DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 31


__ADS_3

Rey yg masih di selimuti kebingungan atas sikaf Resti dan Nay yg tiba2 menangis hanya bisa berguman dalam hati


"sebenarnya, para gadis itu" kenapa sich,,????


masih dgan fikiran yg sedang mencari jawaban,


tiba2 handphone'a berdering,,nama Fauzan yg tertera disitu.


"hallo assallamuallaikum,


",Rey lu dimana,,??? tanya Fauzan.


"waallaikumsalam


,"gua lg di jalan otw apartemen,"ada apa Zan,??


ada masalah di kantor,???? jawab Rey.


"ooohhh,,"engga kantor aman,


"gua tlpon lu, karna sekarang gua sama bos lg di caffe biasa,"


"klo bisa lu kesini.!!!!!!


"oohh okk, "gua otw kesana.


"okk sipp',assallamuallaikum..


"waallaikumsalam."


rey memutar arah mobilnya menuju Caffe tempat Fauzan dan sang bos berada,


tak butuh lama,akhirnya rey tiba di Cafe dan langsung mencari keberadaan bos dan teman'a tersebut.


"assallamuallaikum.".salam Rey.


"waalaikumsalam..jawab mereka..


"waduhh,, yg abis ketemu gadis impian,


" ko tiba2 mukanya ga happy gtu sich",????


Rey tak menjawab pertanyaan fauzan,


dia hanya meyandarkan kepalanya,dan memejamkan mata sesaat.


"wwooyyyy...Bro,lu kenapa sich cerita lah.!!!!


"Gua lg bingung" ,jawab Rey.


"bingung kenapa sich,,????


" kan udah ketemu gebetan', ko pulang2 bingung,


"kenapa lu hamilin dia,????


"trus dia minta tanggung jawab"

__ADS_1


"jdi lu bingung",??? fauzan yg kepo trus bertanya.


"sialan lu,,


"gua 'ga se bangsat itu,,"


"gua ga sebrengsek lu"


..jawab Rey dengan nada sedikit tinggi.


"ya trus lu kenapa,????


"gua gatau, kenapa tiba2 dia nangis,,


"waktu gua tanya, dia kenapa nangis,?? "dia bilang gpp, cuma sedih ajja.


aneh ga sich,???


"menurut lu, apa yg bikin perempuan bisa tiba2 nangis,,???? tanya Rey


Deril dan Fauzan mengerutkan dahi,,


mereka trlihat seperti berfikir mencari jawaban atas pertanyaan Rey.


"gimana ya," mnurut gua,hati wanita itu sensitif,,


"di ibaratkan sebuah tissu', yg gampang sobek,


"mngkin ada yg ucapan" dan perkataan lu, yg menyakiti hati dia,??? ucap Fauzan.


"gua, ga ngomong apapun sama dia,,


"mngkin dia lg PMS," biasanya perempuan klo lgi pms bgtu',"


suka melow,' kadang marah2,pokonya klo cewe lg pms'mereka dalam kondisi senggol bacok,


hahahaha..fauzan tertawa terbahak-bahak.


"PMS itu apaa Zan,,??? tanya sang bos.


"hahahahahaa"


...ya ampun pakk boss"


"udah umur segini, ga tau pms,???


"makanya klo sekolah itu" jgan ampe gerbang sekolah doank,


" sekolah dimana sich,,??? ucap fauzan.


"gausah banyak omong,'


"jawab dan jelasin pertanyaan gua,,


perintah sang bos dgan dingin'a..


"jdi pms itu, penyakit bulanan wanita bos,,

__ADS_1


'setiap bulan mereka akan kedatangan penyakit bulanan itu,


"istilah keren'a datang bulan bos,"


"mereka juga sering menyebutnya menstruasi"


"untuk lebih jelasnya,


"boss liat google ok,,!!!!


ucap Fauzan menjelaskan..


"hemm.. bgtu,,


kenapa lu, tau banyak tentang perempuan,,??? tanya Rey.


"gini ya;" gua itu kan punya pacar,


"ga kaya kalian jomblo,


"jdi gua tau, dari cewe gua klo dia lg


datang bulan",


fauzan meledek mereka berdua.


"sialan lu ngatain gua jomblo"


"sebentar lg 'gua ga akan jomblo".ucap Rey kesal.


"eehh gua bukan lu ya,"


"yg koleksi perempuan", tapi ga ada yg lu seriusin.


"gua ga akan pacaran, gua bakal langsung lamar gadis impian gua,.ujar Deril dgan semangat..


"amiinn.." semoga impian kalian trlaksana,


"dan bisa menanggalkan,' status jomblo akut stdium akhir kalian.


"hahahaha...fauzan meledek mereka sambil tertawa.


Deril dan Rey, yg tak trima langsung meninggalkan Fauzan, yg sedang tertawa,


sebelum pergi,Deril menghampiri Fauzan dan membisikan sesuatu,


"LU balik sendiri", dan siap2 gaji lu" bulan depan,gua potong lg 20% HAHAHAHA...


"wahhh... "boss aaahhh ga asyik ancaman'a potong gaji".


"woyy.."boss tunggu gua balik sma siapa,??


gua ga bawa mobill...woyy tunggu,,


fauzan berlari keparkiran,tapi dia trlambat,


mobil sang bos dan teman'a sudah tidak ada disana..

__ADS_1


"aseeemmm banget punya bos sama temen", gua di tinggalin.gerutu Fauzan.


__ADS_2