DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
Dilema Cinta


__ADS_3

bab 156


.


.


.


.


Setelah drama menguras emosi dan penuh air mata kini tinggal kebahagiaan yang tersisa, apa yang diinginkan kakek benintelah terwujud satu demi satu, cucu-cucunya kini telah menemukan tambatan hati masing-masing. rasa kebahgaiaan dan ketenangan kini benar-benar menemani seorang kakek beni.


diruang kerjanya, dengan ditemani beberapa foto kenangan para putrinya, kakek Beni menceritakan betapa ia kini sangat bahagia dan telah tenang jika Tuhan ingin mengajaknya pergi kesurga.


" Karina, kalina.. apa yang kalian impikan kini telah terwujud, jika kalian disini, q yakin kalian akan bahagia melihat kebersamaan mereka, kabar bahagia lagi, kalian akan segera mendapatkan cucu, Asiel dan Kirania kini tengah menunggu kelahiran calon anak mereka. kapan kalian akan membawaku ?? kini q sudah tenang jika meninggalkan mereka semua, q lelah bersandiwara dan menahan sakit yang luar biasa ini.." ucap kakek.beni sambil terus menatap potret kedua putrinya sesekali kakek beni menatap kearah laci dimana selama ini dia menyembunyikan berbagai obat untuk mereda rasa sakit ditubuhnya.


Semua cucu dan menantu tak terkecuali Dam dan Hanum berdiri didepan pintu ruang kerja kakek beni yang sedikit terbuka, semua menitikkan air mata ketika kakek.beni berkata demikian.


Kirania perlahan masuk kedalam diikuti Aziel.


" kakek, .." ucap kirania dengan suara bergetar.


kakek.beni memutar kursinya dan mengembangkan senyum ketika mendapati semua cucunya kini ada diruangannya.

__ADS_1


" ada apa kalian kemari ?? apa sudah waktunya makan malam ??" tanya kakek beni.


Kirania memeluk kakek beni dengan berlinang air mata. " kek, kami semua sayang dengan kakek, kami ini cucu kakek kan, kenapa kakek.tidak mau menceritakan apapun pada kami semua keluh kesah kakek ?? kami akan selalu ada disisi kakek sampai kapanpun.."


kakek beni menepuk nepuk pundak kirania agar tangis cucu menantunya mereda.


" wanita hamil dilarang terlalu banyak menangis.. sudah, sudah.." hibur kakek beni.


Aziel dan farraz serta nelly berjongkok dibawah kaki kakek beni. " kami sangat menyayangi kakek.. bertahanlah dan rutin minum obat suapaya kakek bisa bersama kami sampai kelahiran cicit-cicit kakek.." ucap farraz yang memang ia tahu betul tentang penyakit yang diderita sang kakek.


kakek.beni menerbitkan senyumnya. " pasti, pasti." kakek.beni beralih menatap Dam dan hanum yang saling berpegangan tangan.


" kakek masih menunggu mereka menikah"


semua mengikuti pandangan kakek beni.


kirania tersenyum sambil mengusap sisa air matanya


" bagaimana jika kita merayakannya malam ini ??" ajak Kirania.


"itu boleh sekali. ayo.. ayo.. kita pesta dirumah.." balas kakek.beni sambil.berdiri dari duduknya dan membawa semua cucunya keruang tengah.


makan malam hangat penuh canda memenuhi ruang makan kakek.beni.

__ADS_1


semua kini telah bahagia, tidak ada lagi air mata bagi keluarga kakek beni, bahkan kakek.beni sekarang lebih semangat berolah raga dan mau meminum obatnya. semua ia lakukan demi kebahagiaan cucu dan menantunya yang setia disisinya.


.


.


hari pernikahan Dam dan hanum pun tiba, pesta berlangsung sangat meriah atas permintaan Kakek beni. Dam memang hanya asisten kakek beni, namun seolah tidak ingin membedakan status dan drajat kakek beni memperlakukan nya sama dengan kedua cucunya.


banyak tamu undangan yang hadir memenuhi gedung hotel mewah itu termasuk Bagas, juga diundang oleh Kakek beni.


semua telah menemukan kebahagiaannya kirania yang berdiri melihat betapa bahagianya mempelai dipelaminannya menitikkan air matanya. Aziel yang berada disisi Kirania langsung merangkul istri tercintanya itu.


" mereka terlihat bahagia.." ucap.kirania.


" iya, akhirnya setelah perjalanan panjang, kita dapat menemukan kebahagiaan juga." balas Aziel sambil mengusap perut kirania yang kini terlihat membesar.


Kirania menerbitkan senyumnya. perjalanan hidup.memang tidak ada yang tau apa dan bagaimana nanti kita pada akhirnya, namun jika kita menjalaninya dengan penuh rasa iklas semua akan berakhir dengan sebuah kebahagiaan.


.


.


.

__ADS_1


.


Tamat


__ADS_2