DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
Dilema Cinta


__ADS_3

bab 155


.


.


.


Ditanah pemakaman keluarga besar kakek beni berada. derai air mata tak bisa ditahan kirania. biar bagaimanapun mama leta dan Vanka adalah keluarganya, kematian yang bersamaan menyisakan luka mendalam pada kirania. bukanlah ini yang ia inginkan, tapi takdir Tuhan tidak ada yang tau.


" kakak, mama, q sudah memaafkan kesalahan kalian, q akan berusaha mengikhlas kan kepergian kalian, semoga kalian tenang disana." ucap Kirania lirih.


Aziel yang setia disisi Kirania tak melepas pelukannya kepada istri tercintanya itu. ia tau betul bagaimana kehilangannya Kirania.


kakek.beni memilih meninggalkan makam, sedangkan farraz dan nelly serta Dam dan hanum masih disana menemani Kirania.


gerry yang baru datang menjadi pusat perhatian Semua orang.


" kau datang kak.." ucap Nelly pelan.


gerry mengangguk pelan.


" terima kasih." ucap farraz singkat.


" tidak masalah." jawab Gerry.


" q tidak menyangka kau melakukan itu." timpal Dam.


Gerry beralih menatap Dam. " kau jangan brfikir jauh, semua q lakukan untuk melindungi adikku, bukan membantumu."


Dam menyunggingkan senyumnya begitupun dengan farraz.

__ADS_1


" apa kau baik-baik saja ??" tanya Hanum.


dam menautkan alisnya dengan pertanyaan Hanum untuk Gerry.


" q baik, lebih baik dia pergi dari pada membahayakan semua orang." jawab Gerry sambil menatap makam yang berjajar.


ya, sewaktu vanka menembakkan pistolnya kesegala arah, Gerry dengan cekatan langsung menembak Vanka tepat pada kepalanya, hingga Vanka langsung meninggal ditempat. semua terkejut dengan aksi gerry yang malah menghabisi kekasihnya sendiri.


Gerry mendekati makam dan duduk didepan makam yang disebrangnya terdapat Kirania dan aziel yang masih setia berdiri.


" q minta maaf telah membawa kakakmu dalam kegelapan, hukumlah q jika kau merasa tidak terima dengan semua ini." ucap gerry dengan pasti


Kirania menatap gerry sesaat kemudian menatap Aziel seolah mengatakan sesuatu.


" istriku tidak menyalahkanmu, kau tenang saja. Vanka berhak mendapatkan pelajaran karna semua kegelapan dalam dirinya. untuk mama mertuaku, mungkin ini memang sudah takdirnya usianya hanya sampai disini.." terang Aziel.


gerry mengusap batu nisan Vanka, " maafkan q, q tidak setia padamu, tapi q tidak mungkin membiarkanmu melukai adikku.."


setelahnya gerry berdiri dari duduknya dan hendak pergi, langkahnya terhenti ketika melihat bagas, mantan suami Vanka yang baru tiba dipemakaman.


keduanya beradu tatap seolah membicarakan sesuatu.


gerry melangkahkan kakinya namun tertahan dengan ucapan Bagas.


" jika bisa q mau mengucapkan salam terakhir untuknya " ucap bagas.


gerry memutar tubuhnya dan tersenyum tipis pada Bagas.


" silahkan,"


bagas pun menerbitkan senyumnya dan mendekati Makam Vanka.

__ADS_1


Farraz dan nelly serta dam dan Hanum menjadi penonton setia disana.


" nelly, hanum, q harus kembali keBali. tempatku disana. disini kalian sudah punya lelaki tangguh yang bisa melindungi kalian." pamit Gerry.


" apa harus ??" ucap Nelly.


gerry mengangguk pasti.


" nelly memang punya suami kak, tapi q belum. bolehkan q..-"


ucapan Hanum terhenti dengan perkataan Dam yang langsung menyelanya.


" kau punya q !!! kita memang belum.menikah tapi kita sudah pacaran kan ??!! tenang saja minggu depan kita akan menikah !!!"


Gerry menerbitkan senyumnya begitupun Hanum nelly dan farraz.


" kau fikir.menikah itu seperti makan bakso, semua harus terencana." balas Hanum


" sudah q rencanakan sejak lama. jadi jangan bilang kau akan ikut pria itu !!" timpal Dam.sambil.menunjuk Gerry.


" wah... dam apa kau cemburu dengan kakak tiri istrimu ??!" goda farraz.


" diamlah, kau juga sama !!" timpal Dam dengan wajah kesalnya. semua hanya tersenyum penuh kelegaan. masalah besar sudah selesai. kini hanya tinggal kebahagiaan yang akan tertata rapi disana.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2