
happy Reading Readers kesayangan 😘 jgan lupa like coment vote nya 🙏😘
sore pun telah tiba,
ketiga wanita itu terlihat kelelahan seharian beraktivitas,
kini mereka tengah beristirahat sejenak, melepaskan lelah yg sedang mereka rasa.
Wulan duduk di kursi pojok,
matanya memandang kearah jendela,
sampai sore tiba Fauzan belum juga berkirim pesan dengan nya.
Wulan bukan tak berniat mengabari kekasihnya itu,
dia hanya ingin Fauzan mengerti kesalahan nya,
dan menjelaskan perihal tanda lipstik di leher dan kerah bajunya itu.
Wulan menghela nafas dengan berat, mengingat semua pertengkaran nya bersama Fauzan,
dadanya masih terasa sesak,
ini adalah pertengkaran pertama,
dalam sejarah hubungan mereka berdua,
dan cukup menyisakan sedikit rasa sakit,
di hati wanita berparas hitam manis itu.
Naysilla dan Resti memandang kearah sahabatnya sekaligus Kaka bagi mereka,
mereka juga merasakan sedih,
melihat wanita yg selalu terlihat ceria,
kini seperti terdiam seribu bahasa.
kedua gadis itu berinisiatif menghampiri Wulan yg masih setia berdiri memandang kearah jendela,
seakan sedang menanti kedatangan seseorang,
namun entah siapa yg ditunggunya.
tepukan pelan di bahunya membuyarkan lamunan wanita itu,
dia menengok kearah sampingnya,
tampak kedua sahabatnya tersenyum di sisi kanan dan kirinya.
" kalo kalian mau pulang duluan,,pulang ajja gih sana,,!! ucap Wulan.
" kita gak mau pulang kalo keadaan lu kaya gini Makk,, jawab Resti.
" iya kita bakal disini buat nemenin lu sampai lu yg ngajak kita pulang,, Naysilla menimpali.
" lebay banget sih,, emang kalian Fikir gua kenapa,,???
" gua gak kenapa2 ko,, gua baik2 ajja serius..
" mulut lu bisa bilang gitu tapi hati lu gak bisa berbohong Makk,,
" apa gak sebaiknya kalian bertemu terus bicarakan baik-baik,,???
" gua yakin ini cuma kesalahpahaman ajja.
" Nay bener Makk,, apa kita harus telpon ka
Fauzan buat datang kesini,,???
" gak perlu Ress,
" harusnya dia yg berinisiatif datang,
" dan menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi,"
" tapi Makk,, lu berhak ko nuntut penjelasan dari ka Fauzan,
" jgan biarkan masalah itu semakin berlarut-larut, Nay menimpali.
" untuk saat ini biarkan seperti ini Nay,
" gua sedang memberinya waktu untuk berfikir,
__ADS_1
" tapi jangan lama-lama dong Makk,
" kita kangen lu yg ceria, satu hari ini lu diem terus,
" hari ini semuanya suasana di sini terasa berbeda tanpa celotehan dan tawa riang dari lu Makk,, ucap Resti.
Wulan tersenyum simpul mendengar ucapan Resti,
" aaahhh giliran gua bawel, gua julid, gua godain lu,
" eehhh lu malah marah, ngambek sama gua Ress,,
"kali ini dan seterusnya enggak deh Makk,,"
"kalo lu diem gini justru malah aneh,
" gua lebih seneng lu ngebully, julid terus godain gua Makk,
" daripada gua liat lu kaya gini,,
Wulan dan Naysilla berusaha menahan tawanya,
mendengar ucapan sahabat yg sangat polos dimatanya,
Wulan sangat bersyukur,
mendapatkan dua sahabat yg begitu baik dan perduli padanya.
" untuk hari ini gapapa ya gua kaya gini dulu,
" besok gua usahain kembali seperti semula
" makasih ya kalian begitu perduli sama gua,
" maaf kalo hari ini gua bikin kalian gak nyaman dengan sikaf gua.. Wulan merangkul Resti dan Nay.
" janji ya Makk,,
" mana sini kelingkingnya,, pinta Resti.
" kita bertiga itu kan sahabat Makk,
" jika salah satu diantara kita sedih maka kita pun merasakan hal yang sama, ucap Nay
" Nay bener tuh,
" kita gak bakal ninggalin lu Makk,, ucap Resti.
tiinn..tiinn..ttiinnnnn...
sebuah mobil terparkir di hadapan toko milik ketiga wanita itu,
sang pemilik mobil pun keluar dengan kacamata yg bertengger di hidungnya,
Naysilla dan Wulan tersenyum mengetahui siapa pria yg baru saja turun dari mobil tersebut.
Resti memandang pria itu tanpa berkedip dan memasang senyum termanisnya.
" hemm..
" baru ajja beberapa detik yg lalu ada yg bilang bakal nemenin gua selalu,
" gak akan ninggalin gua sendiri,,
" begitu di jemput pangeran nya lupa ma gua,,sindir Wulan.
" hehehehe...
assalamualaikum selamat sore semuanya", sapa Rey.
" waallaikumsalam,, selamat sore" jawab ketiga wanita itu kompak..
" kalian lagi ngapain berdiri di pojokan gitu,,??? tanya Rey.
" kepooooo,, jawab Resti seraya memeletkan lidah.
Rey tersenyum dan merasa gemas melihat tingkah kekasihnya itu.
" Lan, gua dapet amanah dari Fauzan,
" dia kirim salam, dan kabar kalo dia saat ini belum bisa nemuin lu,
"karena dia harus meeting dengan klien sampai nanti malem,
" dia bilang sampaikan salam sayang dan peluk cium buat lu. ucap Rey.
__ADS_1
" kenapa gak dia langsung ajja yg bilang,,???
" kenapa harus lu,???
" zaman sudah canggih masih ajja pake burung merpati,, ucap Wulan dengan sedikit kesal.
" iiissshh Makk cowok gua tuh, masa di bilang burung merpati sih,,??? ujar Resti.
Rey dan Naysilla tersenyum,
sedangkan Wulan hanya terdiam,
dalam hati dia tetap saja berusaha menahan tawanya,
mendengar ucapan Resti.
" LAN lu harus percaya, Fauzan itu sayang banget sama lu,
" saat ini cuma lu prioritas dia,
" gua bisa lihat kalo dia itu beneran serius sama lu,
" soal noda lipstik itu,"
"gua sama deril akan mencari tahu bagaimana kronologi kejadian noda lipstik itu lewat CCTV hotel.
" secara garis besar gua sangat yakin kalo Fauzan itu setia sama lu Lan,
Wulan terdiam merenungi ucapan Fauzan,
matanya berkaca-kaca,
dia pun merasa menyesal mengapa tak mempercayai lelaki itu,
bahkan dia menuduh tanpa mendengar penjelasan dari Fauzan.
" lu bener Rey,
" mungkin gua emang egois, bisa-bisanya gua gak percaya sama ucapannya,
" karena gua tau dia seorang Casanova lantas gua langsung menjudge dia dengan buruk.
" setiap orang bisa berubah Lan,
" gua sangat tau gimana Fauzan, dan kini dia benar-benar sudah berubah karena lu Lan,
" gua harap lu bisa kasih kesempatan buat Fauzan untuk menjelaskan segalanya.
" baik Rey gua akan bicarakan dan renungkan ucapan lu dengan baik-baik,
" terimakasih Rey,
" sampaikan salam sayang dan peluk gua juga untuk dia,
" bilang sama dia, gua menunggu kedatangan nya,,!!!
" iyaa pasti akan gua sampaikan,
" semangat ya Lan,,
Wulan tersenyum dan mengangguk kan kepala,
Nay dan Resti memeluk Wulan,
untuk memberi ketenangan pada wanita itu,
tak di pungkiri pelukan kedua sahabatnya mampu memberikan ketenangan.
Wulan sudah bisa bernafas dengan lega,
dia akan mulai berusaha mempercayai ucapan sang kekasih nya itu,
dan berusaha memperbaiki hubungan mereka.
Rey dan ketiga wanita itu akhirnya pulang,
sementara itu DERIL dan Fauzan tengah berada di perjalanan menuju tempat meeting,
mereka akan menghadiri pertemuan penting namun mereka akan berpisah di tempat yg telah di tentukan.
sedangkan Rey akan menyusul DERIL setelah mengantar Resti pulang,
Fauzan telah terpisah dengan sepupunya,
kini dirinya berada di sebuah hotel,
__ADS_1
menunggu sang klien datang,
Fauzan sedikit bingung karena klien nya kali ini dia sendiri tidak tau siapa orangnya.