DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 87


__ADS_3

Mereka berlima masih betah berlama-lama duduk di belakang villa,


seraya melihat pemandangan sekitar,


hawa khas puncak yg begitu dingin membuat siapapun merasa kedinginan.


begitupun dgan mereka berlima,


mengeratkan jaket masing-masing untuk menghindari rasa dingin,


yg begitu menusuk di sore hari itu.


sebenarnya mereka ingin masuk kembali kedalam villa,


hanya saja mereka tau, Deril dan Shirin masih berada di dalam,


itu yang membuat mereka enggan untuk masuk.


Wulan pun yang curiga akhirnya bicara,


"mereka ngapain sih,,???


" lama banget kita udah kedinginan disini,


"ya udah kalian masuk aja, " GPP ko mereka mungkin udah selesai bicaranya, ucap Naysilla.


"iya, udara puncak ga baik buat kesehatan,


" mending kita masuk yuk, ajak Rey segera menarik Resti untuk bangun,


akhirnya mereka semua bangun,dan berjalan masuk kedalam villa,


sementara itu,


Deril yang sedang kesulitan melepas pelukan dari Shirin merasa kesal,


setelah berhasil melepas pelukan gadis itu,


Deril berusaha untuk berlalu,


namun gadis itu kembali memeluk Deril dari belakang,


bertepatan dengan datangnya Naysilla,


dan yg lain nya masuk kedalam,


mereka terkejut dan merasa canggung dengan pemandangan yg kini mereka lihat.


"sorry ganggu "


"kita cuma mau kembali,ke kamar masing-masing" untuk istirahat,,


ucap Rey yg dgan langkah seribu kemudian masuk kedalam kamar Resti.


begitupun dengan Wulan, Naysilla dan Fauzan yang mengikuti jejak Rey,


berlalu dengan langkah cepat.


dan mereka kini sudah berada di kamar masing-masing.


Deril yg geram karena sedari tadi Sirin tak melepaskan pelukannya,


akhirnya melepas dan menepis tangan wanita itu dgan kasar,


hingga sirin terdorong dan jatuh.


"maaf, aku terpaksa melakukan nya,"


hanya itulah kata-kata yang keluar dari mulut pria tampan itu,


dia pun berlalu, dan menaiki anak tangga masuk kembali ke kamarnya,dan mengunci pintu.


Shirin yg kesal pun berteriak,


dia tak akan pernah merelakan Deril dengan wanita manapun,


apalagi dengan Naysilla,


yg menurutnya jauh jika di bandingkan dengan nya.


Di kamar bawah Resti, Rey, Wulan dan Fauzan ternyata sedang menguping percakapan Deril dan Shirin


mereka tertegun ketika mendengar suara sepatu menaiki tangga,


sepertinya Deril telah meninggalkan gadis bule itu sendirian.


"mas,


"kayanya sudah engga ada" suara-suara orang berantem lagi, ucap Wulan


"iya kayanya gitu sayang,"


"apa jangan-jangan Deril udah pergi,,?? tanya Fauzan


" bisa jadi mas,


"lagian ngapain sih tuh bule gatel banget,


" peluk-peluk pak Deril segala,?

__ADS_1


"percuma cantik, tapi otaknya minus.


" haha.. "kamu nih kalo nyinyir orang paling pinter ya


" kayanya dia masih belum bisa move on dari Deril,


"kasian ya, " padahal dia cantik.


ucap Fauzan, yg perkataan nya membuat Wulan membulatkan matanya.


"oh jadi si bule itu cantik ya mas,,???


" kenapa engga kmu aja yang pacari dia,,?? ucap Wulan kesal.


"hehe" tapi kan lebih cantik kmu sayang,


"lagian mas ga suka cewe bule, "


"mas suka nya sama cewe lokal, kulitnya exsotis sawo matang kaya kmu gini,


" bilang aja aku item mas, " sok-sokan bilang kulit aku sawo matang.


"haha..."


" itulah daya tarik kmu,


"yg sukses bikin mas klepek-klepek sayang,


ucap Fauzan yg kini tangan nya sudah berpindah menyentuh pinggang Wulan,


dan tangan satunya sudah menyentuh dagu Wulan.


per sekian detik,


Fauzan mulai memajukan wajahnya


dan kini kedua matanya beralih, kepada bibir seksi dan indah milik Wulan,


bibirnya sudah dekat dengan bibir gadis itu,


Fauzan pun mulai memejamkan matanya,


dan sedetik kemudian,


suara cempreng bocah mengejutkan mereka berdua,


"ibu,, om ganteng,,


mendengar suara anaknya Meika,


Wulan pun panik dan refleks mendorong pria itu, hingga tubuh besar pria itu jatuh sempurna,


dan Wulan terkejut ketika melihat Meika masih menutup matanya, dan kembali tenang.


sementara Fauzan yg sudah berdiri,


memegangi pinggang nya dan menghampiri Wulan.


" kmu tega banget sih, "dorong aku sampai jatuh begini,


" sakit tau pinggang aku,


"maaf mas, aku refleks habis tadi aku denger Meika manggil kita,


aku takut dia lihat sesuatu yg ga seharusnya dia lihat,


" mana Meika matanya merem gitu,


"dia cuma mengigau sayang,"


"udah yuk lanjutin yg tadi nanggung sayang.


" ih mesum untung tadi Meika cuma mengigau,


"kalo beneran bangun gimana,,???


"udah sana keluar, balik ke kamar kmu, ucap Wulan.


"enggak mau,


" aku mau disini bareng kmu sama Meika,


"ya udah kalo mau disini Jangan mesum mas


" iya sayang iya,


"tapi peluk boleh ya,,


" no...


Fauzan mengerucutkan bibirnya hingga terlihat lucu di mata Wulan,


"maaf mas aku engga bermaksud bersikap seperti itu,


" tapi kmu tau kan disini ada Meika,


"aku engga mau,


"nanti dia liat kita sedang aneh-aneh, "kmu faham kan maksud aku,,??

__ADS_1


" mas faham sayang, ucap Fauzan seraya memeluk Wulan.


sementara di kamar Resti,


setelah menguping pembicaraan Deril dan wanita bule itu,


Rey dan Resti menyalakan televisi yg ada di kamar Resti,


mereka berdua menonton bersama,


Resti yg merasakan sakit di area leher,


karena posisinya yg tak nyaman,


lama duduk pun memijit ringan lehernya,


"kenapa hem,,??


" leher kmu sakit,,? tanya Reyhan.


"Resti tersenyum,


dia senang karena ternyata,


walaupun sedang fokus pada televisi Rey masih memperhatikan nya.


Resti berbalik,


dan menatap Rey seraya mengangguk menjawab Pertanyaan Rey.


Rey kemudian menarik Resti,


dan menaruh kepala gadis itu di dada nya.


kini Resti melanjutkan acara menonton mereka,


dgan posisi dada Rey sebagai bantalan kepalanya.


Resti tersenyum,


dan sejurus kemudian Resti memberanikan diri memeluk Reyhan,


Reyhan pun tersenyum dan membalas pelukan dari gadis itu.


sementara Deril masih mengurung dirinya di kamar,


dia pun duduk di balkon,


menghabiskan berbatang rokok,


ya begitulah ketika pria tampan itu stres,


dia kerap kali merokok.


Deril yang tidak mengetahui,


bahwa Naysilla pun ada di balkon pun terkejut,


ketika mendengar suara tertawa gadis itu saat sedang chatting dengan Wulan,


yg mengirimkan foto Fauzan yg tertidur dengan tampang yg lucu.


"Naysilla,,??


" kmu sedang disitu,,???


sejak kapan,,?? tanya Deril.


"sejak pertama kmu menghisap rokok,


" dan asap nya membuatku sesak. jawab Naysilla.


seketika Deril mematikan rokoknya,


dan berlalu menuju kedalam,


untuk mencuci tangan nya dan kembali ke balkon


"maaf aku engga tau kalo kmu ada disitu,


" kenapa kamu tidak bersuara,,??? tanya Deril.


"aku sedang menikmati suara binatang malam disini, "suaranya sangat indah,


"jika aku bersuara,"


"aku khawatir takkan bisa mendengar dengan jelas" suara binatang itu.


Deril tersenyum dan berkata,


"boleh aku temani kmu,,???


" bukankah dari tadi kmu sudah nemani aku, jawab Naysilla,


"kali ini kita bersama, " tidak sendiri-sendiri..


"tunggu aku,!!!


ucap Deril seraya tersenyum,

__ADS_1


dan berjalan menuju pintu kamar naysilla.


__ADS_2