DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 74


__ADS_3

sesampainya di Rumah sakit,


Rey memarkirkan mobilnya,


dan membukakan pintu untuk Resti,


Rey pun segera menggendong Resti kedalam Rumah Sakit.


"Rey gausah di gendong, "kan bisa pake kursi roda, ucap Resti.


"kelamaan klo nyari kursi roda dulu,,


"kita udah telat, takut dokternya udah pulang, ucap Reyhan.


Resti tak banyak bicara,


dalam gendongan Reyhan,


saat ini mereka menjadi tontonan di Rumah sakit,


seorang pria tampan yg menggendong kekasihnya.


beberapa pasang mata terlihat fenomena baper,


dan pastinya membuat iri siapapun yg melihat,


mereka pun ingin menatap Resti,


seakan ingin tau bagaimana wajah gadis yg di gendong oleh pria tampan itu.


ketika banyak orang yg melirik dan ingin melihat wajahnya,


Resti pun mengalungkan tangannya di leher Reyhan,


dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.


Rey tersenyum dan mempercepat langkahnya,,


sampai di depan ruangan dokter,


sang suster pun segera menyapa dan membukakan pintu..


"silahkan duduk disini ya,


"tolong tunggu sebentar ya,


" dokter sedang ke toilet, ucap sang suster.


"ohhh iya sus trimakasih..ucap Resti.


Reyhan menarik kursi,


dan duduk di sampingnya,,


dia mengelap keringat di kening gadis itu, dan memberi sebotol air mineral untuk Resti.


"minum dulu,," rileks ya jgan tegang, ucap Rey.


"yang harusnya minum itu kmu,,


"kamu yg gendong aku dari Rumah,


"pasti cape kan,,????? tanya Resti


"engga ko kmu itu sekarang kurusan,


"jadi ga berat sama sekali, jawab Rey.


Resti terdiam dan tiba2 pintu trbuka,


masuk sesosok dokter


Rey dan Resti melihat kearah sang dokter.


"selamat sore mas Reyhan,


"apakabar,,?? sapa sang dokter


"selamat sore dokter,


"alhamdulilah dokter saya sehat,


"kabar dokter gimana,,??? jawab Rey


"alhamdulilah mass Rey saya sehat, ucap sang dokter seraya tersenyum


"haiiiii,, selamat sore Resti,


"gimana nih kabarnya hari ini,,????


"udah siap lagi buat terapy kan,,???


"selamat sore dokter,,


"saya sehat ko,


"iyaa saya sudah siap dok,, "saya ingin cepat sembuh.


"wahhh semangat tinggi ya,,


"insya allah kalo rajin terapy truss bisa cepet sembuh.


"kalo bgtu kita langsung mulai saja ya,


sebelumnya kita periksa dulu secara keseluruhan.


Dokter pun mulai memeriksa Resti dan memulai terapy,


menurut dokter, kaki Resti sudah kuat,


besar kemungkinan Resti bisa cepat berjalan lagi.


Rey hanya memperhatikan Resti,


dari jauh saat Resti memulai terapy untuk berjalan.


sementara itu Nay dan Wulan sudah bersiap untuk pulang,


mereka masih menunggu Deril dan Fauzan menjemput mereka,


"Fauzan masih di jalan bentar ya Nay,, ucap Wulan.


"iya makk gpp,,ucapnya,,


Nay lu ko ga makeup sich,,???


"dandan dikit ke biar gimana gtu,,


"kan mau di jemput Deril.


"makk kita kan mau kerumah Resti,


"bukan mau ke undangan,,


"lagian dia udah biasa ko liat gua begini,, ucap Nay.


"iya ya ya..


"trserah lu ajja dah,, ucap Wulan.


sesaat kemudian dua buah mobil berhenti di hadapan mereka,


tak lama kedua pria tampan itu turun,

__ADS_1


dan menghampiri kedua wanita yg telah menunggunya.


"assallamuallaikum,, ucap Deril dan Fauzan,


"waallaikumsalam,, jawab Nay dan Wulan.


"kmu udah nunggu dri tdi ya,,???


"maaf ya tdi aku selesaiin pekerjaan dulu, tanya Deril pada Nay,


"engga apa2 ko,,


"kita blom lama juga disini,jawab Nay.


"yukkk sayang masukk,,


"jangan liatin pasangan yg lagi bucin, ucap Fauzan meledek.


"okkeeyyy...


Fauzan merangkul Wulan,


dan membawanya masuk kedalam mobil,


sementara Deril pun,


membawa Naysilla masuk kedalam mobil mewah nya.


mobil mereka pun bergerak menuju rumah Resti.


sementara itu Resti yg sudah selesai terapy pun,


sedang menunggu hasil pemeriksaan nya.


suster telah memberi kursi roda untuk Resti duduk.


saat Rey keluar dari ruangan pemeriksaan,


Resti pun menghampiri,


dan ingin mengetahui kondisi dia saat ini.


"Gimana Rey,,???


apa kata dokter,,??? tanya Resti.


"kata dokter sebentar lg kmu bakal bisa berjalan,,


"karna kaki kmu udah mulai kuat sekarang,


"kmu harus Rajin terapy lg ya,, ucap Rey sambil mengelus rambut Resti.


Resti mengangguk dan tersenyum,


senyum indah seperti,


yang Resti tunjukan saat di taman belakang Rumah Resti tdi.


Rey terpesona dengan senyum indah itu.


" kita pulang yukkk,,ajak Rey..


" ayooooo,, Resti pun sudah ingin segera pulang.


Rey kembali menggendong Resti ala bridal style,


Dan meninggalkan kursi roda itu,


Resti bingung kenapa Rey menggendongnya lagi,


"Rey ko di gendong lagi,,??


"kenapa ga pake kursi roda ajja sich jalan keparkiran nya,,???


"kmu bisa diem ga,,???


"udah nurut sama aku yach,,!!!!


"kita pulang sekarang okeyy..ucap Rey lembut.


Rey berjalan menuju mobilnya berada,


Resti dan Rey,


kembali menjadi pusat perhatian orang2 sekitar,


mereka sangat iri melihat pasangan itu.


Resti yg malu pun,


kembali membenamkan diri ke dada bidang pria itu,


dia mengalungkan tangannya ke leher pria itu erat.


Rey lagi2 di buat tersenyum oleh tingkah Resti,


Resti tetap berada dalam gendongan,


Rey hingga mereka berdua sampai di parkiran


Rey menyerahkan kunci mobilnya agar Resti bisa membuka mobilnya.


setelah berada di dalam mobil,


mobil pun melaju,


kali ini Reyhan membawa mobil dgan santai dan tak ingin terburu-buru.


sesampainya di rumah,


Resti melihat dua mobil terparkir di rumahnya,


Reyhan mengerutkan kening saat melihat kedua mobil yg familiar bginya..


Rey turun dan membuka pintu untuk Resti dia menggendong Resti kembali,


menuju kedalam rumahnya.


saat mendekati Rumahnya,


Resti dan Rey melihat Nay,Deril,Fauzan dan Wulan sedang duduk di teras depan rumahnya.


"assallamuallaikum,,ucap Resti dan Rey


"waallaikumsalam,,ucap mereka.


mereka yg melihat Resti dalam gendongan Rey pun tersenyum melihat fenomena romantis itu,


mereka berdua sukses membuat para pasangan itu baper.


"Nay membawakan kursi roda untuk Resti dan menyuruh Rey untuk menurunkan Resti.


"makasih ya Nay,, ucap Resti,


Nay pun tersenyum,


Rey mendudukan dirinya di kursi kosong,


dia terlihat sangat lelah,


Nay berinisiatif untuk memberi Rey minuman dingin,


namun niatnya itu di patahkan oleh Deril,

__ADS_1


dia mengambil alih minuman di tangan Naysilla,


dan memberikan langsung pada Reyhan.


"thanks, boss,,


ucap Rey dan langsung meneguk minuman dingin itu.


" sama2 ucap Deril.


"gimana kondisi Resti sekarang Rey,???


"apa kata dokter,,???


tanya Nay mewakili keingintahuan yg lain nya tentang kondisi Resti.


"alhamdulilah kaki Resti sudah sehat,


" dan sudah kuat untuk berjalan,


" tapi tidak bisa di paksakan harus perlahan,


"sebentar lagi Resti akan bisa berjalan kembali,,


"alhamdulilahhhhhhhh.... ucap mereka kompak,


berbeda dgan Nay dan Wulan,


mereka langsung menghampiri Resti dan memeluk gadis itu,


airmata pun mengalir dari pipi mereka.


"ko kalian nangis sich,??? kan gua udah sembuh,,??? tanya Resti.


"kita seneng denger lu bisa jalan lagi,


"gua berharap ketika pembukaan toko nanti,


"lu udah bisa berjalan," lagi dan bisa hadir Ress, ucap Wulan.


"Doain gua ya makk,,


"gua pasti hadir, ucap Resti.


Wulan mengangguk,


Resti melihat kearah Nay, dan dia memeluk Nay dgan erat,


"thanks udah berkorban bnyak buat gua Nay,,"


"lu sahabat plus adik gua Res,


"semoga lu bahagia ya,,


amiinn.. jawab mereka bertiga kompak,


Resti mengusap airmata Nay,


Wulan mengusap airmata Resti,


Nay dan Resti pun mengusap airmata Wulan.


ketiga pria tampan yg berada di tempat itu trbawa suasana,


dan mereka terharu dgan persahabatan indah para wanitanya,


persahabatan yg sangat tulus dan berharga.


Rey yg melihat rasa kasih sayang antar mereka bertiga pun,


semakin sadar,


Nay tidak akan pernah memilihnya,


karna Nay sangat menyayangi Resti.


Fauzan yg melihat adegan wanitanya bersama kedua sahabatnya pun,


melirik kearah kedua pria tampan itu,


sesaat ketiga pria tampan itu pun,


saling melirik.


"kenapa lu liatin gua Zan,,??? tanya Rey.


"kalian berdua ga mau melakuin seperti yg wanita kita lakuin,,???


tanya Fauzan yg melirik kearah bergantian antara Deril dan Rey.


"ngapain lu liatin muka gua sambil senyum2 gtu,,??? tanya Deril.


mendengar Fauzan berbicara,


ketiga wanita itu membalikan badan,


dan melihat kearah tiga pria tampan itu.


"ayooo lah bro,,


"kita juga bisa seperti mereka,


"masa kita juga kalah sich,,???


"kan kita juga sahabatan,, ucap Fauzan.


Rey dan Deril pun terdiam mencerna ucapan Fauzan,


Deril dan Rey pun,


saling bangkit dari duduknya dan berdiri berhadapan.


"maafin gua Boss,,


"gua udah mukul lu tempo hari,, ucap Rey seraya mengulurkan tangan kepada Deril.


"maafin gua juga Rey,,


"untuk semua kesalahanfahaman kita,


"dan karna gua udah mukul lu juga tempo hari,


ucap Deril menerima uluran tangan Rey,


Rey tersenyum,


dan sejurus kemudian Fauzan merangkul bahu kedua sahabatnya itu.


"maafin gua juga ya, udah marahin kalian, "hahahaha....


Fauzan Memeluk paksa kedua sahabatnya,


hingga kedua pria tampan yg Fauzan peluk pun merasa jijik,,


"Zan lepasin, jgan peluk2 jijik gua,, ucap Deril,,


"Zan sumpah gua geli lepasin ga,,


"gausah peluk2 segala.


"alaahhh kalian giliran Resti sama Nay yg peluk ga coment"


Resti dan Nay yg disebut namanya pun merasa malu, muka merah seketika memerah.

__ADS_1


"hahahahahaha.... tawa Fauzan pecah melihat kedua sahabatnya dan kedua gadis itu malu.


__ADS_2