DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 98


__ADS_3

Naysilla masih termenung memikirkan nasib Shirin,


"udah Nay gausah di fikirin,


"biar itu jadi urusan mereka bertiga,, ucap Wulan


lalu mereka semua kembali ke aktifitas masing2


hingga tak terasa,


sore pun tiba,mereka bersiap untuk kembali pulang ke Rumah masing2.


namun Nay harus menemani Resti ke suatu tempat,


karena gadis itu terus merengek,


akhirnya Nay pun menuruti keinginan sahabatnya itu,


mereka pergi dengan mengendarai motor masing2.


sementara itu di kantor, Deril telah selesai dengan pekerjaan nya,


ketika hendak bersiap sebuah telpon mengusiknya dan tertera nama papa,


dengan segera Deril mengangkat telpon tersebut.


"hallooo,, "assallamuallaikum Pa,,


"waallaikumsalam,, Mas kamu dimana,,???? " masih sibuk engga,,???


"masih di kantor pah,engga ko, ini udah mau pulang,,


"kenapa pah,,???


"ohh yaudah, Papa sedang dalam perjalanan menuju kantor kamu,


" kamu tunggu Papa,,


"baik Pah,,aku tunggu kalo begitu"


"iya mass assallamuallaikum,


"waallaikumsalam Pah,,


telpon tertutup,


dan Deril kembali duduk di kursi kebesaran nya,


menunggu kedatangan sang papa,


seraya bertanya dalam hati, ada apa Papa datang ke kantor,,???


sementara Rey dan Fauzan,


yg sudah akan pulang berjalan melewati ruangan sang bos


mereka terkejut,


melihat sang bos masih duduk di kursi kebesaran nya,


Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan sang bos.


"Boss, tumben belom balik,,???


" masi bnyak kerjaan kah,,??? tanya Fauzan,,


Deril hanya menggeleng dan memasang wajah bingung,


"kalian udah mau pulang ya,,??? tanya Deril.


"iyaa boss gua masih ada urusan di luar,


" rencananya gua mau ketemu orang kita,


" yg sedang mencari tau keberadaan Shirin, ucap Rey.


okey kalo gitu Rey, kalo ada info kabarin gua secepatnya.


baikk boss,, gua duluan, Zan gua duluan,pamit Rey kepada kedua sahabatnya.


" okeyy Rey hati2 ucap Fauzan, sementara Deril hanya menganggukan kepalanya.


terus lu sendiri gimana,,????

__ADS_1


"sibuk juga,,??? tanya Deril kepada Fauzan


"tenang bos gua free hehehe,,


" kalo ku butuh gua, gua pasti temenin lu.


" gua emank butuh lu Zan,


"bokap gua sedang dalam perjalanan menuju kesini,


"dan sepertinya dia ingin mengajak gua ke suatu tempat,


"makanya lu harus ikut gua okey..


"okeyy boss beress,


tak lama Deril menerima pesan dari sang papa,


bahwa Papa nya kini sudah tiba di parkiran kantornya


Deril dan Fauzan buru2 keluar,


meninggalkan kantor menuju parkiran.


sampai di parkiran Deril dan Fauzan langsung menuju mobil Papa,


kedua pria tampan itu mencium tangan pria paruh baya tersebut


"tumben banget om datang ke kantor,,??? tanya Fauzan.


"iya om ada keperluan sama anak laki2 om ini, jawab nya.


"ada apa Pah,,?? " apakah emergency sampai Papa harus datang ke kantor,,???


"engga ada apa2 ko masss,,


"Papa hanya ingin semua masalah antara kita jelas


"temasuk masalah perjanjian taruhan itu.


" yaudah sekarang juga kita berangkat,


"Zan kamu ikut ya,,!!! sekalian jadi saksi


"gausah bnyak tanya, nanti juga kamu tau,


" ikutin ucapan orangtua,ucap sang om seraya masuk ke dalam mobil.


Deril dan Fauzan masuk ke dalam mobil,


mobil Fauzan pun di tinggalkan di kantor,


karena dia harus mengemudikan mobil mewah sang bos.


mereka mengikuti mobil sang papa yg berada di depan nya.


mereka terus mengikuti mobil yg dihadapan mereka,


tapi semakin lama mereka merasa apal dengan jalan yg mereka tuju,


dan Mereka pun semakin yakin bahwa jalan yg mereka tempuh menuju Rumah seseorang.


"kayanya ini jalan ke Rumah Naysilla ya,,???


"bener kan boss,???? tanya Fauzan


"iya ini jalan kerumah Naysilla,


"tapi kenapa Papa mau ke Rumah Naysilla ya,,???


"bukan nya bagus mungkin beliau bener2 mau melamar Naysilla buat lu boss,, ucap Fauzan.


"entah lah gua juga ga tau,, "kita liat ajja apa yg bakal bokap gua lakuin,,


saat mobil memasuki kawasan perumahan,


kedua pria itu semakin yakin bahwa mereka memang mendatangi Rumah Naysilla.


dan kini mobil sang Papa telah parkir di pekarangan Rumah Naysilla.


Deril segera turun dari mobil dan menghampiri sang Papa,


"Pah,, maksudnya apa ini semua,,???

__ADS_1


"kenapa Papa ga bilang dulu sama aku,,??? tanya Deril.


"kenapa,,??? bukannya kamu yg ingin membawa Papa kesini,??


" bertemu Kedua orangtua gadis itu,,??? "saat ini Papa sedang santai,


jadi apa salahnya kan,???


"Papa ingin mengakhiri semuanya, "kasihan Silla yg sudah menunggu terlalu lama,, ucap sang Papa seraya berjalan menuju Rumah Naysilla.


sang Papa memencet bel dan mengucapkan salam,


hingga beberapa saat kemudian ibunda Naysilla membukakan pintu,


sang Mama terkejut melihat kedatangan Deril,dan Fauzan.


"Assallamuallaikum tante,,


salam Deril seraya mencium tangan Mama Nay, begitupun dengan Fauzan.


"waallaikumsalam,,


"tante kenalkan ini Papa saya,,


"halo saya Papa nya Deril, Wijaya,,


"saya datang kesini, ingin bertemu dengan Naysilla dan Papanya,, apa mereka ada,,???


"ohh iya,, silahkan masuk kedalam,,


"Naysilla belum pulang, tapi suaminya saya ada di dalam,


"silahkan duduk, saya panggil suami saya dulu.,ucap Mama Nay seraya masuk kedalam.


Deril, Fauzan dan sang Papa pun duduk,


tak lama ayah Nay datang dan bersalaman dengan Papa Deril,


mereka bersalaman sambil memperkenalkan diri,


dan kembali duduk, ibunda Nay pun membawakan minuman dan juga cemilan lalu duduk di sebelah suaminya.


"baik lah bapak ibu saya akan menjelaskan niat dan kedatangan saya kesini,


"niat saya kesini, untuk mewakilkan anak saya,


"putra semata wayang saya untuk melamar anak gadis kalian Naysilla.


"bagaimana apakah anak saya yg tampan, mapan, dan sukses ini tidak bisa kalian pertimbangkan,,??


"maaf sekali Pak, bagi saya tampan dan mapan itu bukan tolak ukuran saya dalam mencari menantu,


"bagi saya siapaun yg dia mau saya tak keberatan, ucap Ayah Nay tegas.


"oyaa,,??? saya yakin anak bapak akan menyukai anak saya


"secara materi anak saya kaya raya,


"wanita mana yg tidak ingin mempunyai suami yg kaya Raya,


Deril dan Fauzan terperanjat mendengar ucapan sang Papa.


"Pah jgan bilang gitu donk,


"Papa ga boleh merendahkan orang,, ucap Deril cemas.


"udah kamu diem ajja masss,,


Deril pun kebingungan apa yg harus dia lakukan untuk membuat suasana tidak kacau,


dia pun berfikir keras namun tak menemukan solusi,


dia bersikap tenang,


dan berusaha mengatur nafasnya sejenak,


dia melirik Fauzan,


dan Fauzan pun terdiam sama sepertu Deril Fauzan pun tak bisa berbuat apa2,


agar Papa Deril tak berbuat lebih jauh lagi.


READERS lanjutan nya besok ya,,

__ADS_1


di tunggu terus episode selanjutnya..,!! 🙏


__ADS_2