DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 129


__ADS_3

happy Reading Readers kesayangan 😘


jgan lupa like ya🙏


Deril dan Fauzan berada di RS ketika pihak kepolisian menghubungi mereka,


mereka mengendarai mobil masing-masing menuju Rumah sakit.


Rey tergeletak tak berdaya,


dengan peralatan Rumah sakit yg menempel di tubuhnya,


sudah hampir 12 jam Rey tak sadarkan diri,


dari keterangan yg Deril dan Fauzan dapat,


Rey kecelakaan,


karena mengemudi dalam kondisi mabuk.


Deril dan Fauzan hanya bisa melihat Rey dari kaca,


karena saat ini Rey masih mendapat penanganan dari para tim medis,


" Boss, apa Naysilla dan yg lain nya perlu di beritahu,?? tanya Fauzan


" iyaa gua baru kefikiran mereka,


" tolong kasih tau mereka terutama Resti,


" gua yakin ini ada hubungannya sama Resti.


" okk Boss,,gua telpon Wulan dulu.


Fauzan menelpon Wulan, dan Wulan terkejut mendengar berita itu,


dia pun menyampaikan berita duka itu kepada kedua sahabatnya,


Nay terkejut, begitupun Resti,


apalagi setelah mengetahui alasan kecelakaan yg terjadi pada Rey,


Resti terdiam dan air mata pun jatuh dari kedua matanya.


Resti berfikir apakah karena penolakan nya pada Rey semalem,


membuat Rey minum dan kecelakaan itu terjadi.


Resti merasa bersalah atas segala yg terjadi pada Rey


" Nay, Mak gua harus ke Rumah sakit,ucap Resti.


" okk Ress kita ke Rumah sakit bareng ya,,!! ajak Naysila.


" sabar ya Ress kita siap2 sekarang ya,,


" Makk, Nay please gua harus ketemu Rey secepatnya,!! rengek Resti.


" iya Ress,,sabar ya jgan panik,,kita pasti kesana lu sabar ya,,!


" tapi gua khawatir Mak,Nay,,


" kalo sampai terjadi sesuatu gua pasti merasa bersalah.


" sabar ya Ress,, kita berdoa semoga Rey baik2 ajja,, ucap Nay seraya memeluk Nay,


tak lama mereka bertiga berangkat menuju Rumah sakit,


dan kali ini Resti berboncengan dengan Naysilla,,


saat sampai di Rumah sakit,


mereka segera mencari keberadaan Rey


setelah mengetahui informasi mereka menuju ke ruangan IGD,


dari jauh mereka melihat Fauzan dan Deril sedang berdiri di depan kamar IGD.


" assalamualaikum,, sapa ketiga wanita itu,


" waallaikumsalam,, jawab kedua pria itu kompak.


" Mass gimana keadaan Rey,?? tanya Naysilla.


" Mass gak tau sayang,,Rey masih di periksa,, jawab Deril.

__ADS_1


" gimana cerita nya Rey bisa kecelakaan Mass,?? tanya Wulan.


"seperti yg pihak kepolisian bilang,


" Rey kecelakaan karena mengemudi dalam kondisi mabuk, Fauzan menjelaskan.


mereka semua mendengar kan penjelasan Fauzan termasuk Resti,


Resti mendekati dinding kaca,


dan bisa terlihat oleh Resti pria yg sangat dia sayangi kini sedang tak sadarkan diri.


Resti kembali mengingat obrolan mereka tdi malam,


Resti mengingat kembali momen saat Rey menyatakan cinta nya.


dan saat yg paling tak kan Resti lupa saat Rey mencium nya,


mengingat semua itu,


membuat gadis cantik itu merasakan sesak di dadanya.


dan air mata pun mengalir dari wajah cantiknya.


melihat Resti tengah berduka, Nay dan Wulan pun memeluk Resti,


mereka bertiga berdiri di hadapan dinding kaca,


melihat kedalam ruangan tersebut.


" sabar Ress,, insya Allah Rey pasti kuat


" Rey pasti baik2 ajja,, kita berdoa ya,!! ucap Nay.


" iya Ress gua yakin Rey pria yang kuat dia pasti baik2 ajja,, Wulan menimpali.


" gua merasa bersalah sama Rey Makk,Nay,,


" harusnya semalam gua gak acuhin dia,


" harusnya semalam gua bales pernyataan cintanya,


" gua udah bikin Rey kaya gini Mak,, Resti tak berhenti menangis.


" jadi semalem Reyhan dari Rumah kamu Ress,?? tanya Fauzan.


" sabar ya Ress,, berdoa aja semoga Rey gapapa, ucap Fauzan.


" amiinn...ucap mereka serempak.


mereka terus berada di depan ruangan IGD,


namun kini,


mereka menduduki kursi panjang,


untuk sejenak mereka terdiam sibuk dengan fikiran masing-masing.


pintu ruangan itu terbuka, dokter dan beberapa perawat keluar dari ruangan itu,


Deril dan Fauzan sontak berdiri, dan menghampiri sang dokter itu.


"dok bagaimana keadaan teman kami dok,,?? tanya Fauzan.


" masa kritisnya sudah lewat, hanya saja kita tak tahu kapan pasien akan siuman,


" kita berdoa saja semoga pasien cepat siuman,


" baik terimakasih banyak dok,


" sama2 kalo begitu saya permisi.


" silahkan Dok,,


Dokter pun berlalu dari hadapan mereka,


mereka semua merasa lega terutama Resti,


Resti mengucap syukur tuhan masih memberikan dia kesempatan,


untuk melihat Rey kembali.


" lu denger kan apa kata dokter,?? Rey udah gapapa, Rey itu kuat Ress,,


" iya Ress Naysilla benar, lu tinggal doain ajja semoga babang Rey cepat sadar.

__ADS_1


Deril dan Fauzan hanya tersenyum melihat ketiga wanita itu,


Deril pun mendekat ke arah Naysilla,


" sayang kita ke kantin dulu yukk,, Mass laper,, ucap Deril.


Nay mengangguk,


" Zan gua sama Nay ke kantin dulu ya,


" kalo Rey udah sadar kalian bisa hubungi gua atau Nay,!! ucap Deril.


" okeyy Boss,


" semuanya gua Anter Deril makan dulu ya,!


" iya Nay,,gih sana kasih makan dulu suami lu hehe,, Wulan mulai dalam mode jahilnya.


" yukkk,,!! Deril menarik tangan Naysilla lembut,


mereka berjalan bersama bergandengan tangan


orang-orang di sekitar mereka pun memperhatikan,


mereka terpana oleh ketampanan pria disamping Nay itu.


" Mass,, malu di liatin orang, gandengan kaya mau nyebrang, ucap Nay pelan.


" biarin ajja sayang,,dan aku gak mau ngelepas genggaman tangan kamu, ucap Deril.


jika sudah begitu Nay hanya bisa pasrah,


dia akan membiarkan pria itu terus menggenggam tangan nya.


hingga sampai di kantin pun,


mereka tetap bergandengan.


mereka pun makan di kantin yg cukup bersih,


Nay memperhatikan pria yg kini berada di hadapan nya sedang makan,


sepertinya benar dia terlihat lapar,,


Deril makan dengan tangan kiri nya yg tetap menggenggam tangan Naysilla,,


" kamu kok gak makan sayang,???


" kenapa makanan nya cuma di liatin ajja,? tanya Deril.


" gimana aku mau makan Mass, tangan aku ajja kamu pegangin terus,, jawab Nay.


" hehehe..aku suapin ya,


Deril menyuapi Naysilla, sebenarnya gadis itu malu karena beberapa pasang mata memperhatikan mereka.


" Mass aku makan sendiri ya, gak enak di lihat orang,,


" emang kenapa sih, ini kan tempat umum, lagian Mass hanya menyuapi kamu.


" orang melihat karena mereka punya mata,


" jadi abaikan saja sayang..


Deril tetap menyuapi Naysilla dan tangan Naysilla tetap di genggam nya,


Naysilla hanya mendengus kesal, namun dia tetap membiarkan prianya itu berbuat sesuka hatinya,


walau tak di pungkiri Naysilla pun merasa malu dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.


hingga acara makan selesai, Deril memanggil pelaya kantin, dan meminta untuk membungkus kan makanan serta cemilan untuk Fauzan, Wulan dan Resti.


pelayan kantin pun membungkus kan makanan, dan menyerahkan kepada pria itu,


Deril pun membayar dengan jumlah uang yg cukup banyak,


membuat pelayan kantin itu terkejut.


" ayoo sayang kita kembali ke ruangan IGD,!!


" kasian teman2 kita,


"pasti mereka juga belum makan,, ucap Deril.


Nay bangkit,

__ADS_1


dan mereka kembali berjalan Bergandengan tangan,


menyusuri koridor Rumah Sakit.


__ADS_2