidak ada hubungan. Lilis tidak mau pusing mikirin dia. Lebih baik, mikirin hari ini mau makan apa?" kata Lilis sambil tersenyum.
"Makan diluar saja, ibu," kata Naina sambil memegang tangan ibunya.
"Mau makan apa, makan diluar?" tanya Lilis
"Ayam bakar, ayam goreng," kata Naina menirukan Ipin Upin.
Lilis dan ibu Siti tertawa mendengar perkataan Naina.
__ADS_1