DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
Dilema Cinta


__ADS_3

bab 150


.


.


.


Gerry menatap bagian markasnya yang meledak, yang tepat pada kamar dimana Nelly berada.


" tidak mungkin.." gumam Gerry.


Farraz menendang Gerry dengan kerasnya.


dag..


dag..


dagg...


" kenapa.kau.ledakkan markasku !!" balas Gerry dengan tendangan memutarnya.


" kau mengalihkan semua ?? pasti ini rencanamu kan ??!" timpal dam yang membantu farraz, ia mengambil alih melawan Gerry sednangkan farraz yang dilanda kekawatiran segera berlari mencari keberadaan Istrinya berada.


" Dam jangan ikut campur !!! dan kau --???"


" kau yang meledakkan markasmu sendiri tapi kau menunduh kami ?? tetap tidak berubah.!!" ejek Dam.


Gerry yang dikuasai amarah segera menyerang Dam bertubi-tubi.


farraz yang sudah didalam, mulai mencari dari setiap pintu kamar yang ada dilantai bawah.


" nelly !! sayang !! kau dimana ??!!" teriak Farraz dengan lantang. sesekali ia melawan beberapa anak buah Gerry yang menghalanginya.


doorr.


doorr..


tembakan membuka kamar yang terkunci, namun nihil Nelly tidak ada disitu.


" sial !!! dimana bajingan itu menyembunyikan Nelly !!!" umpat Farraz penuh frustasi.


Aziel yang juga mengikuti kakaknya segera mendekat.


" bagaimana kak ?? sudah ketemu ??" tanya Aziel.


" tidak ada," jawab Farraz lirih.


" apa ??!!! diatas ?? baiklah q akan naik mencarinya.." ucap Aziel yang berlari menaiki tangga.


Disebuah lorong panjang, bisa dibilang lorong itu adalah jalan rahasia, Vanka berlari sambil menarik Nelly yang tangannya terikat serta mulut tersumpal kain.


ya, Vanka yang merasa dihianati Gerry mengambil.keputusan sendiri dengan membawa pergi Nelly dari markas itu..


rintihan dan tangisan nelly seolah tiada artinya, Vanka terus menariknya hingga sebuah pintu kecil terlihat.

__ADS_1


senyum.licik terlihat jelas diwajah Vanka ketika melihat mobil yang telah ia siapkan. dorongan yang keras membawa nelly memasuki mobil itu. tanpa menunggu apapun Vanka.menancapkan gasnya dan pergi dari tempat itu.


Nelly terus menitikkan.air mata, ingin berteriak namun semua terasa sia-sia.


" farraz..tolong q.. q takut..." ucap Nelly dalam hati.


Vanka yang sangat serius sama sekali sampai tidak menyadari jika ia telah diikuti sebuah mobil.


.


.


Farraz yang dikuasai emosi karna tidak.mendapati keberadaan istrinya berlari keluar dan mengambil alih perkelahian antara Dam dan gerry.


bukk..


bukk..


bukk..


dagg..


dagg..


" dasar sialan. !!! dimana kau sembunyikan istriku !!!??" teriak Farraz yang baru saja menumbangkan gerry.


Gerrry mengusap ujung bibirnya yang berdarah, ia kini terpojok, anak buahnya banyak yang sudah tak bernyawa. pasukan Dam memang tidak bisa disepelekan.


" ada dikamar bawah, pintunya tadi terbuka, dia ada disana. tepat dimana ada ledakan kecil tadi." jawab Gerry sambil.mengantur nafasnya.


bukk..


bukk.


" omong kosong !!! kau mau bilang melenyapkan istriku hah ???!!!" ucap farraz sambil menginjak dada gerry.


" a..aku tidak melenyapkannya !! q meninggakannya tadi didalam kamar !!" timpal gerry sambil menahan sakit didadanya.


" lalu kenapa kau meledakkan sebagian rumahmu !!! dan kenapa harus tepat dikamar istriku, brengsek !!!!" teriak farraz


dagg..


dagg..


daggg.


gerry berguling dilantai akibat tendangan beberapa kali dari Farraz.


uhukk..


uhuukkk..


gerry terbatuk-batuk dengan darah segar yang keluar.


" q.. q tidak meledakkkan kamar itu, peecayalah padaku !!" ucap gerry dengan sisa tenaganya.

__ADS_1


" shittt !!" umpat farraz yang hendak berlari menghajar gerry lagi, namun ditahan Aziel.


" kakak, hentikan !! jika kau membunuhnya sekarang bagaimana kita tau keberadaan kak Nelly ??!!!" ucap Aziel mengingatkan.


farraz menatap gerry dengan penuh kebencian. nafasnya memburu seolah darah dalam tubuhnya mendidih.


Dam pun ikut menghampiri aziel dan farraz.


" gerry katakan dimana Istri ffararz !!" ucap Dam.


" berapa kali q harus katakan !! q tadi meninggalakannya didalam kamar !! q juga merasa kehilangan jika memang dia terkena ledakan !!!" balas gerry penuh frustasi.


" apa kau bilang ??!! merasa kehilangan???!! bajingan busuk !!!" timpal Farraz yang hendak.menghajar gerry lagi, namun kembali dtahan Dam dan Aziel.


" tenanglah farraz. dia tidak akan mungkin.menyakiti nelly, percayalah padaku " bisik Dam.


" tapi Nelly tidak ada didalam !!" balas Farraz penuh frustasi.


Dam beralih menatap gerry yang mencoba untuk duduk.


" apa kau bekerja dengan wanita ular itu ??" tanya Dam pada gerry.


dengan nafas terengah-engah gerry mengangguk.


" q rasa dia bertindak sendiri kali ini. bisa jadi nelly dibawa dia !! q berselisih dengannya tadi !! kau pasti tau kenyataannya kan Dam ??!!" balas Gerry.


" apa ada jalan lain disini ??" tanya dam lagi.


" ada, pintunya ada didapur rumah ini. telusurilah, jika pintu itu terbuka berarti wanita itu lewat jalan rahasia itu." jawab gerry dengan lemah,


" apa kau bisa kami percaya ??!!" tanya Aziel penuh selidik.


" iya, bisa saja itu hanya jebakanmu sajakan ?!!!" timpal farraz.


" terserah kalian percaya atau tidak, tapi jika kalian terlambat nyawa nelly dalam bahaya. Vanka benar-benar sudah gila !! dia sangat terobsesi membunuh wanita bernama kirania, kegagalan membuatnya ingin.menghabisi Nelly yang menurutnya sangat dekat dengan Kirania." terang gerry.


baik farraz maupun Aziel hanya dapat mengepalkan kuat tangannya.


" bawa pria itu kemarkas !! sebagian ikut dengan kami !!" perintah Dam pada anak buahnya, yang dengan sigap mengikuti perintah Dam barusan.


Segera Dam menarik farraz dan aziel mencari jalan yang dikatakan Gerry barusan.


" kau yakin ??" tanya farraz ketika menemukan jalan rahasia itu.


" iya, q akan katakan alasan kenapa q percaya ucapan pria payah itu sambil kita berjalan." jawab Dam.


ketiga pria tangguh itu segera berjalan memasuki sebuah lorong rahasia dimarkas Gerry.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2