
Deril dan yang lain nya,
masih mencari keberadaan Naysilla dan Resti,
mereka kebingungan,
sementara Wulan menangis,
karena takut terjadi sesuatu pada sahabatnya.
mereka berteriak kembali dengan lantang,
berharap Naysilla dan Resti mendengar nya,
dugaan mereka benar,
kedua gadis yg sedang diambang kematian itu pun mendengar teriakan memanggil mereka,,
"HEEIIIII,, KALIANNNN,, aku di sini,, teriak Naysilla,
" Reyy tolong aku,, aku di bawah jurang ini,, Resti pun menangis,
"Deril, Wulan, Fauzan, Rey kita disini,, teriak Naysilla lantang,
Deril dan yg lain nya mendengar suara teriakan dari suatu tempat,
yg mereka yakini itu suara Naysilla dan Resti.
" Mas aku denger suara Naysilla mas,,
"aku yakin mereka ada di sini,,
" cepetan cari mas,, tolongin mereka mas, ucap Wulan yg tak kuat menahan tangis,
"iya iya sayang sabar ya,
" kita cari tau di mana arah suara mereka,
"Naysiiillllaaaa,,,,, kamu dengar aku,,, jawab aku kalo
kmu mendengar suara aku,,
" kasih kita petunjuk kamu dimana,, ucap Deril yg hampir menangis,
Deril dan Rey duduk seraya memeluk tas kedua wanita itu.
Naysilla mendengar suara Deril,
namun saat ini suaranya sudah tak cukup lantang,
tubuhnya sudah lemas tak bertenaga,
namun dia harus tetap mencari cara untuk memberikan sinyal,
bahwa mereka berada di jurang itu.
Naysilla melihat sebuah batu dan berusaha menggapainya,
namun tak bisa karena satu tangan nya memegang tangan Resti erat,
dan satu tangan lagi menggenggam akar tempat mereka bertahan saat ini,
"Resti, lu denger suara gua kan,,???
" iya Naysilla, lu baik-baik aja kan,,??
"iya gua GPP ko,
" Resti lu lihat kan batu besar di depan lu itu,
"iya Nay gua liat,"
"lu ambil dan lu lempar keatas ya,
" kalo suara kita ga terdengar,"
"setidaknya kita bisa memberi sinyal pada mereka bahwa kita di bawah,
"iya Nay gua lagi berusaha ngambil batunya,,
Resti memajukan tubuhnya,
dan berusaha menggapai batu itu,
dengan susah payah, dan akhirnya berhasil,,
dengan tenaga yg masih tersisa, Resti melempar batu itu keatas,
batu yg di lempar Resti tepat sasaran dan mengenai kaki Reyhan,
Seketika Reyhan terkejut,
dia mengambil batu yg lumayan besar itu,
__ADS_1
tak hanya Rey, Deril, Wulan dan Fauzan pun ikut terkejut,
"bos, ada yg melempar batu dari bawah,
" sepertinya itu sinyal minta tolong dari seseorang yg ada di bawah, ucap Rey,
seketika itu Rey dan Deril berlari mendekati tepi jurang,
mereka terkejut melihat jurang yg begitu curam,
dan membayangkan Naysilla jatuh kebawah sana,
"Naysilllllllllllllaaaaaaaaaaaaaa.... teriak Deril seraya menangis,
" Deril aku disini,,
"bos ada jawaban dari bawah,
" Restiiiiiiiii apa kalian di bawah,,??? teriak Rey,,
"Reyyyyy tolong aku,, aku sama Naysilla disini,, teriak Resti dengan suara yg sudah serak,
" mereka di bawah Rey, ucap Deril,
mereka berlari kearah Fauzan,
"zan keluarin tali tambang besar sekarang, !!!
" Naysilla dan Resti jatuh ke jurang, perintah Deril
Astagfirullah,, Resti,, Naysilla,,
"kenapa kalian jadi begini,
" kamu sabar ya sayang, "
"kita bertiga akan tolong Naysilla dan Resti,
" Meika kamu jaga ibu dulu ya,,
"iya om ganteng"
Zan gua sama Rey bakal turun,
lu segera minta bantuan sama orang sekitar"
"tapi bos, kalo gua pergi, siapa yg narik kalian disini,,???
"Meika kamu tunggu disini ga boleh ke mana- mana ya, ucap Wulan dengan secepat kilat berlari dan meminta bantuan,,
" Gua turun duluan, ucap Rey,,
kalian hati-hati, harus selamat,!!! ucap Fauzan.
Rey dan Deril mengikatkan tali tambang itu pada perut mereka,
dan pohon sebagai penahan nya,
Rey turun dan berusaha mencari keberadaan kedua gadis itu.
kemudian Deril menyusul nya turun,
Rey pun turun lebih kebawah disusul Deril,
dan Rey lebih dulu menemukan Kedua gadis yg sedang bergantung kepada akar pohon besar,
saat melihat Rey datang, seketika harapan hidup Naysilla dan Resti pun kembali
"Naysillaaaa,,, " Restttiiiiii,,, teriak Rey
Resti yg melihat Rey pun tersenyum karena dia akan terselamatkan dari musibah ini,
"kalian berdua ikutin instruksi aku ya,,!!!
" kalian berdua pegang tangan aku,
"dan jangan lihat kebawah ok,,,
" enggak Rey,, kamu ga mungkin bawa kita berdua sekaligus,
"kamu selamatkan Resti lebih dulu,"
"jangan pikirin aku,
" kasian Resti dia udah lemes Rey,
"Naysilla,, " aku engga mungkin ninggalin salah satu dari kalian,
tempat ini terlalu dalam,
"kalian harus ikut aku naik keatas sekarang,
" engga Rey,"
__ADS_1
"tali tambang ini ga akan cukup membawa kita secara bersamaan,
" gua ga akan ninggalin lu disini sendirian Nay,
"ini tuh tempat menakutkan,
"gua ga mau lu kenapa-kenapa,
" kalo emang harus mati, gua rela mati barengan sama lu Nay, ucap Resti seraya menangis,
"sekarang bukan saatnya menentukan siapa yg lebih dulu di selamatkan,
" kalian berdua akan selamat, aku janji itu, "
"kalo begitu kmu angkat Resti lebih dulu Rey,
" aku percaya kalian bakal selamatkan aku, "
"tapi Naysilla,,
" Resti ini bukan saatnya lu untuk ngeyel,
"cepetan ambil Resti Rey, " bawa dia keatas,
Rey menurunkan talinya hingga kini tubuhnya ada di bawah Resti,
dan siap untuk menangkap Resti,
"Resti kamu denger aku,,???
" lepasin tangan Naysilla, "cepetan waktu kita ga banyak,
" engga Rey aku ga mau tinggalin Naysilla disini sendirian,
"Resti gua ga sendirian,
" begitu lu sampai di atas,
"Rey pasti bakal turun untuk selamatkan gua"
"dan gua yakin Deril pasti bakal kesini untuk tolongin gua,
" Percaya sama gua ya,,!!!!!
Resti tetap bersikukuh tak ingin melepas genggaman tangan Naysilla,
namun Naysilla terpaksa melepaskan nya,
hingga Resti jatuh dan tertangkap oleh Rey,
"Cepetan bawa Resti keatas Rey,,
Naysilllaaaa,,, teriak Resti yg menangis,
Rey segera memberi sinyal agar orang yg ada di atas menarik nya naik keatas,
saat Rey di tarik naik,
Deril sudah sampai di sana dan melihat Resti dalam pelukan Rey.
Deril mempercepat turun dan akhirnya dia menemukan Naysilla,
gadis yg sangat dia sayangi,
kini sedang bertaruh nyawa,
tergantung di sebuah akar dengan jurang yg curam,
Naysilla,,,
ketika Naysilla melihat Deril dia merasa amat senang,
hingga menitikkan air mata yg sedari tadi dia tahan,
Deril lalu turun lebih rendah,
dan merentangkan tangan nya,
"Naysilla sekarang kmu lepasin tangan kamu ya,
" tenang kmu engga perlu takut,
"ada aku disini, " kmu percaya kan sama aku,
Naysilla yg sudah tak memiliki tenaga sama sekali akhirnya menyerah,
dia melepaskan tangan nya yg sedari tadi menggenggam akar pohon,
Naysilla membiarkan dirinya terjatuh,
dan dengan sigap Deril telah memeluk nya,
Naysilla yg merasa kini dirinya sudah aman pun tersenyum dan tak sadarkan diri,
__ADS_1