Dicerai Karena Miskin

Dicerai Karena Miskin
Bab 44. Kenangan


__ADS_3

Kakek Edward termenung sendirian di kamarnya. Dipandanginya foto keluarga kecilnya yang kini tersisa hanya dia dan Nathan. Di satu sisi, ada foto dirinya bersama sang istri. Di sisi lain, ada foto orangtua Nathan dan Nathan kecil. Matanya berkaca-kaca melihat si kecil Nathan. Foto yang diambil saat Nathan baru dilahirkan.


Flashback on.


Samuel adalah anak satu-satunya dari Kakek Edward Sugara. Samuel memiliki seorang kekasih tanpa sepengetahuan Kakek Edward. Seorang gadis cantik yang bekerja sebagai pelayan sebuah cafe yang sering didatangi Samuel Sugara. Waktu itu Samuel Sugara masih berstatus sebagai seorang mahasiswa semester 4.


Karena sering bertemu, lama kelamaan Sofia dan Samuel saling jatuh cinta. Samuel yang pertama menyatakan cinta dan cinta pun berbalas. Saat itu tidak pernah terpikirkan oleh Sofia, perbedaan status di antara keduanya. Mereka menjalani hari-hari dengan bahagia.


Pada suatu hari, Samuel telah lulus dari universitas dan harus bekerja membantu orang tua mengurus bisnis restoran yang dimiliki keluarganya. saat itu, Samuel berniat memperkenalkan Sofia kepada orang tuanya yaitu Kakek Edward dan Nenek Risma.


Awalnya orang tua Samuel menyetujui hubungan mereka. Tetapi setelah mereka bertemu dengan Sofia dan mengetahui bahwa Sofia hanya seorang gadis miskin yang bekerja di sebuah cafe, mereka menolak dengan halus tanpa sepengetahuan Samuel.


Kakek Edward menemui Sofia dan memberikan ceramah yang panjang, yang intinya hanya untuk membuat Sofia mundur. Kakek mengatakan bahwa keberadaan Sofia hanya akan membuat karya Samuel hancur.


Kakek Edward juga mengatakan bahwa Sofia tidak bisa mendukung karir Samuel. Karena yang dibutuhkan Samuel saat ini adalah wanita yang bisa mendukung usaha Samuel secara materiil.


Jika Sofia memang benar-benar mencintai Samuel, maka Sofia harus rela melepaskan Samuel. Di depan Sofia, Kakek mengeluarkan sebuah cek yang berisi uang sebesar 100 juta dan meminta Sofia untuk meninggalkan Samuel.


Demi masa depan Samuel, Sofia akhirnya memutuskan untuk pergi dari kota ini dan dari hidup Samuel. Sofia mengirimkan pesan pada Samuel, bahwa hari ini dia akan pergi jika Samuel tidak datang menemuinya. Namun hingga saat dia harus pergi, Samuel tidak juga datang. Walaupun di dalam hati, Sofia masih berharap bahwa Samuel akan menahannya pergi. Sayangnya Harapan itu pupus sudah.


Sofia pergi tanpa membawa cek pemberian kakek. Dia meninggalkan cek di atas mejanya bersama sebuah surat terakhir untuk Samuel. dengan hati yang sedih dan terluka Sofia pergi meninggalkan semua kenangan indah yang pernah dia miliki bersama Samuel.

__ADS_1


sementara itu, Samuel membaca pesan yang dikirimkan oleh Sofia. Samuel berniat untuk pergi menemui Sofia dan meminta penjelasan. Samuel bingung, apa yang sedang terjadi sehingga Sofia memutuskan untuk mengakhiri cinta di antara mereka lewat pesan saja. Bahkan dia harus pergi meninggalkan kota ini dan pamit hanya dengan pesan juga.


Akan tetapi ketika Samuel hendak pergi, sang ibu tiba-tiba jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Samuel memutuskan untuk mengantar ibunya ke rumah sakit dan menemaninya. Samuel berharap, Sofia hanya bergurau saja dengannya agar Samuel segera menemuinya. Karena memang setelah Samuel mengurus bisnis ayahnya, mereka jarang bertemu.


Penyakit ibunya semakin parah dan sebelum beliau meninggal, beliau meminta Samuel untuk menikah dengan gadis pilihan ibunya. Gadis itu bernama Ririn, putri salah satu sahabat ibunya. Gadis yang memang sudah dijodohkan dengan Samuel sejak kecil.


Ririn adalah gadis lulusan dari luar negeri yang bekerja sebagai seorang dokter ahli bedah jantung. Samuel tidak bisa menolak permintaan ibunya yang terakhir. Namun dia juga tidak bisa meninggalkan Sofia. Samuel sangat mencintai Sofia dan ingin menikahinya. Hati Samuel merasa dilema.


Selesai acara pemakaman Ibunya, Samuel ingin menemui Sofia dan berusaha menjelaskan tentang masalahnya saat ini. Berharap Sofia mengerti seandainya dia memilih menikah dengan gadis pilihan ibunya. Karena itu pesan terakhir dari ibunya.


Sampai di tempat kos Sofia, ternyata Sofia sudah tidak tinggal disana lagi. Dan cek beserta surat yang ditinggalkan Sofia diambil oleh ibu kosnya sesuai pesan Sofia. Jika dalam satu hari, Samuel tidak datang, maka cek dan surat itu akan disimpan oleh ibu kosnya dan diberikan pada Samuel saat datang mencarinya.


Samuel menerima cek dan surat terakhir Sofia. Matanya berkaca-kaca memandang kedua barang tersebut. Hatinya dipenuhi penyesalan yang dalam. Karena dia menganggap Sofia hanya bergurau saja saat itu. Dia teringat perkataan ibu kos Sofia, jika Sofia lama menunggu kedatangannya, sebelum akhirnya memutuskan pergi.


Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya. Samuel membuka surat dari Sofia yang hanya berisi beberapa baris kalimat saja.


"Samuel sayang, saat kamu membaca surat ini, aku pasti sudah pergi jauh. Hiduplah dengan bahagia meski tanpa aku. Maaf, aku telah memilih jalan ini untukmu. Demi masa depanmu.


Aku kembalikan cek pemberian ayahmu. Aku mencintaimu bukan karena uangmu. Aku pergi membawa cintamu bersamaku.


Jika kamu mencintaiku, jangan pernah cari aku.

__ADS_1


Dari yang selalu mencintaimu, Sofia...."


Samuel meneteskan airmata, setelah membaca surat dari Sofia. Samuel menyalahkan dirinya, karena tidak peka terhadap masalah yang sedang dihadapi Sofia. Pasti Sofia saat ini sangat sedih setelah menerima cek dari ayahnya. Cek yang akhirnya membuat Sofia pergi meninggalkannya untuk membuktikan cintanya.


Saat itu, Samuel seperti kehilangan arah setelah ditinggal oleh Sofia. Kakek Edward tidak mampu membuat Samuel kembali bangkit dan bekerja. Akhirnya, Kakek Edward berpura-pura sakit parah. Barulah Samuel bisa kembali mengurus usaha ayahnya, meskipun sikapnya berubah dingin.


Samuel akhirnya bersedia menerima keinginan terakhir ibunya dan menikah dengan Ririn.


Kehidupan pernikahan yang tanpa cinta, hanya sebatas menjalankan kewajiban sebagai suami istri. Itulah yang sedang mereka jalankan saat itu. Meski mereka tidak saling mencintai, namun rasa tanggungjawab dan rasa saling menghormati yang membuat pernikahan mereka bertahan.


Dua tahun kemudian, lahirlah Nathan kecil. Meski sang ayah, sangat dingin pada semua orang termasuk pada Ririn. Akan tetapi, Samuel sangat menyayangi Nathan. Dan semenjak ada Nathan, Samuel mulai bisa tersenyum meski tidak bisa sepenuh hati.


Sayangnya, hubungan Samuel dan Dokter Ririn masih tetap sama, dingin. Karena hingga akhir mereka mengalami kecelakaan 6 tahun lalu, cinta itu tidak bisa tumbuh di hati Samuel. Terbukti, tidak pernah terucapkan kata cinta diantara mereka. Yang terlihat hanya rasa tanggungjawab untuk tetap menjaga pernikahan mereka hingga akhir sesuai janji Samuel di hadapan ibunya sebelum meninggal.


Sekitar 6 tahun lalu, saat mereka pergi hendak menghadiri acara pembukaan restauran baru di kota Riau, mereka mengalami kecelakaan dan mereka dinyatakan meninggal dunia. Hingga akhir hayat, mereka tetap menjaga keutuhan pernikahan mereka tanpa melibatkan adanya pihak ketiga.


Kesedihan menyelimuti hati Kakek Edward yang hingga akhir tidak pernah melihat Samuel bahagia. Seperti itulah yang semua orang ketahui. Namun hanya Samuel yang tahu, apakah dalam hatinya kedudukan Sofia masih utuh ataukah bisa terganti dengan keberadaan Dokter Ririn.


Flashback off.


"Kakek...."

__ADS_1


Suara Nathan membuyarkan kenangan Kakek tentang putranya, Samuel.


__ADS_2