
Rey masih dgan setia menunggu di depan IGD sebuah Rumah sakit,
dgan di temani kedua wanita yaitu Naysilla dan Wulan.
Raut wajah sedih dan cemas, tampak jelas di wajahnya,
dia bingung harus berbuat apa,dan harus bagaimana.
kedua orangtua Resti sudah ada disana, setelah sebelumnya,
Wulan memberitahukan tentang musibah yg menimpa Resti.
keadaan semakin membuat pria tampan itu panik,
tatkala beberapa suster membuka pintu kamar IGD dgan tergesa -gesa memanggil dokter,
tak lama kedua dokter pun datang setengah berlari,
memasuki ruangan itu, wajah mereka tampak cemas.
Rey, Naysilla dan Wulan beserta kedua orangtua Resti,
yg duduk di kursi tunggu serentak berdiri,
mendekati ruangan itu.
saat Rey mendekati, seorang suster keluar dri ruangan tersebut,
dia berjalan stngah berlari,
tak lama suster itu kembali, Reyhan yg penasaran menahan tangan sang suster dan bertanya.
"suster ada apa,???
apa yg terjadi di dalam.,,??? tanya Rey dengan wajah panik.
"pasien saat ini sedang dalam kritis mas, "detak jantung"a semakin melemah.
"maaf mass saya harus segera masuk,
"permisi, ucap sang suster.
seperti tersambar petir,
itulah perasaan Rey saat ini,
Naysilla dan Wulan yg mendengar perkataan suster tdi pun menangis,
mereka tak kuasa mendengar sahabatnya yg sangat mereka sayangi, sedang berjuang melawan maut.
__ADS_1
kedua orangtua Resti pun tak kuasa menahan airmata,
trlebih lagi sang ibu yg dalam sekejap tak sadarkan diri akibat pengakuan suster tadi.
Rey terdiam dan benar2 trpukul,
dia tak habis fikir kenapa Resti rela menggantikan'a mengalami musibah ini,
harusnya saat ini dia yg sedang berada di posisi Resti.
lamunan Rey terhenti ketika handphone"a berbunyi,
tanda panggilan masuk tertera nama sang bos Rey pun mengangkat'a.
"hallo assallamuallaikum bos"
"waallaikumsalam,
" Rey lu dimana,???? " apa yg terjadi sama lu,,???
"sorry bos gua ga balik lg kekantor,
"gadis itu sekarang lg kritis bos,
karna nyelamatin gua, ucap Reyhan dgan nada sedih.
lu ngomong pelan2 jelasin siapa gadis yg lu maksud,????
"tdi gua ampir kecelakaan bos",
tapi gua di selamatkan sama seorang gadis.
"gadis itu dgan berani nyelamatin gua" dan sekarang dia kritis,
ucap Reyhan dgan suara yg serak dan melemah karna menangis.
"okk gua faham sekarang"
" lu tenang jgan menyalahkan diri sendiri"
"apapun yg trjadi"
ini bukan sepenuhnya salah lu Rey, ini takdir ok.
"bos izinin gua untuk sementara wKtu" nemenin gadis ini,sampai dia siuman, izin Rey.
"okk Rey ga masalah" lu temenin dia sampe siuman,
"yg sabar ya Rey, lu harus tabah.
__ADS_1
"trimakasih bos, gua tutup dulu ya assallamuallaikum.
"waallaikumsalam" ucap deril.
"Zan mulai hari ini" lu tolong handle pekerjaan Reyhan,
"untuk sementara waktu sampai gadisnya Rey siuman.
"okkk bosss laksanakan" jawab Fauzan.
para dokter dan perawat trlihat keluar dri ruangan IGD,
Rey yg melihat itu kembali menghampiri mereka,
di susul Wulan,Nay dan kedua orangtua Resti.
"Dok..maav dok" gimana keadaan teman saya di dalam,,??? ucap Nay tak sabaran.
"alhamdulilah masa kritisnya sudah lewat,
" mukjizat allah,
" kita tinggal tunggu pasien siuman.
"alhamdulilah trimakasih bnyak" Dokter,suster,
"sama2 kmi permisi ujar sang Dokter.
Reyhan,Wulan ,Nay dan keduaorangtua sudah bisa bernafas lega,
dan bahagia mendengar pernyataan dokter,
ada secercah harapan Resti akan sembuh.
waktu sudah menunjukan pukul 23:00 Reyhan menyuruh semua orang untuk pulang dan beristirahat,kecuali Rey,
dia ingin menemani Resti,
dia ingin ketika Resti sadar wajahnya lah yg pertama di lihat oleh gadis cantik itu.
akhirnya kedua orangtua Resti,
Wulan dan Naysilla pulang,
Nay sempat menawarkan diri, untuk menemani Rey namun Rey menolak,
dia berjanji akau secepatnya menghubungi Nay ,jika trjadi sesuatu di Rumah sakit.
akhirnya dgan berat hati Nay dan Wulan pulang.
__ADS_1