
Happy Reading Readers kesayangan 😘😘
Resti terlihat kekenyangan,
dia tak mampu lagi untuk mengunyah,
semua makanan yg ada di hadapan nya.
Zein tersenyum melihat tingkah lucu gadis itu,
" gimana kamu sudah kenyang,?
" atau masih mau nyoba makanan yg lain,?? tanya Zein.
" enggak udah cukup,
" makanan disini enak2 banget,
" tempat nya juga keren, bagus, lain kali aku mau ajak kedua sahabat aku kesini, ujar Resti.
"boleh,, kamu boleh bawa siapapun kesini,
" Caffe dan Resto ini terbuka untuk kamu, ucap Zein.
Resti tertawa dan membuat Zein bingung,
"kenapa kamu ketawa,?? tanya Zein.
" abis kamu lucu, kamu bilang gitu seolah-olah kamu pemilik tempat ini,
Zein terkejut mendengar ucapan Resti,
dan dia segera menyangkal ucapan nya.
"bukan gitu maksud aku, kebetulan pemilik resto dan caffe ini aku kenal,
"jadi aku mewakili teman aku untuk berkata seperti itu.
"hebat ya temen kamu itu, sudah punya usaha sebesar ini,
"kamu juga hebat Ress,
" di umur kamu sekarang sudah punya butik sendiri,
" sudah cantik,pinter, lucu, mandiri lagi, ucap Zein membuat Resti kaget.
"kamu itu berlebihan,
" toko itu bukan milik aku pribadi,
" toko itu hasil kerja sama aku, Naysilla, dan Wulan,
" kita bertiga membangun toko itu dari Nol, " "Alhamdulillah toko itu berkembang pesat sekarang.
" tetap saja di mata aku kamu gadis yg hebat,
" aku rasa kmu bisa mendapatkan pria manapun yg kamu inginkan
"alangkah beruntung pria yg bisa mendapatkan kamu nanti.
" nyata nya tidak semua pria bisa aku dapatkan,
" Kamu harus tau Zein,
" aku hanya gadis biasa, aku punya banyak kekurangan, aku gak sehebat yg kamu kira.
" hanya pria bodoh yg menolak gadis seperti kamu,
"atau mungkin saja mata pria itu buta,
"sehingga tidak dapat melihat ketulusan hatimu,
"itu kan menurut kamu,
" semua yg terlihat tidak seperti kenyataan nya.
" semua itu hanya tinggal menunggu waktu Ress,
" ketika waktunya tiba,
" orang yg sudah sia2 kan seseorang akan menyesal dengan sendirinya,
" percaya sama aku,, ucap Zein serius.
Resti tersenyum kecut dan terdiam,
bagaimana pun kata2 Zein seperti mengisyaratkan semua tentang perasaan hati nya,
Zein sebenarnya telah mengetahui tentang Resti dan Rey,
pria yg di cintai Resti.
Zein pun tau jika saat ini hati Resti sedang terluka,
namun gadis itu pintar menyembunyikan perasaan nya.
Zein pun sengaja berkata seperti itu,
karena dia ingin Resti tau,
bahwa Reyhan hanya segelintir pria yg tak bersyukur,
mendapatkan cinta yg tulus dari gadis di hadapannya itu.
Zein berjanji akan membuat Rey menyesal,
atas apa yg telah dia lakukan pada Resti,
dalam hati pria tampan itu,
bertanya-tanya
Resti bukanlah seseorang yg berharga dalam hatinya,
namun melihat gadis itu sempat mengeluarkan air mata untuk pria yg tak berguna membuatnya kesal.
__ADS_1
Zein pun ingin memberitahu kepada Rey,
apa arti cinta sesungguhnya.
Waktu tak terasa cepat berlalu,
Resti dan Zein pun pergi meninggalkan resto,
akhirnya Resti tiba di Rumahnya.
"mau mampir dulu Zein,?? tanya Resti.
" sudah malam, lain kali aku mampir,
" terimakasih ya sudah temenin aku makan malam,
" terimakasih atas waktunya, ucap Zein.
" sama2 Zein,
" harusnya hari ini aku yg traktir kmu,
" ko malah kamu yg traktir aku sih,?? ujar Resti.
" karena aku masih ingin bertemu dengan kamu di kesempatan selanjutnya,
" next time kamu boleh traktir aku,
" oyya Ress, aku masih bisa ketemu kamu kan,?? ucap Zein malu.
" tentu, kapan pun kamu sempat,
" kmu bisa temuin aku di rumah atau di toko,
" pintu Rumah ku terbuka selalu, ujar Resti tersenyum.
"terimakasih Ress,,
" kalo begitu aku pamit ya,
" selamat malam Ress, selamat tidur,
" assalamualaikum,, pamit Zein.
"sama2 Zein,
" iya hati2 di jalan,
"terimakasih juga untuk traktiran nya,
" waallaikumsalam,, balas Resti.
Zein pun menyalakan motor nya,
dan melaju meninggalkan Resti yg masih di depan halaman Rumahnya.
Resti bergegas masuk kedalam Rumahnya, setelah sebelumnya,
memasukan motornya ke bagasi,
dan segera merebahkan tubuhnya melepas lelah.
seorang pria duduk termenung sendirian,
hanya di temani oleh sebotol minuman,
lampu temaram dan musik yg menghentak begitu keras,
membuat pengang setiap telinga yg mendengar nya.
Beberapa wanita mendekati nya,
namun tak membuat pria itu bergeming,
Rey menatap setiap wanita yg mendekatinya dengan tatapan membunuh.
dia menenggak minuman nya,
dan bangkit pergi dari tempat itu,
berlalu dari tempat itu,
dan mengendarai mobilnya.
setiba di apartemen nya Rey segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang,
dan tak sadarkan diri hingga pagi menjelang.
pagi itu terlihat cerah,
Resti keluar dari Rumahnya,
dan dia terkejut melihat seorang pria yg sudah duduk di motornya dan tersenyum padanya.
"Zein,,???
" kamu ngapain pagi2 ada disini,??? tanya Resti.
"tadi kebetulan aku lewat sini,
jadi sekalian aku mampir,
"siapa tau kmu butuh tumpangan, Zein beralasan.
Resti tersenyum,
dan menghampiri Zein, lalu Zein menyerahkan helm kepada Resti,
"aku kan punya bawa motor,
" terus motor aku gimana nasibnya,? tanya Resti.
"hari ini spesial, aku bakal antar jemput kmu, ucap Zein.
"dalam rangka apa,,? tanya Resti.
__ADS_1
"dalam rangka hari pertemanan,, ucap Zein asal.
Ahahahahaha..
Resti tertawa mendengar jawaban Zein,
yg menurut nya tak masuk akal,
namun Resti menghargai Zein
dia memakai helm dan segera naik keatas motor Zein.
"yukk jalan,, ajak Resti,,
Zein tersenyum dan mulai menjalankan motornya menuju toko Resti.
sementara Wulan dan Nay,
telah tiba di toko dan sedang meminum kopi,
mereka melihat kedatangan Resti dan Zein
Wulan dan Nay tersenyum simpul.
"assalamualaikum selamat pagi semuanya,, ucap Resti.
"assalamualaikum pagi Naysilla,Wulan, sapa Zein.
"waallaikumsalam,,haiii pagi Zein,Resti,,jawab Nay.
"waallaikumsalam,,pagi juga,,
" pagi2 udah berduaan ajja,
" emang gak puas ya ketemunya semalem, ledek Wulan seraya tersenyum.
Naysilla menyenggol lengan Wulan,
dan tertawa.
sedangkan Resti terlihat malu.
"tdi tuh Zein lewat daerah Rumah gua Mak,
"jadi dia mampir gitu,
" bener kan Zein,??
"iyaaa bener,, gua kebetulan lewat daerah Rumah Resti,
" jadi gua mampir sekalian ngajak Resti bareng,
ucap Zein menjelaskan.
" kebetulan apa sengaja nih,?
" soalnya kebetulan sama sengaja beda tipis hahahaha,, Wulan kembali meledek Zein.
"Makk iiiihhh apaan sih,,??
"Rese deh,, gausah denger ucapan Wulan ya,
" dia emang gitu orangnya, ucap Resti.
Zein tersenyum dan melihat kearah Wulan,
"gapapa ko,aku suka tipe teman seperti Wulan,
" yaudah kalo gitu aku pamit ya,
" aku harus ketempat Gym,,
"Nay, Wulan aku pamit ya,
"loh gak ngopi dulu Zein,?? tanya Nay.
"lain kali ajja Nay,, terimakasih,,
" kalo lain kali berarti bakal ada pertemuan selanjutnya dong,, ucap Wulan menahan tawa
Zein tersenyum,
"kalo gitu gua pamit ya assalamualaikum,,
"Ress aku pamit ya, assalamualaikum,,
"iyaa waallaikumsalam,, hati2 di jalan Zein, ucap Resti,
"waallaikumsalam,,jawab Nay dan Wulan.
Zein berlalu dari hadapan mereka,
dan Resti segera mendekati Wulan,
gadis itu langsung mencubit pipi Wulan dengan gemas,,
"iiihhh,,lu ya makkk,, iseng banget sih jadi orang,
"ngapain si bilang kaya gitu sama Zein,?? ucap Resti kesal.
"iisshh,, sakit Ress,,
" muka gua bisa Rusak kalo lu cubit sembarangan,
" mahal tau perawatan nya, jawab Wulan.
"bodo amat, siapa suruh punya mulut comel, ucap Resti seraya berlalu dari hadapan Wulan dan Nay.
"aaahahahaha,, ngambek dia,
"eehh anak perawan gak boleh marah2 nanti Zein nya diambil orang, hahaha.. Wulan membully Resti.
" lu sih Makk,, jadi marah kan Resti nya,, ucap Nay.
" ahahahahaha...Wulan kembali tertawa membuat Resti semakin kesal,
__ADS_1