
mereka semua masih berkumpul di dalam
hanya Fauzan dan Wulan saja, yg berada di teras
mereka tak ingin menguping pembicaraan kedua keluarga itu.
sementara di dalam Deril terus saja mengumbar senyum nya,
dia bahagia sekali malam ini
mengetahui Naysilla lah gadis pilihan sang papa.
namun sang papa yg melihat putra nya tersenyum pun memiliki niat,
untuk menjahili putra kandung nya untuk kedua kalinya,,
sang papa pun sudah memiliki niat,
untuk membuat anak semata wayangnya kesal.
"hemm,,jadi gimana Man,????
"Rencana kita harus kah di teruskan,,???? tanya Wijaya.
"Gua sih terserah anak2 dan lu pastinya Jay,,
"iya kan Mah,,???
ucap Sang ayah yg diangguki dengan senyuman oleh ibunda Nay,
menurut kamu gimana Silla,???
"om sudah bilang keputusan kamu akan om hargai,,ucap sang om.
"aku setuju banget pah,
"kapan pernikahan di selenggarakan,,??? tanya Deril semangat.
Fauzan dan Wulan yg kembali masuk pun duduk di dekat mereka,
Fauzan menyenggol tangan sang sepupu,
"sabar kali, "ngebet banget lu boss, hahahaha... Fauzan menertawakan Deril.
"loh bukannya kamu mati-matian menolak di nikahkan dengan Silla,,????
"sekarang kmu malah semangat 45 begini, ucap sang Papa.
"Pah kmren aku nolak, "karena aku pengennya nikah sama Naysilla,
"begitu aku tau Naysilla dan Silla orang yg sama, tentu aku tidak akan nolak,
"ga bisa begitu mass,, "kamu sudah kalah,
"kamu juga sudah di tolak oleh Naysilla dan Ayahnya,
"baik Pah aku mengaku kalah,
"aku bersedia menikah dengan gadis pilihan Papa,
"aku tidak akan menolak lagi, ucap Deril.
"tidak,,sepertinya perjodohan ini tak bisa di lanjutkan,
"karena kita tau kalian tak saling mencintai,
"kamu juga sudah menolak Silla berkali-kali,
"papa sudah sangat kecewa sama kamu mass, ucap Wijaya
Ayah dan Mama Nay yg melihat adegan antara ayah dan anak hanya tersenyum.
ternyata sahabatnya itu,
__ADS_1
memang ingin menjahili putrnya habis2an..
"loh ko gitu sih Pah,????
"aku sudah mengaku kalah, dan aku juga sudah menerima perjodohan ini,, ucap Deril kesal.
"kalo seandainya gadis pilihan Papa itu bukan Silla,,
"apa kamu masih mau menerimanya,,???
"dari hati aku akan menjawab tidak,
"namun perjanjian kita tetap akan aku jalankan
"karna sesungguhnya hanya Naysilla gadis yg aku sayangi dan cintai Pah,ucap Deril seraya menunduk.
"bagus jika kamu masih bersikap seperti seorang pria,
"tapi maaf Nak Papa tidak akan melanjutkan perjodohan ini,
"Naysilla,Herman,,sepertinya perjodohan ini kita batalkan saja,
"kamu sudah mendengar kan apa yg anakku katakan,,??
"aku tidak ingin melihat Silla menderita nantinya ksrna di nikahi tanpa cinta,
"dia hanya mencintai Naysilla, bukan Silla,,???
"bagaimana menurut kamu Silla,,???
"seperti yg aku bilang om,
"jika salah satu di antara ada yg tidak setuju dan menentang keras,
"maka aku pun tidak bisa menikah dengan nya. ucap Nay.
semua yg ada di ruangan itu terkejut,
hanya pak Herman yg terlihat lebih santai dari yg lain.
dia hanya geleng2 kan kepala.
Pah,, jangan gitu pah, aku cuma sayang dan cinta sama Naysilla,
"aku engga perduli,dia Silla,Naysilla atau siapapun pah..
"aku cuma ingin nikah sama dia,ucap Deril seraya berjongkok di hadapan sang papa.
Naysilla terkejut dengan pengakuan Deril,
sang pria yg terlihat cuek, dingin dan kejam kini berlutut di hadapan sang papa,
"hadeuhh,,gimana ini Man,,???
"anak gua sudah mulai kaya gini, tanya sang papa yh berbicara pelan dengan Ayah Naysilla.
"lu harus tanggung jawab,,
"jgan sampai anak lu jadi gila karna lu ya,,
Deril menghampiri ayah Nay,
kemudian jongkok di hadapan ayah Nay,
"om izinkan saya bersama Naysilla om,
"saya ga bisa hidup tanpa Naysilla,
"saya janji akan bahagiakan Naysilla sampai maut memisahkan,, ucap Deril.
"Om hanya bisa merestui saja,
"keputusan nya om serahkan pada Naysilla,
__ADS_1
"apapun keputusan Naysilla om akan hargai itu. ucap Pak Herman,
"terimakasih bnyak om,,
Deril menghampiri Naysilla dan berjongkok di hadapan Nay,
membuat Nay sedikit Risih karena Deril rela merendahkan diri di hadapan nya.
"Nay,, kamu mau kan nikah sama aku,,
"jadi istri aku,,?? "jadi ibu dari anak2 aku,,?????
"mendampingi aku dan menua bersamaku,,??
Nay terdiam lalu melihat kearah sang om dan Sang Ayah,
kedua pria paruh baya itu mengutas senyum untuk Nay,
"hemm,,
"iyaaa aku mau menikah sama kamu,
"aku mau jadi ibu dari anak2 kamu,
"dan siap Menua bersama kamu,, ucap Nay seraya tersenyum,,
"alhamdulillah,,ucap Fauzan dan Wulan kompak,, mereka yg sedari tdi menyaksikan adegan itu pun terbawa suasana,
Deril tersenyum dan hendak memeluk Naysilla
"eettssss,,,, ga ada peluk2 yah belum muhrim faham,, ucap ayah Nay,
sang Papa pun memukul lengan sang putra.
"heyyy,, sabar mass, ada waktunya kalo mau peluk2 engga sopan kamu, ucap sang Papa.
"maaf Pah, Om Tante refleks saking bahagia dan seneng. ucap Deril malu
"tau nih udah ngebet banget kayanya pengen nikah hahahaha.... kawin.. kawin.. haahhahaha... Fauzan dengan puas meledek Deril.
"selamat ya kalian berdua,, kita ikut seneng,,
"Nay gua happy banget liat lu bahagia,, ucap Wulan.
aahhahahahaha... mereka semua pun tertawa bersama,
Deril mengeluarkan sebuah kotak,
dari saku celananya dan membuka kotak itu,
sebuah cincin berwarna putih melingkar indah,
Deril mengambil cincin itu dan memakaikan pada Naysilla,
cincin cantik itu pun sudah melingkar di jari manis Nay,
tanda dirinya telah di ikat oleh pria di hadapan nya,
yg terus menerus tersenyum,
Deril lalu mencium tangan orangtua Nay,
dan juga Papanya.
"masss kamu belum akad nikah,,
lamaran yg sesungguhnya pun belum,
kenapa harus sungkem gini sih,?? ucap sang papa bingung.
"latihan pah biar nanti engga grogi, hehe,, ucap Deril seraya menunduk malu.
"hahahaha.. kedua Pria paruh baya itu pun tertawa bersama.
__ADS_1