
pagi telah datang,
matahari telah menunjukan separuh wajahnya,
kesibukan terlihat dari dalam kamar Naysilla,
setelah selesai shalat,
gadis itu turun membantu para bibi yg sibuk di dapur,untuk membuat sarapan.
sementara itu Reyhan terbangun,
dan terkejut ketika mengetahui bahwa dirinya tertidur di kamar Resti,
dan saat ini Resti dan Rey,
tertidur dalam satu sofa dengan keadaan yg membuat Rey tersenyum juga.
Reyhan menatap wajah Resti yg sedang tertidur, kemudian Resti terbangun,
karena pergerakan dari Rey,
hingga mengusik gadis cantik itu untuk membuka mata,
"selamat pagi Resti,," sapa Rey.
Resti terkejut dan malu,
saat bangun dan melihat Rey disisi Nya,
"pagi juga Rey,
" ko kita jadi ketiduran disini sih,,??
"aku juga engga tau,
" seingat aku semalem kita nonton TV bareng"
"mungkin kita ketiduran,
" tapi sumpah Res aku ga macem-macem sama kmu semalem.
"iya aku tau ko,
" aku percaya kmu sama kmu,
"keluar yuk aku lapar banget"
"ya udah yuk,
" tapi cuci muka dulu sana, terus gosok gigi,
"Iler nya nempel tuh hehe... canda Rey.
"enak aja,"
"kmu tuh yg ngiler nempel di baju aku, bela Resti,
" ga mungkin lah,"
"yang semalem tidurnya meluk aku siapa hayoo,,??
" maaf Rey aku engga sengaja peluk kmu semalem,
"yang aku ingat cuma nempel In kepala aku di bahu kamu doank ko,,
" GPP ko,,
"sengaja juga GPP beneran hehe,,
ih, Rey iseng banget sih,,
" kamu lucu kalo lagi malu hehe..
"ih engga tau ah aku cuci muka duluan, ujar Resti sambil berlalu,
di kamar mandi Resti berdiri di belakang pintu,
dan berusaha menetralkan jantungnya karena Reyhan.
Resti pun tersenyum dan segera memulai ritual paginya.
sementara Reyhan pun ikut tersenyum,
dan kemudian kembali duduk di sofa kamar Resti.
Wulan, Fauzan, Meika dan Naysilla sudah berada di meja makan,
mereka sedang menyiapkan sarapan sambil bercanda.
" Deril mana Nay,,??? tanya Fauzan,
"kayanya masih di kamar nya deh a,
jawab Naysilla,
" mending kmu panggil mas,
"sekalian Resti sama Rey ajak sarapan,"
__ADS_1
"mereka berdua belum makan loh dari semalem, ucap Wulan.
" loh, emang Resti sama Reyhan semalem kemana,,?
"ko sampai ga makan sih,,?? tanya Naysilla
" semalem mereka nonton televisi di kamar Resti"
"pas makan malam gua samperin,
"ternyata mereka berdua ketiduran di sofa,
sweet banget tau Nay, ucap Wulan.
" oya,??
"wah gua ketinggalan berita,
" padahal gua pengen banget liat, " ucap Naysilla.
" tenang aja momen mereka berdua udah gua abadikan,,
"udah gua share di group juga hehe.. Wulan tertawa.
" jahil banget ini orang dasar, " Naysilla geleng-geleng melihat sifat jahil Wulan.
Resti keluar dari kamar mandi,
dengan Handuk yg melilit di tubuhnya,
hanya sebatas paha,
dan juga rambutnya yg terbungkus handuk kecil
dia keluar dengan pede nya,
dia fikir Reyhan sudah keluar dari kamar nya,
Resti segera menuju lemari pakaian,
dan mencari baju
Rey terkejut melihat pemandangan yg terpampang jelas
melalui kaca, Rey melihat jelas tubuh Resti yg hanya di balut handuk,
dia berusaha menetralkan fikiran dan berusaha untuk bangkit,
sebelum Resti membuka handuk di depan nya.
"hem,, " Reyhan mengeluarkan suara
mendapati Reyhan masih di kamarnya,
Resti dgan segera menarik selimut,
untuk menutupi seluruh tubuhnya yg hanya terbalut handuk.
"Rey kamu masih disini,,??? tanya Resti
" maaf Res aku masih disini,
"aku ga tau kalo kmu bakal keluar,
dari kamar mandi dengan cuma pakai handuk,
" aku engga liat apa-apa ko
"aku keluar sekarang sambil tutup mata ya, " ucap Rey segera berjalan menuju pintu dengan mata tertutup,
Resti tak banyak bicara,
dia hanya tertawa tanpa suara melihat Rey keluar dari kamarnya,
dengan menutup pintu,
Rey pun menemukan gagang pintu,
dan secepat kilat keluar dari kamar gadis itu.
Rey berdiri mematung di depan kamar Resti,
Fauzan yg hendak memanggil Rey pun, mengurungkan niat nya, karena Rey sudah keluar dari kamar Resti.
Fauzan merasa ada sesuatu yang salah pada Rey,
pasalnya wajah Rey terlihat pucat,
dan nafasnya begitu berat.
"Rey, lu kenapa,,?? " lu GPP kan,,??? tanya Fauzan.
"muka lu kaya orang yang abis ngeliat hantu,
" gua gpp ko, "
"gua baik-baik aja, " gua ke kamar dulu ucap Rey.
Rey meninggal kan Fauzan dan masuk ke kamarnya
__ADS_1
Fauzan pun kembali ke meja makan,
"si Rey kenapa ya,?? " mukanya tegang gitu, tanya Wulan
"aku engga tau sayang, nanti kita tanya lah, ucap Fauzan segera bergegas untuk membangunkan sepupunya.
tak lama Resti pun keluar dari kamar dan menghampiri Naysilla dan Wulan.
selamat pagi semuanya,, sapa Resti..
" ini udah siang Resti bukan pagi lagi, "ucap Wulan.
"hai selamat pagi Resti, " gimana tidurnya nyenyak,?? tanya Naysilla.
"nyenyak lah kan bobonya di peluk cowok ganteng,
" gimana engga nyenyak, " rasanya pasti engga mau bangun ya Res hahahaha...
Naysilla menyenggol kaki seraya tersenyum,
"mak masih pagi ini, " udah bully gua aja,
"gua laper banget, " semalem gua engga makan ucap Resti.
"siapa suruh engga makan,,?? malah terlena di pelukan abang Rey, " duh so sweet nya.
"mak ih udah napa, kasian Resti di ledekin trus., ucap Naysilla.
tau nih si mak, seneng banget kayanya kalo ngebully gua,
" rese banget deh,!! ucap Resti yang mulai mengunyah sarapan nya.
Fauzan turun dan bergabung,
dengan ketiga wanita cantik itu, dan Fauzan pun meledek Resti.
"lapar ya Res,,???
" kasian efek berduaan sampai lupa makan malem,
"tega emang tuh si Reyhan..
" hem,, engga cowoknya, enggak ceweknya, seneng bener bully orang, "
"hahahaha... Resti bisa aja,
" iya tadi Reyhan kenapa Res,,?? ko keluar dari kamar kmu kaya yg ketakutan gitu,,??? ucap Wulan.
itu, anu mak, gara-gara itu mak,
lu ngomong apa sih Resti,,?? itu anu apa,,?? tanya Wulan bingung.
"sini gua bisikin, ucap Resti,
Resti pun membisikan sesuatu ke telinga Wulan dan seketika itu pula Wulan tertawa.
" hahahaha...
"pantesan aja si Rey mukanya begitu, ternyata dia kaget,
" aduh kalian berdua tuh yah, lucu banget.. ucap Wulan.
"apaan sih mak, diem jangan berisik, gua malu,"
"jangan kenceng-kenceng ngomongnya, ucap Resti.
Wulan mendekati Naysilla dan membisikan sesuatu
kemudian Naysilla pun tersenyum,
lalu Wulan pun membisikan ke telinga Fauzan.
" hahahaha.. "
Fauzan tertawa keras mendengar nya,
"pantes aja Reyhan ngacir, " ternyata dia kaget tuh,
iissh mak kenapa bilang sama yg lain sih,,???
gua kan jadi malu, ucap Resti mendengus kesal.
"abis lucu aja, " Reyhan ternyata polos banget, "
"kalian berdua tuh lucu banget deh, hahaha...
Resti hanya bisa mendengus kesal,
dalam hatinya dia merasa bodoh ,
mengapa gampang percaya pada wulan,
Mohon maaf ya READERS baru up lagi,
biasalah waktunya terbatas,
terimakasih untuk READERS yg masih setia dengan DILEMA CINTAπ
jangan lupa like, komen dan jadikan novel di lema cinta favorit kalian tentunya,
__ADS_1
terimakasih salam sayang author,πππ₯°