Dicerai Karena Miskin

Dicerai Karena Miskin
Bab 64. Rencana buruk Desta


__ADS_3

Setelah berpikir cukup lama, Sita akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Desta untuk berpura-pura pacaran didepan Guntur. Siang itu dia datang menemui, Desta di tempat kerjanya. Secara tidak sengaja, dia bertemu dengan Guntur yang hendak keluar untuk menemui Kakek.


"Hei Ta, mau cari siapa?" tanya Guntur penuh harap.


"Mau ketemu mas Desta, apa dia ada?" jawab Sita datar berusaha menyembunyikan perasaannya.


"Desta, kamu mencari Desta? Dia, ada. Silahkan, aku harus pergi dulu," kata Guntur kecewa. Jawaban Sita tidak sesuai keinginannya.


Guntur segera berlalu pergi meninggalkan Sita yang juga merasa kecewa dengan sikap Guntur yang acuh tak acuh padanya. Sita menunggu sampai Guntur tidak terlihat lagi, baru dia pergi keruangan Desta. Sita mengetuk pintu pelan.


"Masuk," kata Desta dari dalam ruangan.


Sita membuka pintu perlahan hingga terlihat Desta ada di depan sana, sedang menulis sesuatu.


"Sita, masuklah."


Desta tersenyum dalam hati. Akhirnya keinginannya mendekati Sita tercapai. Sita melangkah mendekati Desta lalu duduk didepannya.


"Apakah tawaran kamu masih berlaku?" tanya Sita.


"Tentu. Kapanpun kamu membutuhkan, aku akan selalu membantumu," jawab Desta.


"Terima kasih. Lalu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Sita.


"Mulailah berkencan denganku," Desta berhenti sesaat melihat reaksi Sita berubah. "Tunggu, meski kita pura-pura pacaran, kita juga harus pura-pura berkencan agar Guntur benar-benar yakin."


"Begitu. Baiklah, aku akan coba mengikuti saranmu. Tetapi, jika aku merasa kerjasama kita tidak berguna, aku tidak akan melanjutkan kerjasama ini," kata Sita sambil menghela nafas.


"Baik. Setuju. Mari berjabat tangan," kata Desta sambil mengulurkan tangannya.


Sita menjabat tangan Desta sebagai tanda kesepakatan kerjasama diantara mereka.


"Besok siang, kita akan pergi makan siang bersama. Jika memungkinkan, aku akan mengajak Guntur untuk ikut makan siang bersama kita. Sambil mengumumkan kalau kita sedang menjalin hubungan. Kita akan melihat apa reaksi dia, dengan begitu kita bisa menentukan langkah selanjutnya," kata Desta lagi.


"Baik, besok kamu tentukan saja, dimana kita akan makan siang," kata Sita.


"Kita belum tukeran nomor ponsel juga kita harus mencari mana panggilan sebagai pasangan. Menurutmu panggilan apa yang cocok?"

__ADS_1


"Terserah kamu saja. Kamu yang tentukan," jawab Sita seolah tidak peduli.


"Kita sama-sama panggil sayang saja, dan ini nomor ponselku. Kamu simpan dulu lalu miscall, supaya aku juga bisa menyimpan nomormu," kata Desta sambil menyerahkan selembar kertas berisi nomor ponsel Desta.


***


Esok siangnya, Desta memberikan alamat sebuah restoran kepada Sita. Mereka janjian akan makan siang ditempat itu. Sebelum pergi, Desta mengajak Guntur untuk makan bersama dengannya. Tetapi Desta tidak mengatakan pada Guntur bahwa mereka akan makan bertiga.


Guntur setuju dan segera berangkat bersama Desta untuk makan siang. Sampai di restoran, Sita sudah menunggu di meja yang sudah dipesan oleh Desta. Sita melambaikan tangannya agar Desta dan Guntur datang mendekat. Mereka pun duduk dalam satu meja.


"Sayang, sudah pesan makanan?" kata Desta mengagetkan Guntur.


Panggilan sayang untuk Sita dan Sita tampak tersenyum sepertinya dia tidak marah. Guntur tertegun dan merasa hatinya sangat kacau.


"Sudah, sayang," jawab Sita.


"Kamu memang pacarku yang paling baik dan pinter," kata Desta.


Guntur bagaikan tertampar petir, tubuhnya terasa panas karena menahan cemburu. Rupanya, mereka saling memanggil sayang.


"Kalian ...," kata Guntur berhenti.


"Kalian pacaran? Selamat, sebagai teman, aku senang melihat kalian bahagia," kata Guntur pelan.


"Terima kasih, Guntur. Ayo makan. Ini sayang, kamu harus makan yang banyak supaya sehat," kata Desta menunjukkan kemesraan di depan Guntur.


Guntur merasa tidak kuat melihat Sita bersama Desta. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi sebelum makannya selesai. Melihat reaksi Guntur yang sama sekali tidak marah atau cemburu, Sita berniat untuk mengakhiri kerjasama dengan Desta.


"Mas Desta, aku rasa ini tidak akan berhasil. Aku malah merasa, Mas Guntur semakin jauh dariku. Lebih baik kita akhiri saja semua ini,* kata Sita sedih.


"Kenapa kamu begitu pesimis. Kita baru mencobanya sekali, masih banyak kesempatan," kata Desta membujuk Sita.


"Tidak, aku ingin berhenti saja," kata Sita kembali.


"Tapi, bisakah kita menjadi teman? Aku akan menemanimu agar kamu tidak terlalu bersedih."


"Oke. Malam ini temani aku pergi ke karaoke. Aku ingin bernyanyi sepuasnya," ajak Sita.

__ADS_1


"Baik," kata Desta sambil tersenyum licik.


Desta sudah mulai merencanakan taktik selanjutnya untuk bisa bersama Sita.


Kamu tunggu saja, Sita. Kamu akan segera menjadi milikku, batin Desta.


Desta mengantar Sita pulang, dan dengan tidak sabar menunggu malam yang akan segera tiba.


***


Malam telah menunjukkan pukul 8, ketika Desta menjemput Sita dari rumahnya menuju ke sebuah karaoke. Mereka segera memesan sebuah ruangan untuk mereka berdua. Sita sama sekali tidak curiga pada Desta yang sudah sejak tadi berusaha mencari celah untuk melakukan aksinya.


Ketika seorang pelayan mengantarkan minuman untuk mereka, Desta menerimanya dan denah cekatan memasukan sebungkus obat perangsang ke dalam minuman Sita. Setelah itu, minuman itu diberikan pada Sita dan diminum hingga habis oleh Sita.


Awalnya Sita belum merasakan apapun, tetapi setelah beberapa, Sita merasakan tubuhnya ada yang aneh. Tubuhnya mulai terasa panas dan gerah. Dalam keadaan sadar, Sita tahu reaksi ditubuhnya karena obat. Sita menatap tajam Desta dengan tatapan marah. Siapa lagi yang bisa melakukan ini selain dia.


"Desta, apa yang kamu lakukan padaku? Kau telah memberiku obat kan?" tanya Sita kesal dengan gerakan tubuhnya yang tidak terkendali.


"Sita, aku melakukan ini karena terpaksa. Terimalah cintaku dan menikahlah denganku," kata Desta sambil berusaha memegang tubuh Sita.


Sita teringat akibat apa yang akan terjadi jika dia menuruti reaksi obat yang telah diminumnya. Mumpung reaksi obatnya belum merasuk sepenuhnya, Sita dengan kekuatan penuh berusaha menolak tangan Desta. Didorongnya Desta dan dia berusaha berlari keluar ruangan. Dia berlari sekuat tenaga tanpa menoleh kanan kiri.


Yang ada didalam pikiran Sita, hanyalah agar dia bisa jauh dari Desta dan dari niat buruknya. Ketika dia sampai diluar, dia bertemu dengan Guntur yang kebetulan sedang mengikuti Sita dan Desta. Guntur terkejut saat melihat Sita berlari dengan tubuh terhuyung-huyung seperti orang sedang mabuk.


"Sita ...."


Suara Guntur menghentikan langkah Sita. Sita menatap lelaki yang dicintainya itu dengan tatapan mesra. Entah kenapa, dia menjadi berani bertindak untuk mendekatinya. Dia segera memeluk tubuh Guntur tanpa malu.


"Bawa aku pergi dari sini," ucap Sita penuh gairah.


"Baik, aku akan mengantarmu pulang," kata Guntur pelan.


"Jangan, jangan bawa aku pulang. Bawa aku kemana saja asal tidak pulang. Aku tidak ingin keluargaku tahu aku seperti ini," kata Sita semakin erat memeluk Guntur.


"Apa yang terjadi?"


"Cepat bawa aku pergi. Desta akan menemukanku," kata Sita cemas.

__ADS_1


Mendengar perkataan Sita, Guntur segera memapah Sita kedalam mobilnya. Guntur heran melihat sikap Sita yang tidak seperti biasanya. Didalam mobil, Sita berusaha membuka bajunya sendiri. Guntur yang panik segera mengajaknya ke sebuah hotel.


__ADS_2