
Resti melepas pelukan Nay dengan senyuman,
lalu kedua gadis itu duduk di sofa besar,
sedangkan Deril, sedang membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu.
Wulan dan Fauzan sudah tiba di halaman Rumah Wulan,
Wulan memasuki Rumah,
dan melihat ke kamar, terlihat Meika sedang tertidur dengan pulasnya.
Wulan kembali turun kebawah dengan membawa satu buah paper bag besar,
" Meika udah tidur ya,,?? tanya Fauzan.
" iya Mass,, jawab Wulan.
" itu apa sayang,?? tanya Fauzan saat melihat paper bag besar tersebut.
" karena kalian mau menginap di Rumah sakit'
" jadi aku bawain kalian selimut tebal untuk kalian disana,
" trus ada kaus kaki baru belum di pake,
"siapa tau disana dingin jadi bisa kepake Mass,,
" kamu jgan lupa pake selimut ya,,sekalian pake kaus kaki nya juga Mass,,
" hemm,, iya sayang makasih banyak untuk perhatian,
" kamu perhatian banget sama aku dan sahabat2 kamu,,
" tenang ajja aku pastiin Naysila, DERIL dan Resti pake selimut sama kaus kakinya..
" sama2 Mass,,
" yaudah kamu berangkat sana,!!
" jgan lupa mampir beli makanan buat mereka disana ya mass,,
"iya sayang kalo begitu Mass pamit ya assalamualaikum.
" waallaikumsalam mass,,
Fauzan tancap gas menuju Rumah sakit,
setelah sebelumnya,
mampir ke sebuah resto untuk membeli pesanan sang sepupu, merangkap sang boss.
Fauzan yg tak tau jika Rey telah di pindahkan pun kebingungan,
namun tak lama, dia melihat sosok pria yg amat di kenal nya,
menunggu nya di tempat awal Rey berada.
kedua pria itu kini berjalan menuju ruangan Rey yg baru.
" assalamualaikum,, salam mereka berdua.
" waallaikumsalam,,jawab Nay dan Resti.
DERIL mendekat kearah Naysilla dan Resti,
mata Naysilla yg terpejam pun,
terbuka saat merasakan benda kenyal menyentuh keningnya,
kecupan di keningnya, membuat gadis itu membuka mata.
" Mass,, panggil Naysilla kaget,
"a Fauzan udah datang rupanya..
" iya Nay,, jawab Fauzan.
" sebaiknya kamu sama Resti makan dulu ya,!!
" Oya Wulan menitipkan selimut dan kaus kaki baru, dia takut kalian kedinginan,,
" kalian harus pakai ya,!!! ucap Fauzan
" iya a aku sama Resti pasti pake makasih yah,
" sama2 Nay, Ress,,
" sayang kamu udah ngantuk yah,?? tanya Deril
" sedikit Mass," jawab Nay.
__ADS_1
" makan dulu yah, setelah itu baru bobo lagi,
Nay pun membenarkan posisi duduknya,
lalu mengajak Resti untuk makan,
mereka berempat makan bersama.
selesai makan Fauzan membaringkan diri di kasur yg cukup besar, muat untuk dua orang
sedangkan Naysilla tetap di sofa besar,
dan Resti kembali ke tempat duduk disamping ranjang Reyhan,
Nay sempat mencegah Resti untuk tidur disana, namun Resti bersikeras,
kemudian Deril meminta petugas RS,
mengganti kursi Resti dengan kursi yg layak dan nyaman.
Nay memberikan selimut dan kaus kaki untuk Resti,
dan Resti memakainya..
sesaat kemudian terdengar dengkuran halus sepertinya Fauzan sudah terlelap,
tinggal mereka bertiga yg masih terjaga.
" sayang sudah malam sebaiknya kamu istirahat,, ucap DERIL.
" iya Mass,,
" sebentar ya, Mass ganti baju dulu,
Nay mengangguk dan merebahkan dirinya di sofa tersebut,
sesaat kemudian pria tampan itu kembali,
dan melihat kedua gadis itu, telah masuk kedalam mimpinya masing2
DERIL menyelimuti gadisnya itu dengan penuh kasih sayang,
lagi2 DERIL mendaratkan bibirnya di kening gadis yg begitu dia sayangi itu.
semua tertidur lelap kecuali DERIL,
pria itu kini tengah berkutat dengan laptopnya, menyelesaikan semua pekerjaannya,
sesekali dia melirik kearah Resti dan kearah gadisnya,
" kenapa mereka tampak cantik ketika sedang terlelap,
" terlebih lagi kamu sayang,, kamu cantik saat tidur, seperti putri tidur, ucap DERIL.
waktu terus berjalan dan pria itu masih setia dengan laptopnya,
di mengerutkan keningnya,
ketika mendengar gadis nya menggigil karena kedinginan.
dengan secepat kilat dia menarik halus tubuh Nay dan memeluknya,
hingga gadis itu berangsur hangat.
pukul 03:00 Rey terbangun dan memegang kepalanya yg di balut perban,
dan dia melihat kearah tangan nya yg di genggam erat oleh Resti.
DERIL yg saat itu masih terjaga kemudian menghampiri Rey dengan senyum.
" Alhamdulillah Rey, lu udah sadar,,
" gua dimana,?? dan gua kenapa,??
" lu kecelakaan dan hampir seharian gak sadar,
" untung dokter bilang lu gapapa, gak ada luka serius.
Rey mengingat kembali kejadian malam itu,
dan dia terkejut saat mengingat sesuatu,
" rem mobil gua blong dan itu yg membuat gua kecelakaan,,
" bukan karena lu dalam pengaruh alkohol,?? tanya DERIL.
" gua akui gua memang sedang minum, tapi gua masih sadar kala itu.
" gua belum 100% mabuk,
"dan gua memang sengaja mengemudi dengan kecepatan lambat,
__ADS_1
" karena gua gak akan mencelakai diri gua sendiri boss.
DERIL mengerutkan keningnya.
" gua akan selidiki penyebab kecelakaan lu,
" dan gua akan chek mobil lu,
" sepertinya ada yg ingin mencelakai kita Rey,
" lebih baik sekarang lu istirahat lagi,
Rey mengangguk,,
"gadis ini apa dari tdi seperti ini,?? tanya Rey.
" sejak awal lu masuk ruang IGD sampai lu masuk ruangan ini,
" dia gak pernah berhenti menangisi lu,
" dia merasa bersalah atas apa yg terjadi sama lu, ucap DERIL menjelaskan.
" dasar gadis bodoh,,
" apa perlu di bangunkan,,?? tanya DERIL
" gak perlu boss,,kasian mungkin dia lelah,
" boleh gua minta tolong,
" apa Rey,??
" tolong tidurkan dia di sisi gua,,
DERIL kembali mengerutkan keningnya
" jangan macem2 lu Rey,!!!
" hahahaha,, gua cuma gak tega dia tidur dengan posisi seperti itu,
DERIL mengangkat tubuh Resti,
entah karena lelah, atau memang dia terlalu lelap,
sampai dia tak menyadari seseorang mengangkat tubuhnya,
dan menidurkan nya di sisi ranjang Rey.
Rey tersenyum senang melihat gadisnya itu tidur di sebelahnya,
" ingat jangan macam2,!! ucap Deril memperingatkan.
" tidak akan gua menyayanginya,
" dan apa yg bisa gua lakuin dengan tangan yg di infus,
" dan peralatan medis sebanyak ini,??
" okey,, kalo butuh apa2 lu bisa panggil gua,,
" lu bisa melihat gua dari sini,,
" ok thanks boss,,
" satu lagi, jangan bilang Resti gua udah sadar,
" suprise lu itu basi Rey,,
ahahahahaha..Rey menutup mulutnya agar tak terlalu berisik,
Karena sedari tadi mereka berdua berbicara dengan suara yg sangat pelan.
DERIL kembali ke sofa menjagai gadisnya,
dan merebahkan dirinya disisi Nay,
melihat Nay yg begitu tenang dalam tidurnya, ingin sekali rasanya dia memeluknya saat itu juga.
namun dia urungkan karena dia tak ingin mencuri kesempatan saat pemilik tubuh itu tertidur,
sehingga kini DERIL hanya memperhatikan wajah cantik calon istrinya itu.
sementara Rey yg kini sedang memandangi wajah Resti pun merasa bahagia,
karena gadisnya itu begitu mengkhawatirkan nya,
" terimakasih sayang dan maaf aku sudah membuat mu khawatir,
" aku janji ini terakhir kalinya aku membuatmu kamu khawatir sayang,,
ucap Rey seraya merengkuh Resti kedalam pelukan nya.
__ADS_1