DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 107


__ADS_3

Resti dan Reyhan tiba di restoran,


Rey secara khusus membukakan pintu untuk Resti,


Resti pun turun, dengan spontan Rey menggenggam tangan Resti,


dan mengajak gadis itu masuk kedalam.


mereka berdua mencari keberadaan Nay,dan yg lain nya,


saat Rey bertanya pelayan,


Mereka langsung membawa Rey dan Resti ke ruangan,


tempat ke empat teman nya berkumpul.


saat tiba di depan pintu,


pelayan mempersilahkan masuk,


dan meninggalkan mereka berdua.


Rey membuka pintu,


dan masuk dengan tangan yg masih menggenggam tangan Resti,


"assallamuallaikum, salam Resti dan Rey,


selamat malam semua maaf kita berdua telat, ucap Rey.


Nay,Wulan Deril dan Fauzan seketika melihat kearah Resti dan Rey,


mereka pun tersenyum saat melihat kedua tangan mereka saling menggenggam,


"waallaikumsalam,,jawab mereka kompak,


"gapapa ko Rey Ress,


"kita juga belum lama,baru pesen makan,


Ayo duduk,,ucap Naysilla.


"duduklah,,


"mau sampai kapan gandengan terus,


"kaya mau nyebrang hahaha..Fauzan meledek Rey.


"sirik ajja jadi orang,,ucap Rey.


semua yg ada di ruangan pun tertawa.


Resti dan Rey pun duduk bersebelahan,


"Ress cantik banget malam ini,?


"udah kaya princes syalala, hehe,,Wulan meledek Resti


"iya bener lu cantik banget Ress,


"kalian serasi banget sumpah,,ucap Nay yg bahagia melihat sahabatnya.


"apaan sih kalian,ngeledek ajja,


"lu juga Cantik Mak, lu apalagi Nay,cantik bgt,


"gua ga secantik kalian ko, ucap Resti merendah.


Rey menyentuh tangan Resti,dan semua yg disitu membulatkan matanya,


"kata siapa kamu gak cantik,???


" kamu cantik malam ini, aku seriuss,,ucap Rey.


ow,,ow,,ow,,


"OMG Reyhan so sweet banget,


"aahhh,,jadi baper deh,,ucap Wulan.


dan yg lain hal hanya tersenyum,


Deril dan Fauzan saling menatap,


dan melempar senyum,


akhirnya, gunung es itu meleleh juga,


setelah sekian lama,


begitulah yg ada di fikiran Deril dan Fauzan.


tak lama makanan pun datang dan di hidangkan,


mereka ber6 pun,


menikmati makan malam


mereka tampak menyuapi, satu sama lain.


di sela2 makan Fauzan pun berbicara


"wah Boss sering2 ya buat acara kaya gini hehe,, ucap Fauzan.


"memangnya acara malam ini dalam rangka apa,??? tanya Rey yg tak tau.


"yaelah bro, belum tau ya,


"sebentar lagi Deril dan Naysilla akan menikah ucap Fauzan.


Reyhan terkejut hingga sendok yg ada di tangan nya pun terjatuh,


mimik wajah Rey berubah 180 derajat,


Rey terlihat sedih


dan terpukul dengan kenyataan itu.

__ADS_1


Nay,,


apakah sudah tak ada harapan untukku,


aku memang sudah mengikhlaskan mu, tapi kenapa,?? ketika mendengar kalian akan menikah hatiku terasa sakit,??? ucap Rey dalam hati.


Resti dan yg lain melihat perubahan dari Rey pun terdiam,


Rey lalu menatap Naysilla,


Rey menatap Naysilla dengan tatapan yg begitu sendu.


Naysilla yg di tatap Rey pun terdiam,


dan tak bisa berkata apa2 lagi,


Rey menyandarkan tubuh nya pada sandaran kursi dan terdiam,


Resti yg melihat kondisi Rey pun merasakan apa yg Rey rasakan,


"Rey kamu gapapa kan,?? tanya Resti.


"aku gapapa,,aku hanya butuh toilet,


"sorry semuanya gua ke toilet dulu, pamit Rey.


Rey pergi dan kemudian Deril menyusulnya,


di dalam toilet pria itu,


Rey melihat wajahnya di cermin,


dan butiran airmata pun tak sanggup lagi dia tahan.


hatinya hancur berkeping-keping.


dia merasakan rasa sakit dan sesak,


sakit namun tak berdarah,


Naysilla,,wanita yg dia cintai dan sayangi,


akan menikah dengan sahabatnya sendiri.


dan dia harus rela melihat mereka bersanding di pelaminan,


hal yg tak sanggup untuk dia lakukan,


apa yg kini harus di lakukan,?


apakah dia harus pergi dari kota itu,


membuang semua kenangan tentang Naysilla,,???


entahlah Rey merasa otaknya tak mampu berfikir dengan jernih,


namun dia harus berusaha,


terlihat baik2 saja


hingga kemudian dia pun keluar dari toilet itu.


Rey terkejut melihat Deril yg sudah berdiri di hadapan nya.


Rey pun kembali berjalan dan menghampiri Deril.


"Rey kita perlu bicara,, ucap Deril.


tak ada satu kata pun yg keluar dari mulut Reyhan,


sampai ketika sebuah tangan memukul wajah Deril,


Deril yg tak siap menerima pukulan pun tersungkur,


dia bangkit dan Rey memukul nya lagi,


dan darah segar mengalir di sudut bibir pria tampan itu.


"kalo ini yg lu mau silahkan Rey,


"pukul gua,pukul gua sepuasnya Rey,!!


"luapin amarah lu sama gua,


" gua akan terima semuanya, ucap Deril.


"tapi hal yg harus lu tau,


"gua sangat menyayangi Naysilla,


"gua gak bisa hidup tanpa dia Rey,


"tolong restui gua sama Nay.


"lu fikir cuma lu doang yg sayang sama dia haah,,??


"lu tau,gua lebih sayang sama dia melebihi diri gua sendiri,


"lu curang Ril,


"lu sengaja nyuruh gua untuk mengurus Resti,


"biar lu punya kesempatan mendekati Naysilla kan,???


"itu gak seperti yg lu fikirin Rey,


"melihat kedekatan lu sama Resti selama ini,


"gua fikir lu udah bisa sayang sama dia,?


"gua kira Resti udah gantiin posisi Naysilla di hati lu,??


"dan kenyataan nya,


" ga ada wanita lain di hati gua selain Naysilla,


"lu tau itu kan,

__ADS_1


"sekarang sampai nanti pun,


wanita yg gua sayang hanya Naysilla, ucap Rey berteriak.


bertepatan dengan itu,


Wulan,Resti,Fauzan,dan Nay tiba di tempat mereka berkelahi,


mereka semua mendengar setiap kata2 yg Deril dan Rey ucapkan,begitupun Resti.


Resti terdiam menunduk dan airmatanya pun tumpah dengan sendirinya,


sakit hati kini yg Resti rasakan,


harusnya dia sadar,dirinya tidak akan bisa menggantikan posisi Naysilla di hati Reyhan.


"jadi seperti itu isi hati kamu yg sebenarnya Rey,??


"maaf sudah membuat kamu menjaga aku selama ini,


"sehingga kamu kehilangan kesempatan untuk bersama Naysilla,


"aku fikir semua perhatian dan kasih sayang kamu berikan tulus,


"harus nya kamu membenci aku Rey,


"aku lebih senang kamu membenci aku dengan kejujuran,


"daripada kamu menyayangi aku dengan kebohongan,,


"semuanya,"permisi aku duluan,, ucap Resti seraya berlari meninggalkan tempat itu.


"Ress,Res tunggu Res,


Fauzan,Wulan dan Nay berteriak memanggil Resti,


namun tak Resti hiraukan sedikitpun,


dia terus berlari,


dan tak menoleh kebelakang lagi.


sementara Rey berlari,


dan memasuki mobilnya


dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,


untuk mengejar Resti.


kini hanya Deril yg terduduk di lantai,


dengan wajah yg memar, dan darah mengering masih berada di sudut bibirnya.


"kita kedalam dan kita pulang segera


" Nay tolong kamu lihat kondisi Deril.uca Fauzan.


mereka bertiga kembali kedalam dan mencari keberadaan Deril,


Pria tampan itu tengah terkulai lesu,


Nay segera menghampirinya.


"kamu baik2 ajja kan,??


"kamu gapapa kan,?? tanya Nay cemas.


"hemm,,


"aku gapapa sayang, jawab Deril.


"boss lu baik2 ajja kan,??


"masih bisa bawa mobil,? tanya Fauzan.


"gua gapapa,pukulan Rey tak terlalu keras,


"gua masih bisa bawa mobil ko,


"mendingan sekarang kalian cari Resti,


"pastikan dia baik2 ajja,, perintah Deril.


"okk boss kalo gitu gua sama Wulan cabut,


" Nay kamu tetep disini ya,


"iya a,kalian hati2 ya,, ucap Nay.


Wulan dan Fauzan mengangguk, dan segera meninggalkan tempat itu,


menuju parkiran dan melajukan mobilnya untuk mencari Resti.


sementara Nay yg melihat kejadian itu akhirnya menangis,


Deril terkejut melihat wanitanya menangis,


dia pun mendekati Naysilla.


Kenapa nangis hemm,,?? tanya Deril seraya menyentuh tangan Nay.


"maafin aku,semua ini gara2 aku,


"kalian bertengkar Karena aku,


"Resti terluka hatinya juga Karena aku,


"seharusnya aku gak ada di tengah2 kalian,, ucap Naysilla.


gadis itu menangis sangat pilu,


dia tak menyangka,


kehadiran nya bisa membuat orang2 sekitarnya terluka.


Deril mengajak Naysilla berdiri,

__ADS_1


dan kemudian memeluk gadis itu membiarkan Naysilla menangis di pelukan nya.


__ADS_2