DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 88


__ADS_3

Deril berdiri di depan pintu kamar gadis pujaan nya itu,


dia pun mengetuk pintu, sesaat kemudian gadis cantik itu muncul di balik pintu,


mereka pun masuk, dan menuju balkon untuk bersantai.


hening sejenak,


tak ada yg bicara, mereka larut dalam suara indah binatang malam,


Naysilla pun begitu menikmati,


hingga tak sadar bahwa tangan pria tampan itu,


kini tengah menggenggam tangan nya.


Naysilla menoleh kearah Deril,


pria itu malah tersenyum dan mengeratkan genggaman tangan nya,


"kenapa kamu tinggalin Shirin di bawah,,???


"apa yg membuat kmu bersikap dingin padanya,,??


"dia jauh-jauh datang dari Amrik,


"tapi kamu malah mengabaikan nya, tanya Naysilla.


" dia datang ke indonesia bukan untuk aku,


"dia mungkin ingin menemui ibunya yg memang berada di indonesia,


" dia hanya masa lalu ku, tolong kmu percaya padaku,,


"apa harus aku ceritakan semua kisahnya dengan nya,,???


" aku tidak tertarik dengan masa lalu orang lain,


"bagiku mengetahui masa lalu mu itu tidak penting,


" aku tidak perduli.


"mungkin kamu tidak tertarik,


"tapi saat ini, kmu adalah wanita yg paling aku sayang,


" kmu berhak tau,


" agar dia tidak bisa mengarang cerita, "tentang aku padamu,.


Deril akhirnya menceritakan awal mulai pertemuan nya dengan Shirin


dan awal dia jatuh cinta pada gadis blasteran itu,


namun gadis itu malah mengecewakan nya.


hingga akhirnya Deril memutuskan,


untuk kembali ke tanah air dan meneruskan perusahaan milik orang tua nya,


dan membuka perusahaan sendiri.


Naysilla mendengarkan cerita pria itu dengan seksama,


dan berusaha menjadi pendengar yg baik,


setiap kata yg keluar dari mulut pria itu,


membuat naysilla merasa,


betapa kecewa nya Deril terhadap gadis berdarah Indonesia Amrik itu.


"tak baik terlalu membenci seseorang,


" setiap manusia bisa berubah,


"Allah itu maha mem bolak-balikkan hati manusia"


"mungkin saja, dia yang sekarang sudah berubah,?


" kamu enggak kenal siapa Shirin,


"dia wanita seperti apa, hanya akulah yang tau,


"mungkin kmu benar,


"aku memang tak mengenal dia,


" tapi dia gadis yang cantik, dia juga baik, "


"bagi aku, gadis cantik dan baik hanya kmu,


" stop membicarakan nya,


"aku tidak ingin acara kita mendengar suara malam jadi terganggu,


ucap Deril seraya melingkar kan tangan di pinggang Naysilla yg sedang duduk di sisiNya.


sementara itu waktu sudah menunjukan pukul 20:00


waktu makan malam pun sudah tiba,

__ADS_1


hidangan sudah di siapkan oleh pembantu di villa,


di meja makan kini sudah ada Fauzan, Wulan, dan Meika yang sedang makan.


Shirin keluar dari dalam kamar,


menuju meja makan,


namun dia tak menemukan Deril dan Naysilla,


"selamat malam semuanya, sapa Shirin terpaksa


" hai,, malam Shirin, sapa Fauzan


"malam juga, Wulan membalas sapaan Shirin dengan tampang juteknya.


" hanya bertiga,,???


"yang lain kemana,,????


" Deril tidak turun untuk makan,? tanya Shirin


"mungkin mereka kecapean,


" karena hari ini kita lelah bermain seharian, ucap Fauzan.


"kalo begitu aku akan ke kamar Deril mengajaknya makan, "


"ga perlu repot-repot,


" Deril sedang bersama Naysilla sekarang,


"mereka juga sudah minta di bawakan makanan keatas,


" jadi kmu engga perlu menganggu mereka.,


"sebaiknya sekarang kmu duduk, dan mulai makan,!!! ucap Wulan dengan nada tegas.


Shirin yg mendengar Wulan berkata seperti itu merasa kesal dan marah,


dia sangat membenci Wulan,


ketika pembantu di villa itu datang, Shirin berkata.


" bisa tolong antar kan makan malam ku keatas, tanya Shirin


"baik nona akan saya antar kan,


" terimakasih


Shirin memandangi Fauzan,dan Wulan lalu berlalu tanpa sepatah katapun,


"dasar bule gatel,, gerutu Wulan.


melihat tingkah wanita nya begitu kesal,


mereka bertiga kembali makan,


selesai makan, Wulan dan Fauzan pun menghampiri kamar Resti.


karena Resti dan Rey,


tidak keluar untuk makan malam,


saat Fauzan masuk kedalam kamar Rey,


ternyata Rey tidak ada di kamarnya


akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masuk kedalam kamar Resti,


, pintu kamar pun, sudah beberapa kali mereka ketuk,


namun tak ada jawaban, dari penghuni kamar,


hingga Fauzan terpaksa membuka pintu kamar itu dgan hati-hati.


"hem,, pantesan engga ada jawaban,


ucap Fauzan.


Wulan yg penasaran pun,


membuka pintu kamar Resti lebih besar,


dan dia tersenyum saat melihat pemandangan yg begitu so sweet.


betapa tidak,


kedua sejoli itu tertidur di sofa dengan televisi yg masih menyala,


dan dengan posisi Resti yg menyandarkan kepala nya di dada Rey,


dan kedua tangan nya memeluk Badan pria itu,


sedangkan tangan Rey,


berada di kepala Resti seperti mengusap dan satunya lagi memeluk Resti.


"hem, pantesan aja nyenyak, "di nina bobo sama Coogan,


ucap Wulan seraya mengambil handphone,

__ADS_1


dan mengabadikan momen itu di ponselnya.


", jangan berisik, biarin aja mereka, yuk kita balik kamar, ucap Fauzan.


Fauzan menutup kamar Resti dengan perlahan,


dan kembali menuju kamar Wulan,


tak lupa juga Wulan meminta,


para pembantu membawakan makan untuk Resti dan Rey.


setelah selesai,


Wulan pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat,


namun Wulan terkejut,


saat melihat Fauzan yg masih membuntuti nya.


"kamu ngapain ngikutin aku,??


" kamar kmu kan di sana mas,


"sana balik kamar kmu, aku capek mau tidur,


" engga mau, "mas mau tidur disini sama kamu ya sayang,


" no,, "kmu kan punya kamar sendiri,


" ah gitu banget sih sayang,


"masa Reyhan sama Resti aja lagi berduaan,


" Deril sama Naysilla juga lagi berduaan, masa kita engga,


"ih dasar mesum,


" Naysilla sama Deril itu lagi ngobrol di balkon,


"Resti sama Rey juga cuma ketiduran,


" bukan lagi bermesraan mas,"kmu aja yg mikirnya kejauhan,


"ya udah kita juga ngobrol aja berdua,


" kaya Naysilla sama Deril,


"atau kita nonton televisi berdua biar kaya Rey sama Resti, ucap Fauzan seraya masuk kedalam kamar Wulan,


" terserah kamu lah mas, ucap Wulan pasrah,


akhirnya mereka berdua menonton televisi hingga tertidur,


ketika Wulan terbangun,


dia segera naik ke ranjang nya menemani Meika,


sedangkan Fauzan,


tetap tidur di sofa besar dan Wulan pun menyelimuti nya.


Sementara itu Shirin saat ini sedang marah besar,


hatinya sedang terbakar,


dan amarah pun terlihat dari wajahnya,


"dasar cewek kampungan, berani banget dia bawa Deril masuk ke kamarnya,


" dasar jalan ga tau malu,


"liat aja besok bakal aku bikin cacat dasar cewe murahan,


Waktu sudah hampir larut,


Naysilla sudah merasakan kantuk,


dan acara mereka pun berakhir,


Naysilla mengantarkan Deril sampai keluar pintu kamarnya,


dan kecupan pun mendarat di kening gadis cantik itu


" selamat malam Sayang, moga mimpi indah,


"jangan lupa mimpikan aku,


" i Love u"


ucap Deril yg disambut dengan senyum oleh Naysilla,


Naysilla hanya mengangguk,


" selamat malam juga, "


"selamat tidur, ucap Naysilla,


yg langsung menutup pintu kamarnya merebahkan diri dan tertidur,


begitu juga dengan Deril,

__ADS_1


dia pun merebahkan tubuhnya dan menyusul Naysilla ke alam mimpi.


__ADS_2