DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 93


__ADS_3

Rey telah berhasil membawa Resti keatas,


dengan bantuan Fauzan,


dan beberapa pengunjung yg berada di sana,


mereka menarik Rey bersama-sama,


ketika Rey sudah di bibir jurang,


mereka semua menyambut dan menarik tangan pria kekar,


Wulan berteriak histeris melihat Resti yg sudah tak sadarkan diri.


Rey menyerahkan Resti kepada Wulan,


Wulan pun menangis melihat keadaan sahabatnya yg begitu penuh dengan luka,


di bagian tangan kaki, dan wajahnya akibat gesekan dengan bebatuan.


"Rey,, ko Resti ga bangun-bangun sih,,??


Resti GPP kan Rey,,??? tanya Wulan panik.


" Resti hanya shock dan pingsan,


"dia baik- baik aja," titip Resti ya, "


"Naysilla,,, Naysilla mana Rey,, ????


" dia gpp kan Rey,,???


"Naysilla masih di bawah,


" tapi sekarang dia sudah aman,


"ada Deril bersamanya, " jangan panik ya,


"berdoa semoga mereka berdua gpp,


" gua mau lanjut membantu menarik Deril dan Naysilla keatas.


Wulan mengangguk dan memeluk sahabatnya itu erat,


"Zan,, Deril dan Naysilla masih di bawah"


"cepet kita bantu mereka,, ucap Rey.


ok Rey,,


Deril yg masih di bawah pun,


menarik tali tambang tersebut,


agar mereka segera menarik nya keatas,


Deril memeluk erat tubuh Naysilla yg penuh dengan luka,


dan darah di keningnya pun sudah mengering,


Deril merasakan tubuhnya seperti ditarik naik,


perlahan sedikit demi sedikit,


Deril di tarik naik keatas,


hingga sebentar lagi mereka akan sampai di atas,

__ADS_1


ketika mereka melihat sebuah tangan melambai,


Rey dan Fauzan berlari mendekati,


dan berusaha menarik tangan Deril sekuat tenaga,


sedangkan para pengunjung,


yg ikut membantu menahan tali tersebut agar tidak terlepas,


Deril dan Naysilla sudah tiba di atas,


dengan selamat,


Deril pun menidurkan Naysilla,


dengan paha nya menjadi bantal untuk Naysilla,


"Naysilla bangun Nay,,


" pak Naysilla gpp kan,,?????


"ini Resti dan Naysilla kenapa diam aja,,???? ucap Wulan.


" kamu tenang Wulan,


"kita berdoa semoga mereka gpp,


"sepertinya mereka sudah terlalu lama berada dibawah, ucap Deril.


" aku emang engga becus jaga kmu Resti,,


"seharusnya aku engga biarin kalian jalan lebih dulu tadi, Rey menyesali kebodohan nya.


" udah lah Rey, "ini semua bukan salah lu,


" ini musibah, "yg penting mereka berdua udah selamat sekarang,


"sekarang juga, Deril menenangkan hati Reyhan.


" Deril betul Rey,


"sekarang kita cari tandu untuk membawa mereka turun dari sini,


" gua bakal cari tandu untuk mereka, ucap Fauzan.


"Ga perlu Zan,


" kita bakal gendong mereka sampai bawah,


"lebih baik lu sekarang turun sama Wulan kebawah,


" dan tolong siapin mobil untuk membawa mereka,, perintah Deril.


Fauzan mengangguk dan segera membawa Wulan beserta Meika untuk turun kebawah,


"Aku titip Naysilla sama Resti ya pak,, ya Rey, " ucap Wulan seraya menangis..


"tenang aja, aku pastiin mereka akan baik-baik aja, ucap Rey,.


" doakan mereka, "doa tulus dari kmu pasti akan membuat mereka kuat, ucap Deril.


Wulan mengangguk dan segera turun terlebih dahulu,


Rey dan, Deril menatap kedua gadis yg tergeletak tak berdaya di hadapan mereka,


bagi Rey ini adalah kali kedua melihat Resti dalam tak berdaya seperti ini,

__ADS_1


"lu udah siap Rey,,???? tanya Deril.


" gua udah siap,


"ayo kita bawa sekarang Ril,,!!!


Deril membopong Naysilla, dan mulai berjalan


begitu pun dengan Rey,


anak tanggayg begitu banyak,harus mereka lewati,


untuk saja saat ini hujan tidak turun,


sehingga anak tangga tidak licin.


satu persatu anak tangga mereka turuni


mereka mempercepat langkah nya,


hingga tak lama mereka tiba di bawah,


mobil mereka pun sudah terparkir persis di dekat mereka turun.


beberapa penjaga di tempat itu pun membantu,


dan meminta maaf karena kelalaian mereka


tak ada waktu untuk mendengar permintaan maaf


akhirnya Deril segera meminta tolong,


kepada dua orang penjaga ditempat itu,


untuk mengemudikan mobilnya dan mobil Reyhan.


dengan bantuan orang sekitar,


akhirnya Naysilla dan Resti kini dalam perjalanan menuju Rumah sakit,


Deril duduk di belakang,


seraya menidurkan Naysilla dengan kedua paha nya di jadikan bantal


begitupun Rey.


mereka segera mencari rumah sakit terdekat,


Deril memperhatikan wajah Naysilla sudah terlihat sangat pucat,


rasa khawatir pun terlihat jelas di wajahnya,


"sayang kmu harus bertahan,


" sebentar lagi kita tiba di Rumah sakit,,


"Pak lebih cepat bawa mobil nya pak, "teriak Deril cemas.


mobil mereka sudah tiba di lobby,


dengan segera Deril dan Rey,


kembali membopong tubuh Naysilla dan Resti keluar dari mobil dan berlari,


para petugas Rumah sakit yg begitu cekatan,


segera mendorong tempat tidur untuk Naysilla dan Resti

__ADS_1


Deril dan Rey menidurkan Naysilla,


dan Resti dan mendorongnya kedalam ruangan IGD.


__ADS_2