DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 122


__ADS_3

happy Reading Readers kesayangan 😘


Deril tiba di kantornya,


ketika dia datang, semua karyawan pun membungkuk kan badan, tanda menyapa


namun siapa sangka, Deril malah melempar senyum kepada semua karyawan nya,


hal yg sangat jarang terjadi.


" gua gak salah liat kan ya,,?? Pak Deril senyum loh,,


" ya ampun manis banget senyum nya,,


" makin tampan aja deh,, ya ampun sempurna banget jodoh orang,, ucap salah satu karyawan nya.


" iya yah momen langka banget,,


" tampan sekali idola kita,, karyawan yg lain menimpali.


" sssttt,,,jgan berisik nanti kedengaran Pak boss habis kalian,,


" ayoooo kerja lagi,,


mereka pun kembali pada pekerjaan masing2 fokus tanpa suara,


sementara sang bos sudah duduk di kursi kebesaran nya,


dan mulai memeriksa beberapa file.


Fauzan yg sudah menunggu kedatangan ssepupunya pun,


lalu memasuki Ruangan sang bos.


tokk..tokk..


" masuk,,!!! perintah Deril


"assalamualaikum,,selamat pagi Boss,,


" Waallaikumsalam,, pagi juga,,


" ada apa Zan,,???


" gak ada apa2 boss,


" hanya ingin menyapa sepupu gua,


" yg hari ini terlihat lebih rapi dari biasanya.


" kenapa ada yg salah,,???


" gak ada hehe,,semenjak sama Naysilla lu berubah,


" gua suka itu.


" Reyhan datang hari ini,,? tanya Deril mengalihkan pertanyaan.


" gua belum liat dia datang boss,,


" apa perlu gua hubungi dia,?


" gak perlu,,


" apa kerjaan lu sedikit hari ini,,? sampai di jam kerja lu ada disini,??


" hehehe,,kerjaan gua udah beres tinggal lu tandatangani,,


" awas kalo sampai ada yg salah, gua pindahin lu ke cabang Afrika,,


"hehehe...busyet dah boss maenan nya ngancem serem,


" yaudah gua balik keruangan dulu bye..


" hemm..


Fauzan berjalan meninggalkan Deril yg masih sibuk dengan pekerjaan nya.


sedangkan Naysilla dan yg lain nya pun,


sedang sibuk menyiapkan semua keperluan untuk pembukaan toko mereka,


persiapan sudah hampir selesai.


di apartemen nya Rey masih terlihat gelisah,


bagaimana tidak,


dia selalu teringat pada Resti,


sampai tidur untuk dia memikirkan gadis itu.


Kemudian Rey teringat bahwa dia berniat datang dan menemui Deril,


Rey pun bergegas berangkat menuju kantor.


tiba di kantor,


Rey langsung menemui sang boss sekaligus atasan nya,


dia mengetuk pintu,


dan ketika terdengar suara Rey kemudian masuk.

__ADS_1


" assalamualaikum,,selamat pagi pak boss,, sapa Rey.


Deril terkejut melihat sang sahabat yg berdiri di ambang pintu.


" Reyy,, silahkan masuk,,duduk,,!!!


" gimana kabar lu hari ini,,? tanya Deril.


" terimakasih,, kabar gua baik,


" kedatangan gua kesini untuk minta maaf sama lu,


" maaf atas keegoisan gua selama ini,


" gua terlalu kekanakan, dan selalu mencampur adukan masalah pribadi dan pekerjaan,


" maaf kalo gua kurang profesional.


" gua udah maafin lu sebelum lu minta Rey,


" gua faham dan mengerti posisi lu,


" maaf Rey, tapi urusan Naysilla gua gak punya niat untuk menikung lu,


" semua itu karena Papa Naysilla dan Papa gua yg atur Rey.


" gua tau boss,,


" Fauzan sudah cerita semuanya sama gua,


" maaf gua sudah salah sangka sama lu,


" gua bener2 di butain cinta, hingga tak Mandang sahabat gua sendiri.


" gapapa Rey, kita berdua salah,


" maafin gua juga,


" oyaaaa,, itu berarti lu gak bisa resign dari perusahaan ini,


" karena gua gak izinin itu terjadi, ucap Deril.


" iyaaa,,


" gua akan tetap disini bersama lu,


" kita buat perusahaan ini lebih maju dari sebelumnya,,


ucap Rey seraya bangkit dari duduk nya,


dan menghampiri Deril lalu memeluk erat sahabatnya itu.


saat Deril dan Rey sedang berpelukan,


Fauzan masuk dan mulai mengacaukan suasana.


" ko gua gak diajak,??


" kalian gak lupain gua kan,, ?


" gua gak mungkin lupain lu Zan,, ucap Rey seraya menghampiri dan memeluk Fauzan.


"terimakasih lu udah membuka mata hati gua,


" kalo bukan karena lu, gua pasti masih di butain sama ego gua,


" terimakasih atas saran dan nasehat lu selama ini, ucap Rey pada Fauzan.


" sama2 Rey,,


" gua seneng kalo kalian berdua akur,


" gua lakuin semua ini untuk persahabatan kita,


Rey mengangguk


" boss boleh nanti siang gua temui Naysilla,??


" gua juga ingin berterimakasih dan minta maaf sama dia,


" lu tenang ajja, gua akan belajar untuk ikhlaskan Naysilla,


" karena gua tau, yg Naysilla cinta itu cuma lu,


"dan bersama lu dia pasti bahagia,


" kalo dia bahagia, gua pun akan bahagia,, ucap Rey.


"terimakasih Rey,,


" semoga lu bisa di pertemukan dengan wanita yg baik,


" kapanpun lu ingin bertemu Naysilla, lu bisa datangin dia, gua gak keberatan..


" terimakasih,, kalo gitu gua mau balik keruangan dulu,


" gua pamit assalamualaikum,,


" iya Reyy,, waallaikumsalam,, ucap Deril dan Fauzan.


" Alhamdulillah satu masalah sudah selesai,


" semoga kedepannya gak akan ada masalah lagi, ucap Fauzan.

__ADS_1


" gua balik ke ruangan dulu boss,, assalamualaikum..


" hemm waallaikumsalam..


sepeninggal Rey dan Fauzan Deril kembali duduk di kursi kebesaran nya,


hatinya sedikit lega saat ini,


dia pun kembali memulai pekerjaan nya.


sedangkan Fauzan tak kembali ke ruangannya melainkan mendatangi Ruangan Fauzan,


Fauzan masuk tanpa mengetuk pintu


Rey yg melihat kedatangan Fauzan,


hanya geleng-geleng kepala.


" bisa gak sih kalo masuk ruangan orang ketuk pintu dulu,,?? ucap Rey.


" ruangan ini sudah tak memiliki pintu bagi gua hahahaha...Fauzan tertawa keras.


"dasar gila, ngapain lu kesini, ini jam kerja.


" gua cuma pengen mengklarifikasi sesuatu sama lu,


bener lu udah ikhlasin Naysilla bersama Deril,??


Rey terdiam,


" gua akan berusaha mengikhlaskan,,


" gua mencoba mengikuti saran lu Zan,


" gua tau ini berat Rey,,


" tapi gua yakin lu bisa lalui ini semua,


" lu juga harus minta maaf sama Resti.


" gua udah ketemu Resti, gua sama dia udah baik2 ajja, kita berteman sekarang.


" hanya teman,? tanya Fauzan heran.


" iyaa Resti masih kecewa berat sama gua,


" jadi gua akan biarkan kita seperti ini sekarang,


" sebenarnya apa perasaan lu sama dia,??


" lu gak mungkin kan gak punya perasaan sama dia sedikitpun.


" entah lah Zan,


" banyak nya waktu yg gua dan dia lalui membuat gua senang.


" gua Senang, ketika dia meminta gua untuk melindunginya,


"gua senang ketika dia membutuhkan gua,


" gua senang selalu di sisi dia,


" dan gua ingin selalu melindungi dan menjaga dia, ucap Rey semangat.


" itu sih fix lu udah jatuh cinta sama dia,


" apa lu yakin Zan,??


" gua yakin 1000% Rey hanya lu belum menyadari nya


" saran gua jgan sia2 kan apa yg sudah lu dapat sekarang.


" apalagi sekarang lu punya saingan yg sangat berat.


" maksud lu Zein,???


" iyaaa pria itu seperti nya menaruh hati pada Resti,


" dia pun sering datang ke toko untuk mengajak Resti makan siang


" untuk saat ini Resti masih bersikap biasa,


" tapi satu hal yg harus lu tau, cinta itu hadir karena terbiasa bersama.


" lalu apa yg harus gua lakuin Zan,?


" lu harus kejar Resti lagi, jgan beri celah si Zen Zein itu deketin Resti.


" pepet terus sampai mentok hahahaha...


Rey geleng-geleng kepala mendengar jawaban Fauzan,


namun dalam hati Rey membenarkan juga ucapan sahabat gilanya itu.


" kalo Resti gak mau dan benci gua gimana,,?? tanya Resti putus asa.


" dasar manusia bodoh,, bisnis ajja otak lu lancar,


" giliran masalah perempuan bodoh gak ketulungan.


" Resti itu masih punya Rasa sama lu Rey,


" hanya ajja keadaan saat ini membuat dia harus menjauhi lu, karena dia tau lu gak mencintai dia.

__ADS_1


" iya gua bakal ikutin saran lu,


" thanks untuk saran nya,, ucap Rey seraya tersenyum.


__ADS_2