DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
Dilema Cinta


__ADS_3

bab 151


.


.


.


Vanka menghentikan mobilnya disebuah gedung terbengkalai yang sangat lusuh, dipenuhi banyak ilalang,


dengan segera Vanka turun dari mobilnya, dan menarik Nelly dengan kasarnya.


" jangan menangis wanita lemah !!!" bentak Vanka yang melihat Nelly menitikkan air mata.


tanpa belas kasihan Vanka menyeret Nelly memasuki Gedung kosong itu.


sesampainya didalam Vanka mendorong Nelly hingga kepala Nelly terbentur tembok dengan kerasnya, hingga nelly tak sadarkan diri.


"aakkhhhhhh !!!!" teriak Vanka sambil menjambak rambutnya dengan kuat.


nafasnya memburu hatinya penuh dengan kebencian mendalam.


" semua ini gara-gara Kiran sialan itu !!! hidupku jadi hancur seperti ini..!! Aakkhhh !!!" teriak Vanka lagi. ia tersenyum dengan terengah-engah ketika melihat Nelly tergeletak tak sadarkan diri.


" q akan melenyapkan wanita ini.. agar kirania dihantui rasa bersalah sepanjang hidupnya..ha..ha..ha..ha.." tawa Vanka dengan lepas.

__ADS_1


Diujung jalan dekat dengan gendung itu terhenti sebuah mobil.


" kek, kenapa berhenti disini ??! ayo kesana, kak Nelly dalam bahaya kek.." ucap Kirania penuh kawatir. ya, mobil yang mengikuti Vanka adalah mobil kakek Beni.


" kakek tidak mau membahayakan dirimu kiran, kita tidak tau ada siapa saja didalam sana.." nasehat kakek beni.


" lalu apa kita hanya harus menunggu saja ??!! kasihan kak Nelly kek.." timpal Kirania.


" bersabarlah, sebentar lagi bantuan datang." balas Kakek.beni.


Kirania membuang nafasnya dengan kasar. ia benar-benar sangat kawatir dengan Nelly. dia sama sekali tidak tau apapun masalahnya, namun kini harus menderita akibat sebuah rasa iri yang tidak beralasan.


.


.


kini farraz mengerti semua. dan benar adanya, pintu lorong telah terbuka itu pertanda apa yang dikatakan gerry memang benar.


" sial !!! dimana wanita iblis itu membawa istriku !!!" umpat Farraz sambil memukul dinding lorong.


" kakak, hentikan, !!" Aziel berusaha menenangkan Farraz.


farraz terduduk lemas dengan wajah memelasnya. " bagaimana Aziel.. istriku..istriku dibawa pergi lagi.."


" kita pasti akan menemukannya kak, kita akan mencarinya sampai dimanapun." balas Aziel.

__ADS_1


Dam meneliti jalan yang ada disana, terdapat jalan yang bisa dilewati mobil dan hanya satu arah, Dam mulai memeprediksi kemana arah mobil Vanka pergi.


segera Dam meraih ponselnya menghubungi anak buahnya agar menemui mereka dipintu lorong itu.


" lacak ponselku, jemput kami disini." perintah Dam dalam panggilan.


" baik tuan." jawab anak.buah Dam.


Setelah mematikan ponselnya, Dam menghampiri Aziel yang masih menemani Farraz.


" kita harus kembali kemarkasku, q akan meretas cctv jalan yang dekat dengan lorong ini." ucap Dam.


" apa kau yakin bisa ??" tanya Aziel.


" biar q saja Dam," timpal Farraz. ya, farraz memang juga ahli dalam dunia meretas.


" tapi apa kau akan menghubungi anggotamu dulu ??" tanya Dam memastikan.


" tentu saja tidak. q akan memakai alatmu." jawab farraz yang segera berdiri ketika melihat mobil anak buah Dam sudah sampai. ia segera masuk kedalam mobil diikuti Dam Dan Aziel.


" segera q akan menemukannya, sayang.. bertahanlah.." gumam Farraz yang memejamkan matanya dengan tenang.


Aziel menatap kakaknya penuh haru, selama ini farraz tidak sama sekali mengenal wanita. namun kini semua telah berubah sejak farraz memulai hubungan dengan kirania yang berakhir terluka, hingga farraz telah bangkit kembali dan menata hatinya hingga memiliki rasa cinta yang sangat dalam untuk istrinya yang awalnya hanya membalas rasa bersalahnya saja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2