
DERIL dan Naysilla sudah tiba kembali di ruangan tempat Rey di rawat,
" gimana makk Rey udah sadar,?? tanya Nay.
" belum Nay,, jawab Wulan.
" sebaiknya kalian makan dulu, "
"jgan sampai kalian juga sakit,"
terutama Kamu Ress,,!! ucap Deril.
Nay menyerahkan makanan pada Wulan,
dan Wulan menyuruh Resti dan Fauzan untuk makan,
Fauzan dan Wulan pun akhirnya makan.
" Ress lu juga makan dong,,!!
" nanti kalo lu sakit yg jagain Reyhan siapa,?? ucap Wulan.
" gua gak nafsu makan makk,,kalian makan duluan ajja..
" Ress lu harus makan,!! gimana ceritanya lu gak makan,
" yg ada Rey pasti sedih,
kalo tau lu gak mau makan,, ucap Naysilla menakuti.
akhirnya selesai di bujuk berkali-kali,
Resti pun menuruti perkataan sahabatnya,
Resti pun makan, dia makan dengan air mata yg masih mengalir deras di pipi nya.
DERIL yg melihat Resti menangis akhirnya bangkit,
dan menghampiri meja para suster,
pria tampan itu berbicara dengan salah satu suster,
dan pria itu kembali ke tempat semula,
dimana Naysiila dan yg lainnya berada.
" Ress,, kalo kamu mau nemenin Rey kamu masuk ajja gapapa,!!
" saya sudah pintakan izin kepada para suster,
" mereka mengizinkan, namun hanya boleh satu orang, ucap DERIL.
seperti mendapat angin segar,
Resti terlihat bahagia dan dia segera menghapus air mata nya,
kembali bangkit dari duduknya.
" beneran pakk, saya boleh menemani Rey di dalam,?? tanya Resti.
" iyaa Ress,,
" sekarang kamu masuk kedalam,
"ajak Rey bicara siapa tau dengan begitu,
" Rey akan mendengar suara kamu dan sadar.
" wahh bener banget itu, ko gua gak kefikiran ya, "semoga dengan di ajak bicara Rey bisa merespon ucap Fauzan.
" baik pak DERIL terimakasih banyak..
DERIL mengangguk,,
" semuanya kalo gitu aku kedalem ya,,!!
" iya Ress semoga berhasil ya,,!! semangat..
Resti masuk kedalam ruangan Rey dengan di temani seorang suster,
dari dalam dengan jelas dia melihat pria yg amat dia cintai sedang tertidur dengan nyenyak.
Resti duduk dan mengajak Rey berbicara.
" haiii Reyy,, kamu denger suara aku kan,??
" aku kaget waktu denger kabar tentang kamu,
" kenapa kamu jdi kaya gini sih,?? padahal kan semalem kita baru ajja ketemu.
" semalem kamu baru ajja nyatakan kalo kamu sayang sama aku,
" bahkan kamu berani cium aku,, kenapa sekarang kamu jadi kaya gini,, ucap Resti seraya menangis.
" maaf kalo semalam sikaf aku kasar sama kamu,
__ADS_1
" aku cuma gak mau kalo nanti aku jadi sayang lagi sama kamu,
" aku gak mau nanti sakit hati lagi Rey,
" tapi jujur aku senang banget waktu kamu bilang kalo kamu sayang sama aku.
" bangun Rey, !!
katanya kamu sayang sama aku, "kamu gak mau liat aku nangis,
"buktinya kamu sekarang ngebiarin aku nangis,
" jangan tidur lama2 ya aku kangen kamu,, ucap Resti seraya terisak dalam tangisnya.
sejenak Rey menggerakkan tangan nya,
namun Resti tak melihatnya,
Resti duduk dan menggenggam tangan Rey,
lalu menjatuhkan kepalanya di ranjang,
dan badannya di kursi, hingga akhirnya Resti tertidur.
sementara itu,
keempat orang yg berada di depan kamar tunggu Rey,
masih setia menanti Resti keluar dari dalam,
10 menit..
20 menit..
30 menit..
sampai satu jam lebih Resti belum keluar juga dari ruangan Rey,
hingga hampir jam 19:00 malam Resti tak juga terlihat,
hingga akhirnya DERIL dan Fauzan masuk, kedalam Ruangan Rey, untuk melihat Resti.
DERIL dan Fauzan tersenyum,
ketika melihat pemandangan di hadapan mereka,
Resti tertidur dengan tangan nya,
yg menggenggam tangan Rey.
" ternyata tidur,,ucap Fauzan.
DERIL hanya tersenyum,
namun Fauzan mengabadikan pemandangan itu,
lewat bidikan kamera handphone nya.
kedua pria tampan itu pun keluar,
dan kembali menghampiri para wanita nya.
" Resti mana Mass,?? tanya Naysilla.
" iya ko Resti gak keluar bareng kalian sih,?? tanya Wulan penasaran.
kedua pria itu tak menjawab,
namun Fauzan menyerahkan handphone nya kepada Wulan,
dan memperlihatkan hasil bidikan kamera handphone nya.
" ya ampun pantesan ajja di tungguin gak keluar2, ternyata dia ketiduran,, ucap Wulan kaget.
" so sweet banget ya mereka,,
"tapi kasian Resti tidur begitu, pasti
"pinggangnya sakit, ucap Nay cemas.
" kayanya Resti udah nyenyak banget, jadi biarin ajja begitu sayang,,
" ohh iya Rey bakal di pindahin keruangan VVIP "karena aku dan Fauzan akan ikut menginap disini,
" jadi kalian berdua pulang saja ya"
" sayang nanti kamu pulang diantar Fauzan gapapa kan,??? tanya DERIL.
" terus Resti gimana Mass,??
" dia ikut nginep disini juga,??? tanya Nay.
" sepertinya begitu, biarkan saja dia ingin menjaga Reyhan sayang.
" kalo begitu aku juga akan ikut menginap disini menemani Resti Mass,,
__ADS_1
" dia pasti canggung kalo hanya sendirian, ucap Naysilla.
" kamu yakin sayang,???
Nay mengangguk,
" tapi maaf Nay gua gak bisa ikut tidur disini,
"kasian Meika gak ada yg jagain, ucap Wulan bingung.
" hemm,,lu pulang ajja makk gapapa,,!!
" lagian kita berempat disini ko jaga Reyhan,
" iya sayang kamu pulang ajja,, jagain Meika kasian Meika nanti,
" nanti aku anter kamu pulang dulu ya,,
" yaudah kalo gitu Mass,,
tak lama seorang suster datang menemui mereka dan bertanya.
" selamat malam pak DERIL,
" kami akan memindahkan pasien ke ruang inap sekarang,
" silahkan suster,, tolong pindahkan sahabat saya di ruangan VVIP
" karena saya dan yg lain akan ikut menjaga pasien malam ini, perintah DERIL.
" baik pak Deril, kalo begitu saya permisi,,
DERIL hanya mengangguk dan tersenyum.
" yasudah kalo begitu lu segera antar Wulan pulang,!!
" ohh iya jgan lupa mampir ke restoran dan belikan makan malam buat kita semua,,!! perintah DERIL.
" okey boss kalo gitu gua pamit duluan Antar Wulan,
" Nay aa tinggal dulu ya,,
" iya aa,, hati2 dijalan ya, jgan ngebut.
" Nay, pak DERIL mohon maaf ya saya harus pamit,,
" okeyy LAN,,
" iya Makk lu hati2 di jalan ya,, salam untuk Meika..
" iya Nay,,
assalamualaikum,, ucap Wulan dan Fauzan.
" waallaikumsalam,,jawab Nay dan Deril.
seperginya Wulan dan Fauzan tinggal lah Nay dan DERIL berdua,,
mereka lalu masuk dan membangunkan Resti,
sebenarnya Nay tidak tega membangunkan Resti,
hanya saja Rey harus di pindahkan keruangan inap.
Resti pun terbangun,
dan mereka bertiga kini berjalan melalui koridor Rumah sakit, menuju ruang inap Rey,
mereka berhenti,
dan memasuki ruangan tersebut,
kini mereka bertiga berada di ruangan yg 3x lipat lebih besar dari ruangan tadi.
DERIL sengaja memilih ruangan besar,
karena selain untuk kenyamanan Rey,
dia pun tak ingin Naysilla yg menemani Resti menginap,
merasa tak nyaman, dan kesusahan.
ruangan itu besar di lengkapi tv, sofa besar, AC kasur kecil, toilet di dalam, dan juga dapur,
hingga tidak terlihat seperti kamar rawat inap pada umumnya.
" Ress kalo mau tidur lagi lu bisa tidur di sofa ini,
" iya Nay terimakasih,, maaf lu jadi ikut tidur disini karena gua,
" gak perlu minta maaf Res, Rey juga kan temen gua,
" jadi gapapa kan gua nungguin dia disini,?
DERIL tersenyum,
__ADS_1
sedangkan Resti hanya mengangguk dan memeluk Nay erat.