
mobil mereka telah sampai di tempat yg akan mereka kunjungi,
mereka pun keluar satu persatu dari mobil
Meika yg sudah tidak sabar ingin bermain air pun segera menarik Wulan dan Fauzan.
"guys kita duluan ya,,!!!
" makan siang kumpul disini lagi, teriak Fauzan.
tinggal tersisa Deril, Naysilla, Rey, Resti dan Shirin,
"tempat apa ini,,????
apa itu air terjun,,??? " apa bagusnya tempat ini,,???
"ini namanya curug atau air terjun,
" disini kita bisa mandi, berkemah sambil melihat pemandangan, ucap Naysilla,
"wow,, di tempat ku tidak ada tempat seperti ini, " ucap Shirin,
"kasihan sekali,
" sekali-sekali main lah ke alam nona,
" biar otak kita fresh dan bersih, ucap Resti ketus,
Naysilla terkejut melihat Resti berkata dengan begitu ketus nya,
Resti terbilang jarang marah,
namun jika dia sudah berkata pedas,
itu artinya ada sesuatu dalam dirinya yg sudah di di singgung seseorang,
Rey yg melihat Resti bersikap seperti itu berinisiatif untuk mengajak mereka berjalan,
"ya udah kita jalan yuk, "
"kita keatas, " pemandangan di atas lebih bagus, " ucap Rey.
tanpa memperdulikan Rey,
Resti menarik lengan Naysilla dan berjalan bergandengan.
Deril dan Naysilla hanya tersenyum.
lalu mereka berlima menaiki anak tangga,
untuk mencapai air terjun paling atas,
Deril berjalan bersamaan dengan Reyhan,
dan bertanya sesuatu.
"gadis lu kenapa Rey,,???
" kayanya kalian lagi berantem,? tanya Deril.
"entah lah wanita itu sulit di tebak,
" hanya melihat gua dan Shirin berbicara mood nya langsung berubah, jawab Rey.
Shirin,,???? " kenapa Shirin,,????
Rey pun menceritakan kejadian di meja makan kepada Deril,
Deril mendengarkan dengan seksama,
dan mengerutkan kening nya seolah memikirkan sesuatu.
"sepertinya kita harus hati-hati dengan wanita itu,
" dia bisa menghalalkan segala cara,
"untuk membuat lu kembali padanya,
"dan gua takut, " kalo Naysilla yang terkena imbas nya,
tolong Jaga dia Ril, ucap Rey.
"ok Rey gua faham,
" gua ga akan biarin dia, menyentuh Naysilla, "meskipun hanya sehelai rambutnya.,
"pastikan lu juga jaga keselamatan Resti, "
"pasti,, ayo kita sebentar lagi sampai. " Rey dan Deril mempercepat langkahnya,
untuk mengejar kedua gadis mereka itu.
Naysilla Resti dan Shirin yang sudah berjalan lebih dulu pun berhenti.
"guys " kayanya kita harus istirahat dulu,
"kita udah terlalu jauh jalan,
" lihat mereka berdua tertinggal jauh,
__ADS_1
"dan aku capek banget, ucap Naysilla,
akhirnya ketiga gadis itu pun berhenti dan duduk sejenak,
Shirin mengamati keadaan sekitar,
hanya ada pepohonan besar,
dia pun mulai berdiri dan melihat bahwa di pinggir kanan kiri tempat dia berpijak,
hanya ada jurang yg cukup dalam,
ide jahat pun muncul di benak gadis cantik itu,
"ini saatnya Naysilla untuk mati, haha...
" Shirin,,,
gadis blasteran itu tersentak saat mendengar seseorang menyebut namanya,
dan ternyata orang yg memanggilnya adalah Naysilla.
"nih minum airnya,
" kmu juga pasti haus kan,,??? ucap Naysilla memberikan sebotol air mineral kepadanya,
"thanks Naysilla,
" aku sudah bawa minum sendiri,
"ok baiklah, kita istirahat sebentar setelah itu kita naik lagi,,
" Resti kaki lu GPP kan,,??? tanya Naysilla,
"tenang aja friends kaki gua udah pulih seutuhnya ko,
" syukur alhamdulillah Res gua seneng dengernya,
Shirin yg melihat adegan Naysilla dan Resti merasa jijik,
dia segera memutar otak,
agar secepatnya bisa menyingkirkan Naysilla sebelum Rey dan Deril tiba disini,
dia pun berdiri dan melihat,
ada sebuah sarang lebah,
lalu dia memberanikan diri menjauh,
dan melempar batu kearah sarang itu,
alhasil sarang lebah tersebut jatuh,
gadis itu berteriak dan berlari kearah Naysilla dan Resti,
membuat kedua gadis itu panik,
seketika Naysilla dan Resti bangkit,
berusaha menghalau para lebah yg sedang menyerbu mereka,
shirin dengan sengaja berlindung di belakang tubuh Naysilla,
dan berusaha membuat Naysilla semakin mendekati tepi jurang,
di tengah perjalanan menuju keatas Deril dan Rey bertemu Fauzan dan Wulan,
mereka juga berniat naik keatas,
hingga akhirnya mereka pun berjalan bersama menaiki satu persatu anak tangga, menuju keatas,
sementara Naysilla dan Resti,
masih sibuk dengan para lebah yg kini sedang mendekati mereka,
kini mereka bertiga berdiri sejajar,
dan berusaha menghentikan serangan hewan kecil namun berbahaya tersebut,
saat merasa kalo targetnya sudah berada disisi jurang,
shirin yg tak melihat karena menutupi wajahnya,
agar kawanan lebah itu tak melukai wajahnya pun dengan sengaja,
menyenggol tubuh dari wanita yg kini berada di sampingnya,
alhasil tubuh wanita itu tergelincir dan jatuh,
"Resti.......
Naysila berteriak,
dan berusaha meraih tangan Resti,
dan kini Resti hanya berpegangan pada sebuah akar dengan jurang curam di bawahnya,
" Res lu jangan lihat kebawah ok, "
__ADS_1
"pegang tangan gua Resti hayo,, " lu pasti bisa,
"lu jangan panik ya, " gua bakal angkat lu dari situ,
"ayo Res pegang tangan gua, teriak Naysilla,
Shirin yg mengetahui bahwa bukan Naysilla yg tergelincir pun kesal,
dan berupaya kembali untuk membuat Naysilla ikut terjatuh,
kawanan lebah yg sudah berkurang pun kembali menjadi alasan Shirin,
untuk mencelakai Naysilla kembali,
Shirin berteriak dan sengaja membuat Naysilla kebingungan,
siapa yg harus dia tolong,
namun saat ini, tangan Resti telah berhasil memegang tangan Naysilla erat,
Naysilla berusaha sekuat tenaga,
berjongkok dan berusaha menarik Resti,
namun tenaganya kurang kuat,
shirin yg melihat itu memanfaatkan keadaan dia menyenggol tubuh Naysilla,
hingga gadis itu ikut terjatuh.
kini kedua gadis itu tergelincir bersama dan bertahan pada sebuah akar pohon,
entah sampai berapa lama mereka bisa bertahan,
akar pohon itu pun patah akibat gesekan dengan tanah,
Naysilla dan Resti kembali jatuh lebih dalam,
namun Naysilla mampu meraih akar pohon yg lebih besar,
dan kini Resti berada di bawahnya dengan posisi memeluk tubuh Naysilla,
"nnnaaayyyy,,
" gua baik- baik aja Res,
"lu gpp kan,,??? " tenang ya kita pasti bisa keluar dari sini,
"Naysilla gua takut,, ucap Resti menangis,
" lu ga usah takut kita pasti baik-baik aja,"
"asal lu jangan liat ke bawah ya, please Resti,,
" tolong.........
"tolong........ teriak Naysilla lantang,
"Naysilla gua udah ga kuat,,
" lu ga boleh bilang begitu, "
"lu pegang tangan gua yg erat Ya,, "
"berdoa semoga ada yg mendengar teriakan kita,
sementara Shirin tersenyum puas,
di atas sana,
misi nya untuk melenyapkan Naysilla berhasil,
" mampus kau wanita murahan,
"sekarang tidak ada lagi penghalang aku untuk mendapatkan Deril,
" sekali tepuk dua nyamuk menyebalkan tewas hahaha...
kebahagiaan nya hanya sesaat,
ketika kawanan lebah itu kembali menyerbu nya,
Shirin berlari dan mencebur kan dirinya ke air,
agar kawanan lebah itu tak mengejar nya lagi.
Rey, Deril, Fauzan Wulan dan Meika sudah tiba di tempat Resti dan Naysilla,
namun mereka hanya menemukan tas dari kedua gadis itu,
"Naysiiilllaaa....
" Reeestiiiiiiiiii.....
mereka berteriak memanggil Resti dan Naysilla,,
Deril yg takut terjadi sesuatu pada Naysilla pun kebingungan,
dan khawatir pada gadis itu.
__ADS_1
lanjutan nya di part berikutnya ya,,!!!
tunggu ya READERS salam author🥰🙏