
selesai sarapan
mereka mulai bersiap kembali ke kamar masing-masing dan berganti pakaian,
10 menit kemudian, mereka mulai berkumpul.
Rey yang sudah siap,
menunggu Resti yang tak kunjung datang,
akhirnya Rey pun,
menyusul Resti ke kamarnya.
"kalian berangkat duluan saja,!!!!
"gua susul Resti dulu," ucap Rey.
mobil Fauzan dan Deril pun melaju,
Rey berada di hadapan kamar Resti,
Rey memberanikan diri,
mengetuk pintu kamar Resti.
Resti tersentak dan membukakan pintu saat dia melihat Rey di ambang pintu Resti terdiam.
loh, Resti ko belum siap-siap Sih,,???
"yg lain udah pergi duluan loh,,
"aku nungguin kmu dari tadi, ucap Rey lembut.
"memang kmu ngajak aku keluar Rey,,???
"aku pikir kmu ga nunggu aku,
"kmu kan kesini sama aku,
"terus aku harus pergi sama siapa,,???
"masa sendirian sih,,?? ucap Rey seraya mencubit hidung gadis itu.
"yasudah aku siap-siap dulu Rey,
"tunggu sebentar,,
"yasudah aku tunggu di depan ya,,!!!
Resti mengangguk dan menutup pintu, saat Rey berlalu,
Resti segera mengganti pakaian,
dan segera keluar kamar,
berjalan menuju halaman.
Saat melihat Resti keluar,
Rey segera membantu Resti berjalan,
Rey memeluk pinggang Resti dan membawanya masuk kedalam mobil.
saat sudah ada di dalam mobil,
Rey mendekatkan wajahnya,
menatap Resti tanpa berkedip
dan hal itu membuat Resti salah tingkah.
"Rey"
"kita mau jalan apa engga,,??
"ko kmu malah ngeliatin aku sih,,???
Rey tak menjawab dia hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala Resti,
dan memundurkan kursi agar Resti duduk dengan nyaman.
mobil pun bergerak meninggalkan villa
mobil Fauzan dan Deril telah tiba di tempat yg dituju,
mereka lalu berpencar,
Naysila dan Deril memilih arena berkuda
sedangkan Fauzan lebih memilih tempat untuk keluarga.
Shirin terbangun,
dan dia terkejut saat melihat jam,,
"aduh,
"kesiangan lagi,"
mereka pasti sudah pergi,
"lebih baik aku segera menyusul nya.
"tapi aku harus susul mereka kemana,,???"
" bisa gila gua,"
Shirin mendengus kesal,
dan dia segera keluar masuk kedalam mobilnya,
dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan kilat.
mobil Rey berhenti,
dan dia keluar serta membukakan pintu untuk Resti,
akhirnya mereka berjalan menyusul teman-teman"a.
Shirin begitu frustasi,
ketika dia tak bisa menemukan keberadaan Deril,
dia memukul stir mobilnya dengan kencang, dan melajukan mobilnya,
dengan kecepatan sangat tinggi.
Shirin akhirnya menelpon seseorang menyuruhnya,
__ADS_1
mencari tau keberadaan pria itu,
dan gadis blasteran itu,
memutuskan menunggu mereka di villa nya.
sementara itu Wulan dan Fauzan,
tengah memperhatikan Meika bermain,
Meika terlihat begitu senang,
bermain di sana.
Meika memanggil Fauzan untuk bergabung dengan nya,
mereka berdua lalu bermain bersama,
dan Wulan diam-diam memotret mereka.
sementara Naysilla dan Deril lebih memilih untuk bermain dengan alam,
paralayang,
menjadi pilihan mereka setelah berkuda,
mereka berdua melayang di udara,
Rey dan Resti;
lebih memilih duduk bersantai di perkebunan teh yg luas,
mereka berdua mengitari perkebunan teh dan setelah lelah,
mereka masuk ke sebuah rumah makan khas sunda.
hingga sore menjelang,
Rey dan Resti sudah berniat pulang
mereka pun sudah janjian dengan Deril,Fauzan, dan yg lainnya untuk bertemu di parkiran.
akhirnya mereka semua berkumpul,
dan berangkat kembali menuju villa
setiba di villa,
mobil Deril yg berada paling depan pun mengerem dengan mendadak.
Naysilla pun terkejut,
dan melihat kearah depan,
Deril melihat mobil terparkir di halaman villa nya.
"maaf sayang,, sakit yach,,?? tanya Deril cemas,
"engga ko aku GPP, ucap Naysila.
mereka semua pun turun,
dan melihat mobil siapa yg terparkir di hadapan mereka,
mereka semua terkejut ketika mengetahui siapa pemilik mobil itu.
tapi tidak dengan Rey dia sudah mengetahui siapa orang tersebut.
"ngapain dia disini,,??? ucap Deril dalam hati..
" ngapain sih si bule datang kesini,,???
ganggu suasana aja deh,
Wulan yg menggerutu yang secepat kilat di bungkam oleh Fauzan..
"apaan sih mas,,???
"iseng banget tangannya,
"Hus,
"ga boleh bilang gitu lah sayang,
Deril, Naysilla dan yg lain menghampiri gadis itu.
"Shirin kamu ngapain disini,,????
"sama siapa,,??? tanya Fauzan.
"halo semuanya,,
"kebetulan banget ya ketemu kalian,"
"aku baru selesai pemotretan disini, jawab Shirin berbohong.
"ya ampun pemotretan,"
"model apa,,?? model sabun colek,, ucap Wulan..
"mak ga boleh gitu, engga baik,,"
"bodoh amat Res,, "gua kurang suka sama bule satu itu.
Sirin menatap kearah Wulan dan Resti,
dengan tatapan tajam,
Rey yg melihat hal itu,
langsung menghampiri Resti,
dan menghalangi pandangan mata Sirin kepada Resti.
"Hem,,aku ganggu kalian ga,,???
"boleh engga aku gabung sama kalian,,???
"boleh kan,,??
"boleh engga Naysilla,,?? tanya Shirin kepada Naysila.
"Hem aku sih engga keberatan,
" kmu bisa langsung tanya sama yg punya villa ini,,"
"aku sewa pindah villa di sebelah ko,
"tapi aku cuma sendirian,
__ADS_1
"kalo aku ikut gabung nongkrong di villa kalian boleh kan Ril,,???
"terserah Naysilla aja,"
"aku masuk duluan Naysila,
Deril masuk dan di ikuti oleh yg lain nya,
"kmu masuk sama Wulan dulu ya,,
"aku ada sesuatu yg ketinggalan di mobil,, ucap Reyhan pada Resti.
Resti pun mengangguk dan berlalu bersama Wulan,
saat melewati Shirin
Resti sempat melempar senyum pada Shirin.
dan Sirin hanya membalasnya tanpa keikhlasan.
kini tinggal Rey dan Shirin di tempat itu,
Rey yg menatap Shirin dengan tatapan dingin,
namun Sirin membalasnya dengan senyuman jahat.
"ternyata kmu cukup Nekad ya,,
"aku sudah meremehkan mu,
"aku hanya tidak rela ada seorang wanita menggantikan posisiku,
"apalagi wanita itu,
hanya wanita kampungan dan hina seperti dia,
"tutup mulutmu,"
"di bandingkan dia, kmu jelas lebih hina,
"jangan pernah bandingkan batu berlian dan batu sungai,
"apa maksudmu Rey,,???
"kau ingin menghentikan rencana ku,
"bukankah kerjasama kita akan menguntungkan..
"aku memang mencintai Naysilla,
"tapi aku tidak mau memaksanya,
"cinta itu tak harus memiliki,
"asal dia bahagia pun aku sudah bahagia,
"wow, sad boy,,"
"kata-kata itu hanya untuk pria pecundang seperti kmu Rey,
"jika kmu menginginkan nya,
"kmu harus mengejarnya sampai dapat,
"itulah Prinsip ku.
"aku bukan pecundang,
tapi aku berbesar hati menerima,
" jika bukan aku yg ada di hatinya,
"melihat dia tersenyum itu sudah lebih dari cukup,,..
"omong kosong,,
"kmu hanya takut kalah bersaing dengan Deril kan,,??
"terserah bagaimana penilaian mu,
"yg pasti aku hanya mengingatkan satu hal padamu,
"lakukan apa yg kau inginkan,
"tapi jangan pernah kmu sentuh Naysilla sedikitpun.!!!
"aku tidak akan berjanji Rey,,
"aku akan membunuhmu,"
jika kau berani menyentuh Naysilla,
"itu bukan sekedar ancaman Shirin,"
Rey berlalu dari hadapan Shirin,
namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Shirin.
"apakah perempuan berambut curly itu wanita pelarian mu,,???
"bukankah dia juga sahabat gadis kampungan itu,,??
"wow,,hebat Rey,, tak ada akar, rotan pun jadi.,
"menarik sekali,,
"sepertinya gadis itu masih polos,,
"tutup mulutmu,
dan berhentilah membuat keributan,
"dan jngan pernah usik kedua gadis itu,,!!!
" dia bukan wanita pelarian ku," ucap Rey seraya berlalu meninggalkan Shirin seorang diri.
"menarik sekali,," semua gadis-gadis di dekatmu memang menarik,
"kamu lihat saja nanti Rey,
"aku akan membuatmu tak bisa memilih...
"dan kau gadis kampungan,
"bersiaplah untuk mati..
Hai..PARA Reader Saya MOHON MAAF BARU UPDATE
DIKARENAKAN SAYA KURANG SEHAT AKHIR-akhir INI..
__ADS_1
Terus DUKUNG KARYA SAYA DENGAN MENINGGALKAN LIKE, KOMEN ,VOTE DAN Jadikan NOVEL SAYA CERITA FAVORIT KALIAN,
SALAM SAYANG AUTHOR🙇🙇🙇