DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
Dilema Cinta


__ADS_3

bab 153


.


.


.


Vanka menatap Sinta penuh kebencian dan kemarahan, beberapa kali Vanka mengedarkan pandangannya melihat aksi kakek tua yang selalu menghalangi rencananya.


Vanka akan berlari menyerang kakek.beni, namun dihadang Sinta dengan senyum liciknya.


" jangan menyerang dari belakang VankaLiza.." ucap Sinta


" tutup mulut kotormu itu !!" Balas Vanka seraya menyerang Sinta membabi buta.


kirania benar-benar sangat penasaran dengan keadaan didalam. yang paling kirania fikirkan adalah kakek.beni. usianya yang sudah lanjut sangat tidak baik jika ia dalam pertempuran seperti itu.


" q tidak bisa diam disini.. " kirania hendak turun, namun ia melihat setruk besar anggota Vanka yang datang entah dari mana. mereka langsung turun dan menyerang anggota Sinta dan Brian.


" oh..Tuhan.. bagaimana ini.." gumam Kirania yang diselimuti kekawatiran.


Vanka menerbitkan senyum liciknya ketika netranya mendapati anak buah yang sejak tadi ia tunggu sudah datang, dan mulai membantu. kini bagai tidak adil, anggota Vanka dua kali lipat lebih banyak dari anggota Sinta dan Brian.


" shiitt !!!" umpat Brian. ia berusaha melindungi kakek.beni.


dorr..


dorr..

__ADS_1


dorr..


dorr..


tembakan terdengar dimana-mana, sampai kamar dimana nelly disekap, Nelly terus memutar otaknya agar ia bisa kabur dalam keadaan berantakan itu. namun ikatan ditangannya begitu kuat,.


Kirania memandang Pistol pemberian Sinta, ada sesuatu yang menggelitik dihatinya saat memegang senjata berbahaya itu.


akhirnya dengan mantap Kirania memegangnya dan menatap tajam kearah gedung.


pertarungan terus terjadi, banyak anggota Sinta dan Brian yang sudah tergeletak.


" kalian akan mati disini !! dasar pengganggu !!!" teriak Vanka.


" katakan nanti jika sudah waktunya wanita gila ?!!" balas Sinta yang saling serang.


bukk..


bukk.


bukk.


hampir saja kakek beni terkena sayatan Belati dari belakang namun sebuah timah panas melayang mengenai pria yang hendak.melukai kakek beni dari belakang.


dorr..


kakek.beni yang terkejut menoleh sumber suara, betapa terkejutnya ia ketika mendapati kirania dengan pistol ditangannya.


Vanka yang melihat sasaran utamanya ada disitu segera berusaha melumpuhkan Sinta.

__ADS_1


" q tidak menyangka kalian akan memberikannya padaku " senyum Vanka dengan liciknya. Vanka melakukan teknik memutar dan menunbangkan sinta hingga terpelanting begitu saja.


" tidak semudah itu Vanka, lihatlah jiwa seorang putri dari ketua mafia.." gumam Sinta sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah.


Kirania.berlari mendekati sang kakek.


" kakek baik-baik saja ??" tanya Kirania dengan kawatir.


" kenapa kau kesini ?!! ini berbahaya.." jawab kakek.beni.


"q tidak bisa diam disana kek, kita akan hadapi sama-sama." belum cukup kakek.beni bicara, Para anak buah Vanka.menyerang kakek.beni dan kirania secara bersamaan.


Kirania mengusap perutnya yang masih rata."sayang bertahanlah sebentar, kita harus menyelamatkan bibimu." gumam Kirania pada calon anaknya.


entah kekuatan dari mana, kirania terus menghajar siapapun yang menyerangnya.


Vanka terkejut bukan main dengan adik tirinya yang selama ini tidak pernah melakukan bela diri atau bermain senjata, sejak tadi ia sangat berusaha agar mendekati kirania, namun sinta seolah tidak memberinya celah sedikitpun.


" kau terkejut Vanka ??! " ejek Sinta yang berhasil menendang dada Vanka hingga Vanka terhuyung kebelakang.


" semua pasti karna kau kan sinta ??!! dasar.." Vanka berlari menyerang Sinta membabi buta, seolah sudah dikuasai emosi yang meluap.


Kakek beni tersenyum bangga melihat aksi kirania. " Kalina, lihatlah betapa tangguhnya putrimu.


beberapa pria yang baru masuk gedung itu teeteguh dengan pemandangan didalamnya. salah satunya bahkan membulatkan matanya melihat aksi kirania yang terus menghajar anak.buah Vanka dengan membabi buta.


" benarkah itu istriku ??!!" gumamnya .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2