
Rey berlalu dri ruangan sang bos dan meninggalkan Fauzan yg sedang berbicara,,
"uuuhhhhh, dasar bucin,
"ga sopan, maen tinggal ajja orang lg ngomong,gerutu Fauzan.
Deril yg sejak tdi mereka berbicara, hanya menyimak karna sibuk dengan berkasnya pun tersenyum.
"Gua, balik keruangan ya boss.pamit Fauzan.
"hemm,..jawab deril sambil serius menatap layar komputernya.
Fauzan sampai diruangannya dan duduk di kursi kebesaran"a,
namun dia tak mengerjakan apapun, otak nya sibuk traveling, mengingat sosok wanita yg tiba2 hadir di fikirannya.
"kenapa gua tiba2 keinget dia ya"
"kacau ni otak hahahaha" Fauzan berkata sendiri dan tertawa.
sementara itu di kediaman Naysilla sedang kedatangan seorang tamu yg sudah naysilla kenal,, ya jay, sahabat ayahnya yg sudah sangat menyayangi Nay seperti anak kandungnya sendiri,
saat itu,ayah Nay dan Jay sedang ngobrol santai, di temani dua cangkir kopi dan juga cemilan.
sahabat sang ayah pun membuka percakapan.
"Silla, biasa pulang jam berapa Man,,??? tanya sang sahabat.
"biasanya sore juga udah pulang, mungkin sebentar lg, jawab ayah Nay.
"gua denger, udah ada laki-laki,
yg berani minta izin lu buat ajak Silla pergi,,???? tanya om Jay lagi.
"iyaa, dia laki-laki pemberani,
lu tau gua kan,,??
"se keras apa, gua ngedidik anak2 gua,,????
"kebanyakan beberapa pria," yg pernah deket sama Nay,
ga pernah berani berhadapan sama gua, hahahaha...ucap sang ayah tertawa.
"itu karna lu, selalu pasang muka garang"
" klo Nay diantar pria yg ga lu kenal Man,!
"lu itu persis sama alharhum bokap lu.
"gua lakuin itu semua,
"karna gua ga mau anak perempuan gua" di lecehkan laki2 tak bertanggung jawab,
"di permainkan, apalagi sampai salah pilih pasangan.
"trus lu udah selidiki, laki-laki seperti apa,yg saat ini sedang mendekati Silla.??? tanya Jay.
"yang gua tau,dia seorang pengusaha muda,
"tapi bukan jabatan yg gua cari Jay,
"gua cuma pengen, anak perempuan gua punya imam, yg bisa membimbing dia di dunia dan akherat hanya itu, ucap ayah Nay.
Jay mengeluarkan handphone'a dan memberikan sebuah foto sambil berkata kepada Herman.
"apakah pria ini orangnya,,??? tanya Jay sambil meperlihatkan sebuah foto dri handphone"a.
ayah Naysilla mengerutkan dahinya dan memperhatikan sebuah foto secara seksama..
hingga dia penasaran dan berkata.
"betul ini orangnya,,
"drimana lu tau Jay,,????
Jay trtawa terbahak-bahak, dan membisikian sesuatu di telinga sahabatnya itu.
dan membuat sang sahabatpun melakukan hal yg sama mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"dasar anak muda, di kasih jalan mudah,
"malah cari yg susah hahaha...tawa sang ayah.
"lu tau kan Man, apa yg harus kita lakukan,,????
"tentu ini bakal jdi seru Jay,
"kapan lg kita ngerjain orang,hahahaha...
kedua pria paruh baya,
yg sudah bersahabat saat masih muda itu pun,
kembali tertawa dgan gembira dgan apa yg mereka tertawakan.
sementara itu Nay yg tengah menunggui Resti seorang diri,
karna Wulan pamit untuk ke toko,
sudah dua hari toko mereka tutup,
akhirnya, mereka sepakat agar salah satu dri mereka pergi ke toko,
dan hari ini Wulan bertugas membuka toko.
Resti trbangun dri tidurnya, dan melihat Naysilla yg sedang memainkan handphone'a,
"Nay, panggil Resti.
"eehh, lu udah bangun Ress,?
"lu sendirian Nay,,??? tanya resti.
"iyaa, si Makk gua suruh buka toko,
"krna udah 2 hari tutup, jawab Nay sambil duduk disisi ranjang Resti.
"maav ya, gara2 gua kalian jd disini" ucap Resti sambil menunduk.
"iihhh apaan sich, ini kan bukan karna lu Ress,,???
"lgian, lu itu kan sahabat kita, mana mngkin kita diem ajja.!!
"makasih bnyak ya Nay,
"lu sama Wulan, anugerah trindah dri tuhan buat gua,ucap Resti seraya memeluk Nay.
"ooohh,, so sweet bgt sich hehe..
"sama-sama Ress,Nay membalas pelukan Resti.
"truuss Rey mana,,??? tanya Resti
"hemm, Rey ke kantor,mngkin nnti sore dia balik lg kesini,
"sabar ya bucin hehe..Nay meledek Resti.
"Nay iiihhh ngeledek trus deh.
"tapi klo lu udah mau pulang, gua gpp ko,ucap Resti
"hemm..ngusir ni ceritanya,,???
" ko gua sedih ya dengernya, ucap Nay sambil memasang tampak sedih.
"bukan gtu maksud gua Nay,
"gua cuma takut lu cape,
lu kan dri pagi disini, ucap Resti
"iya nnti gua pulang,
"tapi setelah Rey datang,
"karna Cogan lu itu bilang, kita ga boleh ninggalin lu disini sendirian. ucap Nay.
"bneran dia ngomong bgtu Nay,,??? tanya Resti.
__ADS_1
"hemm, seneng kan lu,,????
Resti trsenyum dan tak menjawab pertanyaan Nay,
jauh di lubuk hatinya, Resti sangat senang dgan perubahan pria tampan itu,
dia lebih perhatian dan dgan setia menemani setiap malam.
jika boleh jujur,dia rela tinggal di Rumah sakit lebih lama agar selalu dekat dgan pria pujaan'a itu.
"udah kali jgan ngelamun trus,nnti juga Rey pasti datang,
ujar Nay dan membuat Resti trsadar.
"Nay iihhh...aaaww..awww...
Resti berteriak kesakitan,dia merasa sakit di bagian kaki kanan"a,
sakit yg teramat sangat, dan ngilu yg luarbiasa pun dia rasakan.
"aadduuhhhh...Nay kaki gua sakit bgt, sakitt bgt...aaawww...aawwww...
Nay memeluk Resti mencoba menenangkan gadis itu namun Resti sepertinya merasa sangat kesakitan,
sampai Rey datang dan langsung berlari kearah Resti.
"Nay Resti kenapa,???? tanya Rey
"aku ga tau Rey, dia tiba2 kesakitan kaya gini.
"yaudah kmu tekan tombol itu, panggil Dokter. ucap Rey
Nay menekan tombol merah itu berkali-kali tak berapa lama suster dan dokter pun masuk kedalam ruangan.
dokter segera menangani Resti,
dia menyuntikan obat untuk menahan rasa sakit, dan menenangkan gadis itu.
Resti berangsur-angsur tenang dan terdiam,
dokter pun menyuruh para suster untuk memeriksa dan me Rontgen kaki Resti.
dokter pun keluar dri ruangan setelah berbincang dgan Rey, lalu Rey menghampiri Resti melewati Naysilla dan mengenggam tangan Resti.
"Reyy,,Nay ,,sebenernya kaki aku kenapa,,???
"kaki kmu gpp Res,
"dokter sedang memeriksa dan Rontgen kaki kmu,
"setelah itu kita liat hasilnya ya,,!!! ucap Rey.
"aku takut Reyyy, ucap Resti.
"ga perlu takut,ada aku disini ya..jawab Rey.
Resti menghambur kepelukan Rey,
menarik kemeja Rey dan menangis,
Rey membalas rangkulan Resti dan menenangkan gadis itu.
Naysilla yg trlihat sedih dan khawatir, dgan keadaan sahabatnya,
trdiam dan tak tau harus berbuat apa, selain berdoa di balik punggung Reyhan.
dia pun memutuskan untuk keluar dri ruangan,
dia ingin memberi ruang Resti dan Reyhan bersama,
saat hendak melangkah,sebuah tangan kekar menyentuh tangannya.
Naysilla menoleh dan melihat kearah tangan"a,,trnyata tangan Rey yg menyentuhnya,
dan sentuhan itu menjadi genggaman,saat tangan Rey menarik dan menggenggam tangan'a.
Nay trdiam dia tidak mengerti dgan keadaan ini,
Resti tetap memeluk Rey,dan Rey tetap mengenggam tangan Nay erat seolah tidak rela Nay pergi.
__ADS_1
Nay bertanya dalam hati.
MENGAPA REY MENAHANNYA UNTUK PERGI.??????????