DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 121


__ADS_3

happy reading ya Readers kesayangan 😘


Apakah kesalahan ku sudah benar-benar fatal di mata Resti,


apakah aku harus jujur kalo aku pun bingung dengan perasaan ku sendiri,


apakah ku harus jujur jika aku benci melihat mu dengan Zein,, ucap Rey dalam hati..


" bagaimana jika kita bahas hal yg lain Reyy, ucap Resti.


" apa hubungan kamu sama Zein,,?? tanya Rey tiba2


Resti terkejut mendengar pertanyaan dari Rey.


" aku dan Zein saat ini hanya berteman, jawab Resti.


"sosok seperti apa Zein di mata kamu,,?? tanya Rey lagi.


" Zein pria yang baik, Ramah, menyenangkan,


" dia juga sosok yg humoris, dan lucu,


" kenapa kamu tanya seperti itu Rey,?? tanya Resti.


" apakah ada kemungkinan kalian berdua akan menjadi sepasang kekasih,,??? tanya Rey.


" aku gak tau Rey, saat ini aku hanya nyaman bersama dia,


" dia selalu bisa membuat aku tertawa,


" dan melupakan segala kesedihan,


" seperti obat penawar,,


"aku juga bisa membuat kamu nyaman,


" aku juga bisa membuat kamu tersenyum,


"dan membuat kamu melupakan kesedihan,


" aku lah penawar kamu yg sesungguhnya Ress,


" aku yg sudah membuat kamu terluka,


" maka aku juga yg akan mengobati semua luka yg sudah aku goreskan,,


" cukup Rey,,


" jgan membuat aku senang dengan semua omongan kosong kmu itu,


" aku sudah tak ingin terlibat apapun dengan mu,


" ini kan yg kamu inginkan,,???


" lepas dari aku, agar kamu bisa leluasa mengejar Naysilla,,


" tapi nyatanya aku tersiksa Ress,,


" aku mohon Rey jgan jadikan aku pelampiasan,


" jika Naysilla tak bisa bersama kamu,


" bukan berarti kamu bisa bersama aku,


" aku manusia yg punya hati, dan aku pun bisa marah.


Resti terlihat marah, dan Rey pun terdiam.


" maafin aku Rey, bukan maksud aku untuk marah sama kamu,


" tapi aku mohon, jangan bahas masalah apapun,,


" bisakah kita berganti topik,,???


" masih bisakah kita berteman,,??? Rey bertanya dengan nada sedih.


" tentu saja,, bukankah dari awal kita berteman,?


" dan posisi ku di matamu hanya teman,


" dan aku pastikan itu takkan berubah sampai kita menua.


" terimakasih Ress,, walaupun hanya teman aku sudah bahagia,


" berteman, Rey mengulurkan tangan nya, dan Resti menyambut nya dengan hati sedih.


" boleh aku meminta sesuatu Ress,??


" apa yg kamu minta Rey,??


" tolong beri aku senyuman manis kamu,


" ahahahahaha...lucu banget sih kamu Rey,


" minta ko kaya gitu,??

__ADS_1


" aku serius Ress,,


Resti tersenyum,


membuat Rey pun tersenyum dengan refleks Rey mengelus puncak kepala Resti.


" terimakasih Ress


" udah malem aku pamit ya,


" kamu juga harus istirahat,


" iya sama-sama Rey,


" aku sama yg lain,


" sedang sibuk mempersiapkan toko baru kita,


" oyaaa,,kapan opening toko kalian,??? tanya Rey


" minggu ini,, kalo kamu gak sibuk datang ya,!!


" pasti aku pasti datang Ress,,


" kalo gitu aku pamit ya,


" ibu kamu mana ,,?? aku mau pamit..


" yaudah aku panggil ibu dulu ya,,!!!


Resti pun masuk kedalam,


dan kembali menemui Rey bersama ibunya,


Rey pamitan kepada ibunda Resti, dan Resti,


mereka mengantar Rey, hingga pekarangan,


Sampai mobil Rey bergerak meninggalkan Rumah Resti.


Ada perasaan yg tak biasa yg Rey rasakan saat melihat Resti,


apalagi mengingat ucapan Resti,


gadis itu seperti telah menutup hatinya untuk Reyhan.


begitupun dengan Resti,


ada sesak yg dia rasakan,


saat memandang Pria tampan itu.


hanya kesakitan yg akan dia rasakan ,


bila tetap mencintai pria itu.


sementara itu Naysilla dan Deril yg sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah Naysilla,


" sayang kamu gak mau mampir kemana dulu gitu,,?? tanya Deril.


" kayanya langsung pulang ajja ya mass,,


" kalo mau ngobrol nanti dirumah ajja, jawab Naysilla.


" yaudah iya sayang,,


" gimana persiapan pembukaan toko kamu udah berapa persen,,???


" udah hampir 90% ko masss,,


" tinggal nunggu hari H ajja,


" yaudah kalo kamu butuh apa2 disana kamu minta bantuan pak Yahya ajja,


" nanti dia yg bantuin kamu disana,


" mass udah telpon dia untuk minta dia bantu2 kamu nanti.


" iyaa masss,,makasih banyak ya,,!!!


" sama2 sayang,, ucap Deril seraya mengelus puncak kepala gadisnya itu.


mereka pun sampai di halaman Rumah Nay,


Deril pun masuk dan bertemu kedua orangtua Nay kemudian berpamitan.


sementara Wulan yg sedang kesal dengan Fauzan,


pasalnya Fauzan saat ini sedang tiduran beralaskan paha Wulan.


" masss bangun dong, kaki aku pegel nih,,ucap Wulan.


" hehehe...abis empuk banget, bantal ajja kalah,


Wulan yg semakin geram pun bangkit dan tak memperdulikan kepala kekasihnya itu terbentur tembok,

__ADS_1


alhasil Wulan pun terkejut.


" ya Allah yank,, tega banget sih,,


" masa kepala aku sampai kebentur begini,


" kalo benjol gimana,,???


" duuhh maaf Mass aku gak sengaja,,


" lagian siapa suruh kamu gak mau bangun,


" malah bilang paha ku lebih empuk dari bantal lagi,


"tanggungjawab lah yank obatin,


" yaudah sini aku obatin,,


Fauzan pun menyodorkan pipinya,


" kan yg kebentur kepala, bukan pipi Mass,,


" yaudah kiss ajja pasti langsung sembuh,


" iiihhh modus banget sih masss,,


" ngeselin deh,, Wulan mendengus kesal.


" aaahhhh yank cuma kali ini ajja,,


" kamu kan gak pernah kisS aku hehehe..


Wulan mendekat kan wajahnya, ke pipi Fauzan,


lalu menempelkan bibirnya ke pipi pria itu,


" gimana masih sakit gak masss,,??? tanya Wulan.


" langsung sembuh sayang hehehe,, makasih aku sayang kamu,, ucap Fauzan seraya membawa Wulan kedalam pelukannya.


Wulan pun terdiam dan hanya membiarkan Fauzan memeluknya


dia pun merasakan sebuah kehangatan,


yg tulus dan nyaman.


Rey terdiam menatap langit-langit kamarnya


fikiran nya melayang,


dia selalu teringat semua ucapan Resti,


betapa tidak,


gadis itu terlihat begitu tegas menolak Rey.


apakah sebegitu dalam itu aku menyakiti nya hingga Resti begitu tidak ingin memberi kesempatan padaku,???


sebenarnya siapa kah gadis yg aku cintai,???


aku mencintai Naysilla, namun mengapa aku tak rela Resti dekat dengan pria lain,


mengapa aku begitu egois,,


Resti pantas bahagia dengan pria lain


lalu mengapa Aku tak suka, marah, kesal,??


perasaan apakah ini ya tuhan,??


apakah aku mencintai Resti,,??


Rey larut dalam fikiran nya,


dalam kebingungan nya,


yg dirinya sendiri pun tak tahu jawabannya,


dia pun terlena, dalam berbagai pertanyaan yg bersarang di kepalanya.


lelah memikirkan hal itu Rey pun tertidur.


pagi pun menjelang,


cuaca dingin selalu memaksa sebagian orang untuk ber malas2an,


namun tidak dengan Deril,


pagi ini Deril sudah rapi dengan pakaian kantornya.


dia pun berdiri di hadapan cermin untuk melihat penampilan nya.


dia pun menyisir rambut nya dengan rapi,


lalu bergegas turun ke bawah.

__ADS_1


pria tampan itu berencana akan kembali menemui sahabatnya,


jika hari ini sahabatnya itu tak datang ke kantor.


__ADS_2