DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 139


__ADS_3

happy Reading Readers kesayangan 😘 jgan lupa like coment vote nya 🙏


acara lamaran Nay dan DERIL telah usai,


kini pasangan yg tengah berbahagia telah berada bersama para sahabatnya,


Nay dan DERIL kini berada tengah bersama Rey,Fauzan, Resti dan Wulan.


kedua sejoli itu tengah saling menatap dan bahagia,


saling menggenggam,


seakan tak ingat bahwa kini mereka telah bersama para sahabatnya.


" hemm,, yg bentar lagi mau nikah,, mesra terusss,, ledek Fauzan..


" sirik ajja lu,, jawab sang Boss..


" makanya Zan cepetan nyusul jgan pacaran terus,,


" nanti kesalip gua nangiss,,,ahahahahaha...


" sialan lu Rey,, tunggu lah gua kn paling tua diantar kalian,,


" syukurlah kalo lu udah ada rencana menikahi Resti,,


" di segerakan Rey, jgan di tunda,,!!!! DERIL menyemangati Reyhan.


"pasti,, gua akan cari waktu,


" untuk bisa membawa Resti ke Yogyakarta ketemu orangtua gua Boss,


" kapanpun lu mau lu boleh ambil cuti Rey,


" gua akan izinin,


"dan gua akan kasih kado pernikahan buat lu dan Resti,, janji DERIL.


" okey Boss terimakasih sebelumnya,,


DERIL mengangguk,,


" gua gak di kasih hadiah juga nih,??? tanya Fauzan,,


" nikahin dulu Wulan baru lu boleh minta hadiah apapun sama gua,


" aahhsiyap tunggu ajja tanggal mainnya,, ucap Fauzan.


sementara ketiga wanita cantik,


yg tengah mendengar kan para prianya berbincang, hanya tersenyum.


Resti dan Wulan tak menyangka,


jika Fauzan dan Rey telah merencanakan hal yg serius tentang hubungan mereka.


sementara itu seorang wanita yg berada di dalam sebuah mobil, menahan amarahnya,


melihat kebahagiaan ke tiga pasangan itu,


terlebih kepada pasangan yg baru saja bertunangan.


" tertawa lah kalian sekarang,,


"karena sebentar lagi aku akan merebut semua kebahagiaan kalian,


" satu persatu dari kalian akan ku buat hancur,


" akan ku hancurkan semua kebahagiaan kalian tanpa terkecuali hahahaha....


gadis itu menaikan kaca mobilnya,


dan terdengar deru mesin dan mobil pun melaju dengan kencang.


malam pun semakin larut,


akhirnya mereka semua pun berpamitan,


Rey dan Fauzan sudah lebih dulu pulang,


untuk mengantarkan para wanitanya


tinggal DERIL seorang diri kini,


DERIL yg sudah berpamitan pun diantar Naysilla menuju mobilnya,


DERIL tak berhenti menggenggam tangan Naysilla seakan tak ingin berpisah.


" aku pamit ya sayang,


" maaf kalo setelah acara kita ini aku akan sibuk,


" karena banyak pekerjaan yg harus aku selesaikan sebelum pernikahan kita.


" iya Mass aku faham,


yg terpenting komunikasi harus tetap berjalan,


" kamu jgan telat makan dan jaga kesehatan,


" itu pasti sayang, kalo begitu Mass pulang,


DERIL mendekati Naysilla dan mengecup kening gadis itu lama,


dan memeluk gadisnya,


karena beberapa hari kedepan DERIL akan disibukan dengan pekerjaan,


dan tak mungkin memiliki kesempatan berdua bersama Naysila..


DERIL melepas pelukan nya dan tersenyum,


" assalamualaikum sayang,, l love u sayang selamat tidur, mimpiin aku ya,,!!!!


" iya Mass aku pasti mimpiin kamu,, waallaikumsalam, love u to Mass.


DERIL tersenyum mendengar kata yg terakhir Naysilla katakan,


lalu DERIL dengan segera meninggalkan Naysilla,


memasuki mobil mewahnya dan berlalu.


pagi itu suasana di kantor sudah mulai sibuk,


para karyawan sudah berkutat dengan pekerjaan masing-masing,


begitu dengan Boss mereka.


DERIL kini tengah duduk di kursi kebesarannya dengan setumpuk berkas,yg sangat banyak,


dia mulai fokus memeriksa beberapa file satu persatu..


" assalamualaikum pagi Boss,, sapa fauzan


" hemm waallaikumsalam,,


" Zan kebetulan lu datang, gua butuh bantuan lu,


" tolong gantiin meeting gua jam 1 nanti,


" Karena gua harus menemui seseorang juga di jam itu,


" gua rasa waktunya bentrok gua gak mungkin nemuin mereka berdua di jam sama.


" ko bisa Siska bikin jadwal lu berantakan begitu,


" ini bukan salah Siska,, ini salah gua,


" gua yg meminta Siska memajukan semua pekerjaan dan meeting gua dengan beberapa tamu klien kita,


" awalnya gua fikir untuk mempersingkat waktu,


" tapi ternyata prediksi gua salah,


" pekerjaan gua lebih banyak dari yg gua bayangkan..


" okey Boss lu tenang ajja gua bakal handle separuh dari pekerjaan lu,


" dan gua harap lu bisa jaga kesehatan karena pernikahan lu dan Naysilla tinggal 2 Minggu lagi.


" jangan terlalu di forsil Boss,,!!!!

__ADS_1


" thank you Zan,, terimakasih juga untuk nasehatnya,,


" tenang ajja gua bakal jaga kesehatan,


"dan gua pastiin gua baik2 ajja sampai hari pernikahan gua tiba..


" okeyy gua tenang dengernya,, yaudah gua balik ke ruangan ya assalamualaikum,,


" hemm waallaikumsalam,,,


" siang itu Fauzan segera berangkat menuju


tempat meeting nya,


untuk menggantikan DERIL, di dalam mobilnya Fauzan menghubungi Wulan,


karena Fauzan telah berjanji akan makan siang bersama dengan Wulan,


namun apalah daya tugas dari sang Boss tak mungkin dia tinggalkan..


" tuuuttt...tuuuttt...tuuuttt...


" hallo assalamualaikum Mass,, sapa wanita di ujung telpon.


" waallaikumsalam sayang, maaf ya sayang,


" aku gak bisa ngajak ibu makan siang bareng,


" karena Mass dapet tugas dari Boss untuk menemui klien siang ini,,


" kamu gapapa kan sayang,?? jgan marah ya,,???


" aku janji begitu ada waktu aku langsung nemuin kmu ok sayang,,


" please jawab dong jgan diem ajja,!!!


" ya ampun Mass gimana aku mau jawab kamu dari tdi nyerocos terus,,


" hehehe..iya maaf sayang soalnya Mass gak mau kamu marah,


" kamu kan kalo udah marah lama,,


" ahahahahaha..iya sayang gapapa ko,


" kamu terusin ajja pekerjaan nya,


" lagian aku bisa makan siang bareng Naysilla sama Resti ko,


" kamu fokus kerja ajja ya,, tapi jgan telat makan Mass,


" inget jangan terlalu di forsil okey Mass,,


" iya sayang makasih untuk pengertian nya,,


aku makin sayang kamu,,ilove u sayang..


" love u too Mass,,


" assalamualaikum,,


" waallaikumsalam,,


telpon pun tertutup,


dan kemudian Fauzan melajukan kendaraannya dengan hati tenang,


sedangkan Wulan tetap saja mendengus kesal,


Nay yg melihat itu pun bingung,


kemudian menghampiri Wulan dan bertanya.


" kenapa sih Makk,,?? ko manyun gitu,,??? tanya Nay,


" ini Fauzan, katanya gak jadi makan siang di sini


" soalnya dapet tugas dari calon suami lu itu buat nemuin klien mereka Nay.


" oohh gitu,, yaudah gak usah sedih kan masih ada kita,,


" iya Nay gua gapapa ko hehe,,


" yaudah kita makan siang bertiga ajja yukk,,


mereka mengangguk kan kepala dan kembali keaktifitas masing-masing.


Fauzan memarkirkan kendaraannya,


lalu masuk menuju tempat meeting, dengan sedikit tergesa-gesa.


dua jam kemudian Fauzan telah menyelesaikan kedua tugasnya dengan baik dan hasil memuaskan.


pria itu kini tengah duduk,


dan bersiap untuk pulang meninggalkan tempat itu dan menjemput wulan,


dua orang wanita yg sedang duduk pun memperhatikan kearah Fauzan.


" kami lihat pria yg pakai jas hitam itu,,??? tanya wanita itu kepada wanita di sebelahnya.


" iya tentu saja aku melihatnya,, apa yg harus aku lakukan Nona,,???


" kau harus melakukan,,,,,,,,


wanita itu membisikkan sesuatu ke telinga orang suruhan nya,


lalu wanita suruhan itu mengangguk.


" pria itu mantan seorang Casanova,


" jadi mungkin saja kau bisa dengan mudah melakukan nya,


" baik Nona akan saya lakukan,,


" pergilah hati2 ketahuan, jalankan rencana dengan baik..


" baik Nona saya permisi..


wanita seksi memakai baju terbuka dengan setengah dada terlihat itu,


berjalan melenggang kearah Fauzan,


dan menatap Fauzan dengan tatapan genit,


Fauzan yg tak memandang kearahnya,


pun terlihat biasa saja.


lalu Fauzan berjalan kembali menuju lobby namun tiba2 gadis itu menabrak Fauzan,


dan menempelkan warna lipstick nya di kerah baju dan di leher Fauzan secara sengaja.


" apa yang kamu lakukan Nona,,??? tanya Fauzan.


" maaf mass maaf sekali,


"kepala saya sedang pusing, saya kurang enak badan maaf sekali lagi Mass,,


Fauzan tak menggubris ucapan Nona itu,


dan kembali melangkah meninggalkan wanita itu sendiri.


" pria tampan yg angkuh,,menarik juga,, ucap wanita itu tersenyum


DERIL yg baru saja keluar dari sebuah cafe segera memasuki mobilnya,


hingga suara panggilan telpon pun terpaksa dia terima.


" assalamualaikum,,


" hemm,, waallaikumsalam,, gua udah bertemu kedua klien kita,


" tugas gua sudah selesai, kayanya gua gak akan balik ke kantor udah sore juga,,


" gua mau langsung ke toko untuk jemput Wulan.


" okkey Zan thanks banget untuk bantuannya,,


" okey,, sampaikan salam sayang gua untuk calon istri gua,,


" pasti boss terimakasih assalamualaikum,,

__ADS_1


" hemm waallaikumsalam..


DERIL dan Fauzan sama2 memasuki mobil mereka,


dan melesat menuju tempat mereka masing2.


DERIL sebenarnya ingin ikut bersama Fauzan menemui pujaan hatinya,


namun dia sudah bertekad untuk membereskan semua pekerjaan nya sebelum hari pernikahan,


pria itu memilih menahan rindunya,


karena akan banyak waktu untuknya dan Naysilla setelah mereka menikah.


Fauzan tiba di toko Naysilla,


dia membuka pintu toko dan melenggang masuk,sepi itulah yg dia lihat kini,


" assalamualaikum,, salam Fauzan.


" waallaikumsalam,,


Wulan berlari menghampiri prianya itu,


dan memeluk pria itu,


namun senyum cantik wanita itu hilang,


saat melihat tanda bibir di leher dan di kerah baju kekasihnya itu.


Wulan memasang tampang curiga dan tak ada lagi senyum di wajahnya.


" kamu darimana Mass,,??? tanya Wulan.


" aku abis meeting lah sayang, gak mungkin habis bercinta kan,??


" aku benar2 sedang banyak pekerjaan sekarang.


Wulan terdiam batin nya dilema,untuk melihat semuanya,


" kamu yakin abis meeting Mass,,??


" ya iyalah sayang,,


" kamu tuh kenapa sih,,??


" aku tuh lagi cape banget loh, kmu malah nanya begitu..


" aku kan cuma nanya Mass,, kamu kan bisa jawab baik2


" gak usah marah gitu, asal kamu tau ya aku itu nanya kamu karena ada sebab.


" udah lah sayang aku lagi males debat sekarang,


" yukk kita pulang habis ini aku ada janji lagi sama klien.


Nay dan Resti saling memandang,


sebenarnya Nay dan Resti tau apa alasan sahabatnya bersikap seperti itu,


karena tanda bibir di leher dan di kerah Fauzan yg terlihat begitu jelas walaupun di kejauhan.


" Nay,Ress,,Kaka sama Wulan duluan ya,,


" kalian hati2 pulangnya..


" Oya DERIL titip salam sayang buat kamu,


" iya ka kalian juga hati2,,


" kirim kan salam balik aku untuk dia ya ka,, ucap Nay.


Fauzan mengangguk,


" Nay, Ress gua duluan ya,,!!! pamit Wulan dengan wajah terlihat lesu.


mobil Fauzan melaju meninggalkan toko,


sepanjang perjalanan tak ada yg membuka percakapan,


baik Wulan maupun Fauzan saling diam seribu bahasa.


mobil telah terparkir di halaman rumah Wulan,


tanpa pamit,


Wulan kemudian membuka pintu,


dan hendak berlalu,


namun tangan Fauzan mencekalnya.


" tunggu sayanggg,,


' kamu kenapa sih,,?? salah aku apa,?


" kalo aku salah aku minta maaf,


" maaf tadi tuh aku capek banget, makanya aku jadi emosian,


" lebih baik sekarang kamu cari kaca,


"dan cari sendiri jawaban nya, ucap Wulan seraya berjalan masuk.


Fauzan segera berlari menuju kaca spion mobilnya,


dan melihat apa maksud Wulan,


namun Fauzan terkejut,


saat melihat tanda merah berbentuk bibir di leher, dan di kerah bajunya..


" aaahhhh shhittttt...


Fauzan berlari menuju rumah Wulan,


dan terlambat Wulan sudah masuk kedalam dan mengunci pintu rumahnya,


Fauzan pun di buat kalang kabut..


" sayangggggggggggggg bukan pintunya,,!!!


" ini gak seperti yg kamu lihat,,


" pleaseee dengerin dulu penjelasan aku!!!!


" aku juga gak tau darimana tanda merah ini berasal,,


" please sayang percaya sama aku..


" aaarrrggghhhhhhh...


Fauzan berteriak dengan frustasi,


otak nya berfikir keras,


darimana tanda merah di leher dan di kerah bajunya itu,


tak mendapat jawaban Fauzan menjambak rambutnya..


tak lama suara mobil pun terdengar meninggalkan halaman rumah itu,


dan berangsur menghilang,


Wulan menangis terisak merasakan dadanya terasa begitu berat dan sakit.


" ternyata cuma segitu doang sayang kamu sama aku Mass,,


" harusnya kamu bertahan meminta maaf padaku,


" bukan menyerah dan meninggalkan aku begitu saja disini sendirian,


" ternyata seorang playboy tetaplah Playboy takkan bisa berubah,,


" aku benci kamu masss hiks.. hiks..


Wulan menangis memegang lututnya,


dan membenamkan wajah di lututnya,


untung saja Meika tidak ada dirumah,

__ADS_1


sehingga dia tidak perlu melihat dan mendengar pertengkaran orang dewasa.


\#bersambung\#


__ADS_2