DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 38


__ADS_3

Rey sampai di apartemen"a dia langsung merebahkan tubuhnya, matanya trpejam namun tidak bisa tidur, kekhawatiran'a trhadap kondisi Resti membuat pria itu sulit untuk memejamkan mata.


Rey tak jdi tidur,dia bangkit dan segera mandi dan kembali meninggalkan apartemen"a berangkat menuju kantor.


suasana kantor saat itu sudah mulai penuh dgan aktifitas,


beberapa karyawan yg melihat Rey lewat mengulas senyum dan menyapa,


Rey langsung menuju ruangan sang bos.


"assallamuallaikum" salam Rey.


"waallaikumsalam" jawab sang bos dan sang sepupu bos siapa lg klo bukan Fauzan,


yg saat itu juga berada dalam ruangan sang bos.


sang bos mengerutkan keningnya,


saat melihat wajah Rey yg sedikit berantakan dan terlihat lelah.


"whats"up brother,,?? gimana keadaan gadis lu itu,,? tanya Fauzan.


"dia masih blom sadar"padahal masa kritisnya sudah lewat,


"lu yg sabar Rey, gadis lu itu pasti baik2 ajja,


"lu harus pesimis" mana Rey yg gua kenal dulu,,??


"tenangin diri lu bro,gua yakin sebentar lg gadis lu itu pasti siuman,,ucap Fauzan.


"thankyou bos" thankyou Zan suport kalian berarti bgt buat gua"


"mendingan lu istirahat dulu dirumah,


"lu gausah fikirin kerjaan,


ada Fauzan yg bakal handle semua kerjaan lu.


"bner bro mending lu temenin gadis lu itu" kasian dia klo lu tinggal sendirian.


"dia ga sendirian ko,"


ada sahabatnya plus kluarganya,


gua tenang ninggalin"a..ucap Rey.


"okk yaudah terserah lu Rey,"


"tapi kapanpun lu mau izin pergi"


lu bisa langsung pergi ok. sang bos kembali mengingatkan.


"trimakasih bnyak boss"


"gua balik keruangan dulu " ujar Rey

__ADS_1


"hemm" hanya itu jawaban dri deril,


tanpa menunggu lama,


Rey lanhsung meninggalkan ruangan sang bos dan kembali keruangan'a..


waktu trus berlalu tak terasa hari pun sudah sore,


Rey bangkit dri kursi kebesaran'a dan bergegas menuju keluar kantor.


Rey masuk masuk keruangan sang bos dan pamit untuk pulang lebih dulu,


sang bos dan Fauzan pun mengangguk.


Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan kilat, saat sampai diRumah Sakit, Rey bergegas memasuki ruangan Rawat Resti.


Hanya ada Naysilla dan Wulan berada di sana.


"assallamuallaikum Nay,Wulan.


"waallaikumsalam Rey"


"udah balik kantor,,??


"udah Lan"


"gimana keadaan Resti sekarang,,?? ada perubahan,,??? tanya Rey.


"blum Rey kayanya kita harus lebih bersabar,


ucap Nay.


" kalian klo mau pulang,pulang ajja"


" Wulan mending lu pulang,


"kasian meika nnti sendirian klo lu disini trus,


"kmu juga pulang ya Nay,


" kmu pasti cape seharian disini. ujar Rey


" iya nnti abis maghrib aku pulang , ucap Nay.


"yaudah guys klo gitu gua duluan"


"titip Resti ya,klo ada apa2 kabarin gua secepatnya, pamit Wulan.


"pasti makk lu tenang ajja" ucap Nay.


sepeninggalan Wulan kedua orangtua Resti pun pulang atas perintah Rey,


semua ini Rey lakukan atas dasar tak tega, melihat kedua orangtua Resti kecapean dan bisa sakit nantinya.


tinggalah Reyhan dan Nay di dalam ruangan itu,

__ADS_1


tak terasa adzan maghrib pun berkumandang, Rey pergi ke musholla terlebih dahulu di susul Nay,mereka bergantian menunggui Resti..


"Rey aku maghriban dulu ya,


"titip Resti.!!!


"pasti Nay"


Nay pun berlalu menuju musholla yg jaraknya agak jauh dri ruang rawat Resti,


Rey duduk di pinggiran ranjang dan kembali menggenggam tangan Resti, sesaat kemudian, handphone Rey berbunyi tertera nama Fauzan.


"assallamuallaikum Rey"


"waallaikumsalam Zan ada apa,,??


"gua sama bos udah di rumah sakit"


" bisa lu kasih tau ruangan gadis lu dimana,,???


"lu tunggu di situ gua kluar sekarang"


Rey keluar dan celingak celinguk mencari keberadaan kedua sahabatnya,


tak lama Rey melihat Fauzan dan Deril dri kejauhan,


mereka pun melambaikan tangan dan menghampiri Rey.


mereka masuk kedalam ruangan,


dan melihat seorang gadis yg sedang tertidur seperti seorang putri,


Deril dan Fauzan mendekati sang gadis itu..


"jdi ini gadis lu bro,,??? cantik, ujar Fauzan.


Deril trsenyum sambil memandangi gadis itu,,


" klo dia udah sadar cepet2 lamar"


"jgan lama2 nnti gadis cantik lu ini diambil orang, ucap Deril.


Fauzan dan Deril tlah salah sangka mereka mengira Resti lah gadis yg selama ini Rey suka,


namun Rey tak menggubris ucapan mereka.


Deril dan Fauzan pun pamit, mereka tak bisa berlama lama karna mereka harus kembali bertemu klien di luar,,


seperginya Fauzan dan Deril,


Naysilla yg baru saja kembali dri musholla membawakan bungkusan makanan.


"MAKAN yukkk" ucap Nay


Rey tersenyum dan mengangguk,

__ADS_1


mereka kembali masuk kedalam ruangan rawat Resti dan makan berdua.


__ADS_2