
happy Reading Readers kesayangan π
jangan lupa like, coment & vote nya π
adzan subuh berkumandang,
Nay pun terbangun dari tidur cantiknya,
dia terkejut melihat DERIL tidur dengan nyenyak disisinya.
Nay menggerakkan tubuhnya dan mulai bangkit,
Naysila kembali terkejut,
ketika melihat pemandangan yg ada di depan matanya.
Resti tidur di sebelah Rey,
tepatnya kini Rey dan Rey tidur dalam satu brankar,
" mungkin Resti ketiduran,, seperti itu fikiran Naysilla,
Naysilla meraih tas kecil dan membangunkan DERIL,
pria itu begitu terlelap dalam tidurnya,
sebenarnya Nay tak sampai hati membangunkan nya,
namun mengingat waktu subuh sudah tiba Nay pun terpaksa membangun kan nya.
" Mass bangun udah subuh,,
pria itu tidak bergeming dan tetap melanjutkan tidurnya,
Nay mendekati pria itu dan berbisik di telinga nya,
" Mass,, bangun udah subuh, waktunya solat,,!!
DERIL mengeliat ketika telinga nya tertiup,
pria itu membuka mata dan memicingkan matanya,
DERIL pun mempertegas penglihatannya,
sejurus kemudian dia tersenyum,
saat membuka mata orang yg pertama dia lihat adalah Naysilla,
gadis yg begitu ia cintai,
dia pun menarik Naysilla kedalam pelukan nya.
Naysilla yg tidak siap dengan semua itu akhirnya menjatuhkan wajahnya di dada bidang pria itu,
Nay bisa merasakan detak jantung pria itu yg tak beraturan,
" 5 menit Nay biarin kaya gini dulu," ucap DERIL dengan mata yg tertutup.
Nay pun mengikuti ucapan pria itu,namun sejurus kemudian dia terbangun.
" okeyy waktu 5 menit sudah habis,
" kita solat sebelum waktunya juga habis, ucap Nay menarik pria itu agar bangun.
DERIL tersenyum dan bangun dari tidurnya,
lalu mereka berjalan menuju pintu,
mereka berdua melirik kearah brankar,
dan melihat Resti dan Rey yg tertidur dalam satu ranjang.
DERIL hanya tersenyum,
sedangkan Naysilla bingung mengapa mereka bisa tidur seperti itu.
" Mass kenapa Resti bisa tidur di brankar Rey,??
" apa aku harus bangunin dia,?? tanya Nay.
" Mass, juga gak tau sayang,
" gak usah biarin ajja nanti dia malu sayang,
" yukk kita ke mesjid dulu,,!!!
Nay mengangguk dan mereka kembali berjalan menuju mesjid.
Resti mengeliatkan tubuhnya,
dan membuka matanya,
dia terkejut saat melihat kearah samping nya Rey sedang terlelap tidur,
dan Resti lebih terkejut lagi saat mengetahui dia tidur di brankar Rey.
__ADS_1
" iisshh kok gua bisa tidur di sini sih,??
"gimana ceritanya gua bisa naik ke brankar,
" aduhhh,, memalukan banget sih,!!
" kalo Rey tau gimana,?? mungkin Rey gak tau tapi yg lain,??
" Haah yg lain,, Naysilla sama pak DERIL udah gak ada,
" duh mereka pasti lihat gua diatas sini,, iisshh memalukan banget sih,,
" duuhh Resti lu tolol banget sih...
Resti terus berbicara sendiri dalam hati, dan merutuki kebodohannya,
kini dia telah duduk di kursi pinggiran brankar Rey,
pintu ruangan terbuka,
dan muncullah Nay dan DERIL,
mereka terlihat membawa bungkusan makanan,
Resti terlihat malu dan tak enak hati,
pasti Naysilla dan DERIL tau dia tidur satu brankar dengan Rey.
Resti menutupi rasa malu nya,
namun itu terlihat jelas oleh kedua orang itu.
" haii pagi Ress,,?? sapa Naysilla.
" pagi Ress,,sarapan ,, ucap Deril.
" pagi Nay, pagi pak DERIL,,iya terimakasih..
" tidurnya nyenyak Ress,,ucap DERIL seraya tersenyum meledek.
" Haah,, iya pak nyenyak,, ucap Resti malu.
duhh mati gua malu banget,
pasti pak DERIL liat gua tidur di sebelah Reyhan,,
ya ampun.. rutuk Resti dalam hati.
" sini Ress sarapan dulu, ucap Naysilla,
" gua sarapan disini ajja Nay,, ucap Resti malu.
" makasih Nay,,
" sama2 Ress,,
" aa gak di kasih nih,,? celetuk Fauzan yg ternyata sudah bangun.
" di kasih dong, nih sarapan dulu a, ucap Nay
" makasih Nay, aku cuci muka dulu..
mereka semua terdiam,
ketika Resti akan membuka makanan nya,
Resti terkejut melihat Rey membuka matanya,
sontak Resti langsung menggenggam tangan Rey dan bahagia.
" Alhamdulillah Rey kamu udah sadar,,??
" Nay, pak DERIL, kamu Fauzan Rey udah sadar,, teriak Resti.
Naysilla dan Fauzan segera menghampiri Rey sedangkan DERIL hanya menggelengkan kepalanya.
" Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga, ucap Nay.
" gimana kabar lu Rey, ada yg sakit,,?? tanya Fauzan.
DERIL menekan tombol merah,
untuk memanggil dokter dan para perawat,
tak lama masuklah para dokter dan perawat kedalam ruangan Rey.
Rey di periksa dengan teliti,
" Alhamdulillah kondisi nya sudah stabil,
" tapi jgan dulu banyak bergerak,
" sebentar lagi suster akan mengganti infusan dan obat,
" saya permisi..ucap dokter.
__ADS_1
" iya dokter silahkan terimakasih..
" Alhamdulillah bro akhirnya lu sembuh juga,
" kasian loh ada yg nangis terus liat lu gak sadar, ucap Fauzan melirik kearah Resti.
Rey pun tersenyum kearah Resti,
dan melirik kearah tangan mungil yg sedang menggenggam tangan nya,
sadar dilirik Resti pun melepas genggaman tangan nya.
" ko di lepas sih Ress,???
" udah mendingan kalian makan dulu,,
" mesra2an nya nanti ajja ya,, ucap Fauzan meledek.
mereka pun kembali ke tempat duduk masing2 dan hendak menyantap sarapan pagi nya,,
lalu seorang petugas dan suster masuk,
sang suster mengganti infusan, dan petugas membawakan sarapan untuk Rey.
mereka pun kembali sarapan,
Rey bingung bagaimana dia akan makan sedangkan tangan kanannya di infus,
sedangkan Resti kini sibuk membuka kotak sarapannya.
" sayanggg,, aku gimana mau makan, tangan kanan aku di infus, ucap Rey manja.
Resti dan yg lain melihat kearah Rey,
mereka hanya tersenyum sedangkan Resti bingung.
" kamu panggil siapa Rey,?? tanya Resti.
hemm polos sekali gadis ini menggemaskan,, batin Rey.
" ya manggil kamu sayang,, masa panggil Naysilla,, ucap Rey.
mendengar Rey berkata seperti itu DERIL langsung melihat kearah Rey dan melemparkan sesuatu ke arah Rey,
dan lemparan itu tepat mengenai kening Rey.
" aw..aww..
Resti, dan Naysilla terkejut,
sedangkan Fauzan hanya geleng-geleng kepala.
" ya ampun Mass kmu gak boleh gitu kasian Reyhan,
" dia kan lagi sakit, baru sadar juga, gerutu Naysilla,
" biarin ajja,,lagian dia udah sadar dari semalam ko,
" haaah,,,
kali ini mereka semua terkejut,
lalu Resti melirik Reyhan dan pandangan meminta penjelasan,
sedangkan Rey tertawa dengan terpaksa.
" dasar rese segala ngebocorin lagi,
aduhhh harus bilang apa gua sama Resti, batin Rey.
mereka kembali melanjutkan makan,
DERIL sesekali menyuapi Nay,
sedangkan Rey sedang berusaha keras untuk bisa makan.
melihat itu Resti bangkit dari duduk nya, berpindah tempat
kini dia duduk di pinggir ranjang Rey dan meraih tempat makan Rey.
" sini aku suapin kamu, tapi setelah ini aku bakal minta penjelasan sama kamu, ucap Resti ketus.
" jangan jutek2 dong sayang,,
" aku kan lagi sakit,
harusnya di sayang2, di manja, ucap Rey dengan nada manja.
3 episode kedepan bakal baper2an dulu ya Readers,,
habis itu baru konflik di mulai,
dukung terus DILEMA CINTA tinggalkan like, coment, vote, dan jangan lupa jadikan favorit ya Readersπ
dukung juga novel terbaru aku, yg tak kalah seru ya readers, terimakasih READERS kesayangan π
__ADS_1
salam sayang author π