DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
Dilema Cinta


__ADS_3

bab 154


.


.


.


dagg..


dagg..


dagg..


Aziel menendang pria yang mengeroyok istri tercintanya.


" honey, kau fikir ini mainan ?? kenapa kau bisa disini ?!!" tanya Aziel penuh kawatir.


"ceritanya sangat panjang. lebih baik kita selesaikan ini dulu.." jawab Kirania.


" apa ?? selesaikan ?? jangan gila..kau kemobil saja sekarang !!" perintah Aziel.


" tapi..-"


" lihatlah, anak buah dam juga sudah tiba. pergilah kemobil.bersama kakek." Aziel.menarik lengan Kirania. ia tidak mau terjadi sesuatu pada istrinya apa lagi saat ini Kirania tengah mengandung.


kakek.beni juga ditarik oleh Dam keluar dari gedung itu.


" maaf Tuan, kami terlambat. silahkan anda istirahat." ucap Dam penuh sopan.


"tidak masalah. selesaikan dengan cepat. selamatkan cucu menantuku." perintah Kakek.beni.


" baik tuan. saya permisi." dam berbalik dengan mengambil pistol disaku jasnya ia langsung menembak musuh dengan tepat sasaran.


kakek beni segera masuk kedalam mobil, ia sedikit terkejut ketika melihat kirania sudah lebih dulu.ada didalam.mobil.


" kakek bisa menebak.meraka akan sampai disini..??" tanya kirania


" tentu saja." kakek.beni meneguk.minuman dingin yang selalun ia bawa dimobilnya.

__ADS_1


.


.


Didalam gedung Vanka yang lolos dari Sinta menarik Nelly untuk dibawa sebagai sandera, namun dihalangi oleh Farraz sendiri yang sudah geram dengan perlakuan Vanka.


" oh.. kau datang rupanya.. " ejek Vanka.


" kembalikan istriku.. " ucap Farraz.


" tidak semudah itu. lihatlah ini " Vanka meletakkan pistol dikepala nelly.


" kau sudah berbohong kepadaku, kau bilang akan membawa kiran untukku, karna kebohonganmu maka nyawa istrimu ini sebagai gantinya !!" ancam Vanka.


" jika kau melukai istriku sejengkal saja. q pasti akan langsung membunuhmu !!" balas Farraz.


Aziel datang dengan menyeret Mama Leta yang juga dalam posisi terikat.


" bagaimana jika kita barter !!" teriak aziel.


Vanka.membulatkan matanya ketika melihat mamanya juga disandera.


" bajingan !!! kau apakan mamaku !!" teriak.Vanka.balik.


" cih.. kalian fikir q akan terpengaruh.. wanita tua itu yang telah menyusahkan hidupku !!! jika kalian mau bunuh saja ?!!!" ucap Vanka dengan senyum psikopatnya.


" dia benar-benar sudah gila !!" gumam Sinta.


semua anak buah Vanka sudah tergeletak tak bernyawa. kini Vanka dikepung banyak orang.


" kau sudah kalah Vanka, lepaskan nelly !!" ucap dam dengan tegas.


" tidak, !! q belum kalah !! jika q mati hari ini, wanita ini juga harus mati !!" teriak Vanka sambil tertawa lepas.


Nelly menggelengkan kepalanya, ingin rasanya ia berteriak namun mulutnya telah ditutup oleh Vanka.


semua terlihat Waspada mengelilingi Vanka.


dan.

__ADS_1


bukk..


bukk..


dorr..


dorr..


" aakkhhh !!"


" mama !!!" teriak Vanka.


ya, saat bersamaan gerry datang dan memukul Vanka hingga nelly bisa terlepas. seketika Vanka.melepas tembakannya kesegala arah, namun tembakan yang dilayangkan Dam kearah Vanka malah dihadang mama leta


Vanka memangku tubuh sang mama yang bersimbah darah. ia melepas penutup mulut dan tangan mamanya..


" Va..va..nka..be..r..to..ba..t..lah..n..a..k.." ucap sang mama terbata bata. tak lama setelahnya mama leta menghembuskan nafas terakhirnya.


Vanka.menggeleng dengan tangisannya.


sedangkan Farraz tak melepas pelukannya dari nelly yang terlihat ketakutan.


" mama.. jangan pergi ma.." tangis Vanka.


gerry mendekati Vanka merasa iba dengan kekasihnya itu.


" bersabarlah.. " Gerry mencoba merengkuk Vanka namun Vanka berontak.


" pergi kau dasar pria brengsek !!! kau bilang akan membantuku !! tapi ini apa hah !!!"


" mama.. mama bangun ma..!!!" teriak Vanka sambil terus menggoyangkan tubuh Mama leta.


" dia sudah pergi Vanka.."timpal gerry.


"kau !! kau jangan sembarangan !! " bentak vanka.


dengan gerak cepat Vanka mengarahkan pistol yang ia pegang kekumpulan Dam, farraz aziel, sinta dan Brian.


dorr..

__ADS_1


dorr..


dorr..


__ADS_2