DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 37


__ADS_3

Naysilla,wulan dan kedua orangtua Resti tlah pamit pulang, kini tinggalah Rey seorang diri, menemani Resti yg sedang tak sadarkan diri.


Resti yg telah di pindahkan keruang perawatan pun tergolek tak berdaya, dgan beberapa peralatan medis yg masih menancap di tubuhnya.


Rey masuk kedalam ruangan tempat Resti di rawat,dia duduk di samping samping ranjang,secara refleks dia menggengam tangan Resti.


"Ress bangun donk" kmu bisa denger aku kan,,??


"please Res buka mata kmu" jgan biarin aku merasa bersalah seperti ini.


"aku mohon Res"


Rey meneteskan airmata, dia tak habis fikir mengapa saat seperti ini Rey takut dan khawatir tentang keadaan Resti.


pria itu menurunkan kepalanya ke Ranjang dan trtidur dgan posisi tangan'a masih menggenggam tangan Resti.


pagi menjelang Rey trbangun dri tidurnya, dia merasakan sakit di bagian pundak dan lehernya, akibat tidurnya yg tak seperti biasa.


dia memandang sekelilingnya, dan baru sadar trnyata dia berada di Rumah sakit.


ingatan"a kembali pulih, dia bisa kembali mengingat kejadian kmren,tangan"a yg masih memegang tangan Resti.


di tatapnya gadis itu, tapi blum juga ada pergerakan dari si pemilik tubuh.


Resti blom juga sadarkan diri hingga pagi ini,


pukul 07:00 para suster pun datang memeriksa semua keadaan pasien,


"Suster kenapa dia blom sadar juga,,??? tanya Rey


" mass sabar dulu ya" sebentar lg dokter "datang untuk memeriksa keadaan pasien.


"saya permisi masss" ucap suster.


"trimakasih suster" ucap Rey..


sementara itu di rumah Nay..


Nay pagi2 sudah rapi dan segera berangkat,


dia berniat kembali ke Rumah Sakit untuk menemui Resti dan Reyhan.


tanpa sarapan Nay menuruni tangan dengan ter buru2 sang mama pun di buat bingung.


"pagi mah"


"loh tumben kmu udah rapi,,???


"Nay mau keRumah sakit mah,liat keadaan Resti.


"oohh iya bagaimana keadaan Resti Nay,,??


"Nay blom tau mah" semalem waktu Nay pulang Resti blom sadar juga.


" ya allah semoga Resti cpet sembuh ya,cepet sadar,mama juga pengen jenguk dia Nay..


"iya mahh nnti mama nyusul ajja" soalnya Nay buru2 kasian Rey dia disana sendirian.


"ya ampun Rey nginep di sana,,???


"kasian dia pasti kecapean,


"Nay kmu bawain sarapan ya buat Rey" mama siapin dulu.


" iya mah"


sambil menunggu sang mama yg memasukan makanan ke dalam tempat makan, Nay memanaskan motornya.


ketika mamanya tlah memberikan kotak makan, Nay segera pamitan mencium tangan sang mama dan tancap gas menuju Rumah Sakit.


Sesampainya Nay dirumah sakit, dia pun berjalan menuju lobby, dan disana dia bertemu Wulan, yg pagi itu datang juga untuk melihat keadaan sahabatnya.


mereka segera menuju ruangan tempat Resti di rawat,membuka pintu kamar dan melihat Rey yg tengah memegangi tangan Resti.


"assallamuallaikum met pagi Rey" sapa Wulan dan Nay.

__ADS_1


"waallaikumsalam Nay,Wulan.


"Rey gimana kondisi Resti,??? tanya Wulan.


"blom tau Lan dokter blum datang mngkin sebentar lg.


"yaudah kita tunggu dokter sama2 ya"


" oya aku bawain kmu sarapan Rey,


"kmu sarapan dulu ya, biar ada tenaga.


"ini mama aku yg buatin khusus buat kmu, ucap Nay.


"makasih Nay tapi aku blom laperr" ucap Rey..


"gimana ceritanya lu ga laperr Rey,,???


" lu itu dri kmren siang" blom makan apa2, ucap Wulan


"cpetan makan,!!!


"klo lu ga makan"


gimana lu bisa nungguin Resti disini.Wulan berkata dengan nada emosi.


"Wulan bner Rey,,Makan ya..!!!


krna paksaan dri Nay dan Wulan, akhirnya Rey makan.


"mendingan lu pulang dulu Rey,


"istirahat,ganti baju,


"klo lu mau kekantor pergi ajja dulu,


"klo Resti siuman kita pasti kabarin lu secepatnya.


"Wulan bner Rey,


"ada kita disini yg nemenin Resti, kmu ga perlu khawatir.


Rey memandangi gadis yg tertidur di atas ranjang"a,


pintu kamar ruang rawat Resti trbuka, sang dokter yg di tunggu akhirnya datang.


Rey,Nay dan Wulan membiarkan sang dokter memeriksa Resti setelah selesai mereka segera menghampiri sang Dokter.


"Dok gimana keadaan"a dok,,,??? tanya Rey.


"keadaan pasien sudah stabil,


"tapi saya blom tau kenapa pasien blom sadar sampai saat ini.


kita hanya tinggal menunggu pasien siuman saja.


"tapi ga ada sesuatu yg serius kan dok,,?? tanya Nay.


"saya blom bisa menyimpulkan karna pasien blom sadar,


"kita akan chek setelah dia sadar.


"hanya kakinya yg sedikit bermasalah, "karna benturan mngkin kakinya mengalami keretakan tulang.


"saya akan memeriksa pasien secara" keseluruhan,setelah pasien siuman.


"tolong lakukan yg trbaik" apapun itu, "untuk kesembuhan'a dok.


"baik mass"


"saya akan berusaha semampu saya,


"klo bgtu saya permisi, ucap sang dokter sambil berlalu.


"Nay ,Wulan aku pergi dulu"

__ADS_1


"klo ada apa2 kabarin secepatnya"


"pasti Rey kmu tenang ajja, ucap Nay.


"aku pamit ya Nay, lan..


"IYA Rey kmu hati2 ya.


"hati2 di jalan Rey" tenangin diri lu ya, ucap Wulan.


Rey mengangguk.


"assallamuallaikum"


"waallaikumsalam"


Rey pergi meninggalkan ketiga wanita itu,dia melajukan mobilnya menuju apartemen.


sepeninggalan'a Rey, Wulan mendekati Resti, dan duduk di pinggir ranjang, sambil berkata seolah olah Resti sedang sadar.


"Ressss bngunnn" udah siangg.


"anak perawan pamali bangun siang"


"Ress lu tau ga,


"Reyhan khawatir bgt sama lu sampai2 dia nangis loh..


"kalau lu liat lu pasti seneng"


" cowo yg lu suka perhatian bgt sama lu,


"lu tidur ajja dia tungguin, ampe makan ajja dia ga mau.


"tapi gua kasian sama Reyhan Res,


"dia kan ganteng,


"ngapain dia nangisin cewe bawel ga ada bagus2"a kaya lu.


"sok cantik lu di tangisin"


"Ress klo lu ga bngun "Reyhan nnti nikah loh sama Naysilla,


"lu ga bakal punya kesempatan buat ngejar Reyhan lg.


"mank lu rela ya,,???


"Reyhan nikah sama Nay,,???


"pokonya gua ga mau tau,


"lu harus secepatnya bangun Resss.


ucap wulan yg terus menerus berbicara sendiri di hadapan sahabatnya yg sedang tak sadarkan diri.


Nay yg melihat Wulan berbicara sendiri di hadapan Resti yg sedang tak sadarkan diri itu menangis,


dia merasa sedih dgan kondisi ini,dia sangat merasa kehilangan sosok sahabat yg sangat dia dan Wulan cintai.


Nay mendekati Wulan dan memeluk Wulan dri belakang mereka berdua hanya bisa berdoa agar Resti cepat sadar.


"makkk Resti kapan sadar,,????


"kita berdoa ajja ya Nay," saat ini hanya doa yg bisa kita lakukan.


"iya makkk"


"Res bangun donk cepet"


"kita kangen sama senyum lu" bawel lu semuanya..


Wulan pun memeluk Nay sambil memegangi tanga Resti yg sedang di infus,mereka bertiga hanyut dalam kesedihan.


drama tangisan mereka pun terhenti ketika kluarga Resti datang beserta orangtua"a.

__ADS_1


mereka pun keluar dari ruangan itu membiarkan kluarga serta orangtua Resti menjenguknya.


__ADS_2