Dicerai Karena Miskin

Dicerai Karena Miskin
Bab 62. siasat Desta


__ADS_3

Kehidupan Nathan dan Lilis berjalan damai dan bahagia. Impian Lilis memiliki keluarga yang bahagia telah terkabul. Memiliki suami yang setia dan bertanggungjawab. Naina memiliki ayah yang lebih menyayanginya daripada ayah kandungnya. Ibunya hidup tenang dan damai karena Lilis sudah bahagia.


Ditambah lagi sekarang Lilis tengah mengandung buah cinta dengan sang suami. Walaupun terkadang ada sedikit kesalahpahaman, akan tetapi tidak akan berlangsung lama. Mereka akan kembali berdamai dengan saling memahami kekurangan masing-masing dan bukan mencari siapa yang salah.


Karena jika setiap masalah harus mencari siapa yang salah, maka akan ada kesenjangan dan jarak antara suami dan istri. Lebih baik saling merasa bersalah, daripada saling menyalahkan.


Hidup Lilis dan Nathan tidak seindah hidup Desta. Desta masih sibuk memikirkan cara untuk mendekati Sita. Dia berusaha main belakang dengan menemui Sita tanpa sepengetahuan Guntur.


Desta menemui Sita di tempat biasa Sita berkumpul dengan teman-temannya di sebuah cafe. Desta berpura-pura tidak tahu jika Sita biasa ke tempat itu. Saat Sita baru tiba, Desta berpura-pura dari kamar mandi dan berpapasan dengannya.


"Hai, Sita. Masih ingat aku? Kita ketemu di restoran keluarga Sugara," kata Desta sambil. menatap Sita.


"Oh, mas Desta ya? Maaf, Sita suka lupa kalau cuma satu kali ketemu," jawab Sita sambil mengangguk pelan.


"Kalau begitu kita mesti sering ketemu, biar nggak lupa," jawab Desta sambil tertawa pelan. "Boleh kita bicara sebentar?"


"Apakah ada yang penting?" tanya Sita.


"Ini tentang Guntur," jawab Desta sambil melihat reaksi Sita.


"Baiklah. Mejamu dimana?"


Desta menunjuk kearah meja dipojok cafe yang dekat dengan jendela. Sita berjalan menuju meja yang ditunjuk Desta. Tanpa menunggu Desta mempersilahkan duduk, Sita sudah duduk duluan. Sita hanya penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Desta tentang Guntur. Desta bergegas duduk didepan Sita.


"Mau pesan minuman dulu?" tanya Desta.


"Tidak perlu. Langsung saja ke pokoknya," kata Sita datar.


"Baik. Aku tahu, kamu dan Guntur akan dijodohkan. Dan Guntur, menolak," kata Desta menunggu reaksi Sita.


"Sebenarnya, apa tujuanmu mengatakan ini semua. Ingin membuat aku malu?" tanya Sita kesal.


"Bukan, aku tidak ada maksud untuk membuatmu malu. Aku malah ingin mengatakan padamu, jika Guntur menyukaimu. Tetapi dia malu mengatakannya padamu," kata Desta lagi.


"Maksudmu? Dia sebenarnya menyukaiku?" tanya Sita penasaran.

__ADS_1


"Benar. Dia sendiri yang mengatakannya padaku. Kamu hanya perlu membuat dia mau jujur padamu tentang perasaannya."


"Tapi aku tidak tahu, bagaimana caranya untuk bisa membuat dia bisa bersikap jujur padaku," kata Sita sambil menghela nafas berat.


"Aku bisa membantumu. Jika kamu tidak keberatan," Desta menawarkan bantuan.


"Apa benar kamu bisa membantuku?"


"Tentu saja. Aku adalah temannya, aku tahu semuanya tentang dia."


"Lalu, apa yang harus aku lakukan?"


" Buat dia cemburu. Kita pacaran," kata Desta tersenyum senang.


"Apa, kita pacaran? Yang benar saja, aku tidak mencintaimu," kata Sita jelas.


"Jangan salah paham. Maksudku, kita hanya pura-pura pacaran didepan Guntur," kata Desta menjelaskan. Padahal didalam hatinya, itulah yang dia inginkan. Akan tetapi ternyata, Sita sudah jelas mengatakan jika dia tidak mencintai Desta.


"Aku akan memikirkannya dulu. Kalau tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, aku permisi dulu. Teman-temanku sudah menungguku," kata Sita menunggu jawaban Desta.


"Kalau begitu, aku permisi dulu. Selamat sore."


"Selamat sore," jawab Desta pelan.


Sita berdiri meninggalkan Desta yang agak kecewa dengan sikap Sita. Padahal Desta berharap, Sita akan langsung setuju dengan usulnya.


Sita kembali ke meja teman-temannya yang sedang berkumpul. Mereka tampak penasaran dengan hubungan Sita dan Desta.


"Siapa tuh, sore-sore gini udah nyamperin aja. Tapi kok kamu tinggalin sih, Ta," kata Mery menggoda Sita.


"Iya, Ta. Kasihan tu, cakep-cakep gitu kamu anggurin. Lihat dia terus menatap kesini," kata Meli menambahi godaan Sita.


"Kalian ini kenapa sih. Entah kenapa aku kurang suka sama dia. Untung dia itu temennya Mas Guntur," jawab Sita agak kesal.


"Oh, jadi temennya Mas Guntur. Hmm, apa kamu masih memikirkan dia. Sudahlah, Ta. Laki-laki bukan cuma dia di dunia ini," kata Meli.

__ADS_1


"Jangan gitu, Meli. Namanya orang jatuh cinta, nggak semudah itu bisa melupakannya. Aku juga pernah ngerasain jatuh cinta dan bertepuk sebelah tangan. Biarpun rasanya sakit, tetep sulit melepaskan," kata Mery.


"Maaf ya, untuk kalian berdua. Untungnya aku belum pernah ngerasain itu, dan aku maunya nanti kalau aku jatuh cinta lagi, dia juga cinta sama aku," kata Meli.


"Udah lama kita nggak kumpul bareng lagi kayak gini. Makanya, kamu ketinggalan cerita kita, Mel. Emang selama di luar negeri kamu nggak pernah jatuh cinta?" kata Sita menatap Meli penasaran.


"Mana bisa aku hidup nggak ada pasangan. Bahkan aku udah ganti sampai 3 kali," kata Meli sambil tertawa.


"Kayak minum obat saja, 3 kali sehari," kata Sita ikut tertawa.


"Lah, kalau obat rasanya pahit. Ini cinta, manisnya bikin ketagihan," sambung Mery juga ikut tertawa.


Mereka bertiga tertawa bersama, sedangkan Desta tampak semakin kesal. Desta memutuskan untuk kembali pergi. Desta menuju ke sebuah mobil mewah yang dipinjamnya dari Guntur. Dia selalu berpikir untuk bisa memiliki mobil dan rumah sendiri tanpa harus bekerja keras.


Akan tetapi semua itu sangat sulit dia peroleh. Bahkan sejak dia menceraikan Lilis dan memilih hidup dengan Maria, dia belum bisa mewujudkan mimpinya, karena Maria ternyata tidak sekaya yang dia kira. Uangnya juga cepat sekali habis.


Mungkin kali ini akan berbeda, karena Sita memiliki keluarga yang kaya dan uangnya juga pasti tidak akan habis dia pakai.


Mobilnya melaju di jalanan yang cukup ramai. Setelah perjalanan cukup jauh, dia menghentikan mobilnya disebuah restoran. Matanya tertuju pada sebuah pemandangan yang membuat dia bertambah kesal. Terpampang jelas dengan tulisan yang cukup besar, 'Restoran Muney'.


Apakah ini restoran milik Lilis, yang katanya sebagai hadiah pernikahan? Apakah Lilis sendiri yang mengelola tempat ini ataukah Nathan? batin Desta.


Semakin di lihat semakin membuat Desta penasaran. Desta memutuskan untuk melihat keadaan didalam restoran. Dia memarkir mobilnya didepan restoran. Dia masuk perlahan sambil memperhatikan kondisi sekelilingnya dengan seksama.


Restoran yang cukup mewah dan berkelas, batin Desta.


Desta duduk dan memanggil salah satu pelayan. Dia segera memesan nasi gandul yang sering dia temui ketika di kampung. Desta menunggu sambil memperhatikan kiri dan kanan. Matanya tertuju pada seseorang yang sangat dia kenal, Wendi. Dan di samping Wendi juga ada Sri, teman Lilis.


Tempat ini seolah menjadi tempat reuni. Kedua sahabat Lilis dikampung ada disini. Lilis benar-benar telah membawa mereka dan menjadikan mereka orang kaya.


Desta semakin kesal melihat mereka. Hari ini benar-benar hari yang mengesalkan bagi Desta.


Nasi Gandul


__ADS_1


__ADS_2