
Reyhan keluar dari kamarnya, dan menuju ke meja makan,
dan sudah ada Deril yg sedang makan di sisi kursi Naysilla,
Rey merasa canggung,ketika semua orang yg di meja makan, senyum-senyum padanya,
hanya Resti saja yg menunduk,dan tak memandang Rey,
Resti merasa malu atas kejadian tadi.
Rey menatap kearah Resti, seraya bertanya dalam hatinya,
"apakah Resti marah padanya,,???
" apakah sekarang Resti sudah menganggap nya sebagai pria mesum,,????
"apakah Resti juga merasakan malu seperti yg dia rasakan kini,,
banyak sekali pikiran yg bermain di kepala Rey,
dan membuat nya melamun,
hingga suara Maskulin Deril menyadarkan nya.
" mau sampai kapan lu berdiri Rey,,????
"udah kaya patung pancoran aja, " tanya Deril
"tau nih lu kenapa Rey,,????
" dari pagi gua liat lu kaya terkesima begitu,
abis liat apa emang, ??? Fauzan tertawa meledek Rey, Naysilla dan Wulan pun ikut tersenyum,
berbeda dengan Resti,
dia sampai tersedak mendengar Fauzan berkata seperti itu,
seketika Rey refleks memberikan gelas berisi air pada Resti,
dan kini Rey duduk di samping Resti.
"ya ampun Res makan nya pelan-pelan kali,
"ampe keselek begitu," Wulan ikut meledek Resti.
Naysilla menyenggol tangan Wulan, dan ikut tersenyum.
Rey pun mulai berusaha untuk duduk dengan tenang,
"hem, gua duluan ya, mau siap-siap kita kan mau berangkat, ucap Naysilla.
" ya udah ayo aku juga mau ganti baju, "ucap Deril,
"kalo gitu,
"gua sama Wulan juga mau siap-siap deh,
" ayo princess kita ganti baju,
ucap Fauzan menarik Wulan dan menggandeng Meika kembali ke kamar.
kini tinggal Resti dan Rey,
yg sedang makan
Rey menghentikan makan nya, dan melihat kearah Resti,
"Resti aku minta maaf atas kejadian tadi, "
"aku ga tau kalo kmu,, kamu,, lagi,, " ucap Rey terbata bata.
"udah ga usah di bahas Rey,
" lupain aja, anggap kejadian itu ga pernah terjadi," ucap Resti.
"baik Res makasih,, "
"tapi kamu engga marah kan,,???
" acara kita jalan hari ini jadi kan,,????
Resti mengangguk, dan tersenyum kearah Reyhan,
melihat senyuman Resti yg manis pun,
Rey tersenyum,
__ADS_1
"kamu terusin dulu makan nya,
" aku siap-siap dulu ya,,
"beres makan kamu juga siap-siap, ucap Resti seraya berlalu meninggalkan Rey, dan kembali menuju kamarnya.
Rey melanjutkan makan nya,
tak lama Shirin datang,
dan duduk di hadapan Rey,
memperhatikan Rey dengan seksama dan tersenyum.
Rey hanya diam, mengacuhkan gadis itu dan melanjutkan makan nya.
" kamu tau,,
"kamu terlihat tampan, jika di lihat dari dekat, "
"kamu dan Deril itu tidak jauh berbeda,
" aku memiliki pikiran, "jika aku tak dapat Deril setidaknya masih ada kamu kan,,??? ucap Shirin
" buang pikiran kotor mu itu Shirin
"dan hentikan omong kosong mu itu,
"tidak semua pria tertarik padamu,
" tapi kau tertarik padaku kan,,??
"hingga kau bertaruh dengan Deril untukku,
" lalu apakah bisa aku berada di posisi itu lagi,,???
"itu hanyalah taruhan yg tak berharga bagiku,
" dan aku tidak pernah tertarik padamu,
"aku hanya mengagumi kecantikan mu,
" sama seperti pria-pria itu, "yg mendekati mu meniduri mu dan meninggalkan mu,
Shirin mendekati Rey dan duduk di meja dan berhadapan dengan Rey,
" apakah di mata mu aku hanya seonggok sampah Rey,,???
"aku tidak perduli seperti apa kau menganggap ku,
" aku akan mendapatkan mu, dan Deril secara bersamaan,
"Deril akan aku jadikan Rajaku, dan kau sebagai selir ku,
"seperti dulu, " lihat saja nanti, ucap Shirin seraya memeluk,
dan meraba dada bidang pria itu,
di saat bersamaan Resti yg keluar dari kamar merasa terkejut,
dengan pemandangan yg di lihat nya.
Shirin melepaskan tangan nya yg kalung kan di leher Rey,
dan berjalan menuju kearah Resti seraya tersenyum fake,
begitu dia berada di hadapan Resti Shirin pun berkata,
"tak usah cemburu, " aku hanya sedang berbincang dengan nya., ucap Shirin dan melangkah kembali menuju kamarnya.
Resti yg melihat adegan itu pun merasa kesal,
dia menghampiri Reyhan,
dan duduk di hadapan nya.
ingin sekali rasanya Resti marah dan menampar mulut wanita itu,
namun dia sadar dia bukan siapa-siapa bagi Rey,
seakan tau isi pikiran Resti, Rey pun menjelaskan.
"dia hanya ingin menggodaku,
" tapi aku tidak tergoda padanya, "percayalah.
" sedekat apapun kalian itu bukan urusanku,
__ADS_1
"aku bukan siapa-siapa bagi mu,
" aku tak berhak marah", ucap Resti yg membuat Rey terbungkam dengan kata-kata nya.
"tunggu aku ganti baju, ucap Rey seraya berlalu.
ketika Rey pergi, " bulir air mata pun menetes dari wajah Resti,
dia tau dia tak berhak marah,
namun apa yg dia lihat akan menyebabkan rasa sesak pada perempuan manapun,
ingin rasanya dia menghampiri gadis bule itu dan menampar nya.
Resti menangis sendirian,
dan di saat bersamaan, Wulan, Fauzan, Deril dan Naysilla pun datang dan berkumpul,
mereka terkejut melihat Resti menangis,
terutama Wulan dan Naysilla, mereka segera menghambur kearah Resti.
"Resti lu kenapa,,??? lu nangis ya,,?? tanya Naysilla
iya Res lu kenapa,,?? " bilang sama gua,, ?? tanya Wulan tegas,
"gua ga kenapa-kenapa ko,
" abis telponan sama orang rumah, sama ibu, ucap Resti bohong
"Oh lu kangen sama ibu lu ya,
" tenang Res besok juga kita udah pulang ko,
"udah ga usah nangis, hari ini kita harus have fun ya,!
ucap Wulan.
"betul itu Res besok juga kita udah pulang ko,
" sabar ya... ucap Naysilla
Resti mengangguk tersenyum dan menggenggam kedua tangan sahabatnya,
tak lama Rey keluar dengan pakaian santai nya,
dan menghampiri mereka,
"Rey lu gimana sih,,?? " masa Resti nangis lu engga tau, tanya Fauzan,
"lu urus Resti dulu, " kita tunggu di luar, ucap Deril seraya berlalu menggandeng Naysilla
Rey mendekati Resti,
"kamu kenapa hem,,?? " kesel sama aku,, ??? tanya Resti,
Resti terdiam dan tak menjawab,
Rey yg tau kenapa Resti menangis pun akhirnya membawanya keluar dari rumah menuju mobil,
"nanti aku jelasin di mobil ya, ucap Rey,
mereka semua sudah siap mau pergi,
namun teriakan seorang wanita dari dalam membuat mereka semua berbalik arah,
dan melihat siapa yg berteriak,,
" tunggu...
"kalian tidak akan mungkin pergi tanpa aku kan,,??? tanya Shirin yg dengan percaya diri masuk kedalam mobilnya,
dan menyalakan Klakson menyuruh mereka semua berjalan,
" aduh,, si bule kutilang ngapain sih ikut segala,,???
"ngerusak suasana aja,
ucap Wulan yg di tanggapi dengan senyum oleh Fauzan,
seketika mereka semua masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil masing-masing,
Shirin yg melihat Naysilla berada di mobil Deril pun merasa kesal,
"bersiap lah gadis kampung,"
"begitu ada kesempatan, kau akan ku bunuh, ucap Shirin.
__ADS_1