
happy reading ReadersđŸ˜˜
Matahari telah menunjukan cahaya nya.,
semua insan sudah memulai aktivitas nya,
seperti di kediaman keluarga Wijaya,
tampak Ayah, Ibu dan Anak sedang sarapan pagi bersama.
"bang semalam kamu pulang jam berapa,?
" ko Mama gak dengar suara mobil kamu,? tanya sang Mama.
"Abang pulang jam 11 malam Mah,
"kayanya Mama juga udah tidur, jadi abang hak mau ganggu, jawab sang Anak.
"kamu jangan terlalu sibuk Mass
"sisihkan Waktu kamu untuk Silla,
"ajak dia keluar dan kalo perlu bawa kesini,
"Iya Pak, Rencananya nanti siang aku mau mampir makan siang di toko nya,
" sekalian nanti malam juga Mass jemput dia,
"Bawa kesini dong Naysilla nya,
"Mama kan juga pingin tau,
"dan pengin ketemu, seperti apa sih calon mantu Mama,???
"secantik apa sampai anak ganteng Mama bersikeras ingin nikah sama dia,??
"cantik itu relatif Mah,
"tapi bagi Papa, Silla pilihan terbaik untuk menjadi menantu kita, iya kan Mass,?? tanya sang Papa.
Iya Pah, ucap Deril seraya tersenyum Malu.
"wah kalo anak ganteng Mama sampai tersipu malu begini,
"berarti gadis ini pasti spesial ya Pak,??
"Mama jadi gak sabar buat ketemu sama calon mantu Mama,
" kamu harus luangin waktu untuk bawa Naysilla kerumah ini secepatnya,!!!
"Iya Mah secepatnya Abang bawa calon menantu Mama kesini,, ucap Deril.
"aahh Mama nih kaya yang gak pernah ketemu Silla aja,
"dulu kan Mama pernah ketemu waktu kita kerumah Herman, ucap Pak Wijaya suaminya.
"itu kan dulu Pah, udah lama banget,
" waktu itu Naysilla kan baru masih SMK,
" sekarang Pasti sudah berubah, makanya Mama pengin ketemu lagi,
"iya Mah nanti pasti ketemu,
" kalo perlu Papa undang Jerman Sekeluarga makan bersama di Rumah ini gimana,?? tanya sang Papa
"ide bagus tuh Pah,
"mama setuju banget Pah,
"menurut anak ganteng Mama gimana,,??
"Terserah Mama sama Papa aja,
"aku ikut gimana baiknya aja,
"nanti aku kabarin Naysilla Mah, Pah,
keduaorangtua nya hanya mengangguk,
yaudah kalo gitu Deril pamit ya Pak, Mah assallamuallaikum,, pamit Deril seraya mencium tangan kedua orangtuanya.
pria tampan itu keluar dari rumah mewahnya dan melajukan mobilnya menuju kantornya.
Pagi itu Rey yg sudah tiba di kantor,
mendatangi ruangan sang boss,
namun ruangan nya masih kosong,
Rey pun menghampiri ruangan Fauzan.
"assallamuallaikum,,
"selamat pagi Zan, sapa Rey,
"waallaikumsalam, haii bro selamat pagi juga gunanya kabar lu,??
"kabar gua sudah lebih baik, berkat lu,
__ADS_1
"di mana Pak bos,???
"gua ke ruangan nya tapi belum ada, tanya Rey.
"mungkin masih di jalan,
" ada hal mendesak,?? tanya Fauzan.
"enggak, gua cuma mau masih surat Resign ini sama dia,
"makanya gua perlu bicara 4 Mata sama dia.,ucap Rey.
"lu yakin sama keputusan lu Rey,??
"semua bisa di bicarakan baik2, gak perlu resign juga,
"please jgan sangkut pautkan masalah kerjaan dan pribadi,
"sejak kapan lu gak profesional kaya gini,??
"gua sudah fikirin ini baik2 ko,
"dan ini keputusan gua, ucap Rey.
"gua sangat menyayangkan keputusan lu itu Rey.
"Percayalah Zan,
"jika lu di posisi gua, lu pasti bakal lalui hal yg sama, gua yakin itu.
"tapi Rey,,
"udahlah Zan gua mau balik ke ruangan,
" kabari gua kalo sepupu lu itu udah datang, pinta Rey.
Rey berlalu dari hadapan Fauzan,
tanpa memberi kesempatan Fauzan bicara lagi,
sementara Deril,
yg baru sampai kantor pun Segera memasuki ruangan nya,
tak lama siska sang sekertaris pun datang, melaporkan semua jadwal kegiatan sang bos.
"oya Pak, Maaf tadi Pak Reyhan datang mencari bapak,
"sekarang Pak Reyhan ada di ruangan nya,
"apa perlu saya beritahu bahwa bapak sudah datang,??
"iyaa kamu kabari dia jika saya sudah datang,
"baik Pak saya permisi,
"hemm,, silahkan,
Deril duduk di kursi kebesaran nya,
dan bertanya-tanya ada apa Rey mencarinya.
tak lama pintu Ruangan nya di ketuk orang,
dan masuklah Reyhan.
"selamat pagi menjelang siang Pak,
"maaf saya mengganggu waktu bapak,
"saya hanya ingin memberikan surat ini, ucap Rey formal.
"surat apa ini,,?? tanya Deril.
"silahkan di lihat Pak, ucap Reyhan.
Deril membuka amplop coklat berisi surat ini dan membacanya,
dan mimik wajah pria tampan itu berubah,
dia membanting surat itu ke meja.
"maksud lu apa Rey,,??
"kenapa harus Resign,? ini kantor Rey,
"bisa kan lu bedakan masalah pribadi dan masalah kantor,,??
"saya sudah pertimbangkan ini dengan matang Pak,
"keputusan saya sudah bulat, ucap Rey.
"Rey, lu tau kan gua gak akan pernah mungkin membiarkan lu lakuin hal ini,
"perusahaan ini di bangun dari hasil kerja keras kita,
"lu itu sangat berarti bagi gua Rey,
"lu itu ibarat pondasi bangunan ini,
__ADS_1
"gimana ceritanya sekarang lu mau ninggalin perusahaan ini begitu aja,?? ucap Deril emosi.
"perusahaan ini sukses karena lu memang pintar dan berbakat di bidang bisnis,
"bukan karena gua,
"jadi gua gak punya kewajiban untuk tetap berada disini,
"ini hasil kerja keras lu.ucap Rey
"gua gak mungkin mampu melakukan segalanya sendirian Rey,
"kemarin atau pun nanti, gua tetap butuh lu diisi gua, sebagai sahabat dan tangan kanan gua,
"dan gua hak menerima pengunduran diri lu adapun alasan nya.
"terserah lu,
" yg pasti gua sudah berusaha bersikap baik dan menghormati lu sebagai boss gua,
"hari ini gua bakal tetap menghandle kerjaan gua untuk terakhir kalinya,
"kalo gitu gua permisi, gua harus ketemu klien,
Rey bangkit membalikkan badan dan hendak berlalu,.
"apa ini semua ada kaitannya dengan rencana pernikahan gua dan Naysilla,? tanya Deril.
Rey menghentikan langkahnya dan terdiam,
lalu tanpa menengok kebelakang dia berlalu tanpa kata.,
Deril hanya menatap kepergian sahabat dekatnya dengan hati sedih.
di pintu depan Rey bertemu dengan Fauzan,
namun Rey kembali berlalu,
meninggalkan sahabat nya tanpa kata.
Fauzan masuk dan melihat sepupunya sedang termenung
mengetahui apa ya terjadi,
Fauzan pun menghampiri sepupunya itu.
"Ada apa Boss,,?? tanya Fauzan.
"Reyhan memutuskan untuk Resign dari kantor ini,
"gua bingung Zan,
"perusahaan ini di bangun oleh kerja keras gua dan Reyhan,
"tapi sekarang dia ingin meninggalkan perusahaan ini dan Gua,
"sabar dulu Boss,
"Reyhan saat ini sedang di selimuti amarah,
"percuma membujuk dia dalam keadaan seperti ini,
"kita tunggu amarah dia mereda baru kita bicarakan baik2
"gua yakin pasti dia mau mendengar kan ucapan kita nanti., ucap Fauzan berusaha menenangkan sepupunya itu.
"tapi gua gak habis fikir,
"kenapa dia bisa mengambil keputusan se gila ini,??
"dia bukan Reyhan yg gua kenal Zan,
"lu tau kan Boss,
"seperti apa Reyhan,
"biar kita beri wKtu dia untuk sendiri dan merenung,
"gua yakin keputusan ini di buat karna amarah bukan dari hatinya
"kita bersabar dulu boss,
"iyaa,
"gua pun berharap seperti itu Zan,
"semoga Rey berubah fikiran,
Fauzan mengangguk,
dan mengusap punggung sepupunya itu.
"jangan terlalu di fikirkan,
"gua balik keruangan dulu, ucap Fauzan seraya berlalu.
"Deril pun mengangguk,
dan menatap kepergian Fauzan
__ADS_1
mencoba menetralkan perasaan dan hatinya.
"ya allah,, apakah aku terlalu jahat pada sahabatku sendiri,??? ucap nya dalam hati.