DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 111


__ADS_3

happy Reading para Readers kesayangan,😘


Fauzan telah sampai di kediaman Wulan


namun seperti janjinya,


Fauzan langsung pergi menuju apartement Reyhan,


untuk menemui sahabatnya itu.


Fauzan memarkirkan mobilnya,


dan keluar sedikit menyapa petugas apartemen ,


lalu berlalu menuju kelantai 12 tempat apartemen Rey berada.


sampai di apartement,


Fauzan segera memencet bel,


namun tak ada jawaban,


akhirnya Fauzan mencoba untuk membuka pintu apartemen,


dengan sandi yg dia tau,dan apartemen pun terbuka.


seluruh ruangan apartemen Rey gelap gulita seperti tak ada penghuni,


Fauzan menelusuri setiap sudut apartemen itu,


tak ada tanda2 keberadaan Rey di situ.


Fauzan memutuskan untuk masuk kedalam kamar sahabatnya itu,


dan seketika Fauzan terkejut,


mendapati sahabatnya tergeletak tak sadarkan diri di lantai.


dan Fauzan lebih terkejut lagi,


melihat keadaan sekelilingnya yg begitu porak poranda,


botol2 minuman berserakan,


entah sudah berapa banyak botol yg sahabatnya itu minum.


Fauzan membopong Rey ke kasurnya


dia menidurkan sahabatnya itu,


lalu membantunya membersihkan semua kekacauan yg terjadi,


di dalam apartement Rey.


1 jam berlalu,


Fauzan sudah selesai Membersihkan semuanya,


kini apartemen Rey sudah rapi,bersih kembali,


Fauzan pun memesan makanan untuk dirinya dan Rey.


kini Fauzan sedang merebahkan diri di sofa dan menonton tv,


menghilangkan penat,


beberapa menit kemudian makanan pun datang,


dan Fauzan terpaksa makan malam sendirian karena Rey belum sadarkan diri.


Rey membuka matanya,


kepalanya terasa berat,


dia pun bangun dan melangkah ke dalam toilet dan memuntahkan semua isi perutnya,


rasa mual dan panas kini dia rasakan dalam perutnya.


Fauzan yg mendengar suara Rey muntah,


pun berdiri,


dan menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat dan menyerahkan pada Rey.


"thanks Zan,


"dari kapan lu disini,???


tanya Rey seraya meminum jahe hangat buatan Fauzan.


"gua cukup lama disini,


" dan gua harus meminta bayaran dari lu Rey,


"Karena semua kekacauan yg lu buat sudah gua beresin,


Rey memandang ke sekitar,


benar juga,apartemen nya sudah rapi,bersih dan wangi.


"ada apa lu kesini,?

__ADS_1


"kenapa lu gak ke kantor hari ini Rey,?


"gua hanya sedang ingin sendiri Zan,


" dan gua berencana untuk resign dari kantor itu, ucap Rey


"Resign,??? kenapa,,??? apa karena Naysilla,?


"Rey seharusnya lu gak mencampur adukan masalah pekerjaan dan masalah pribadi,


" apa harus seperti ini,? ucap Fauzan kesal.


"lu gak ada di posisi gua Zan,


" lu gak akan faham perasaan gua,


" melihat orang yg gua sayang harus menikah dengan pria lain,


"dan itu sahabat gua sendiri,


"keputusan gua untuk Resign bukan Karena Naysilla,tapi untuk kebaikan semuanya.


"lantas bagaimana dengan Resti,?


"selama ini lu sudah memperlakukan dia layaknya seorang kekasih Rey,


"apa lu berfikir,gimana perasaan Resti sekarang,?


"lu tau kan, gua cuma sayang dan cinta sama Naysilla,


"perasaan gua sama Resti entahlah itu kasihan atau cinta,


" gua lebih terpukul ketika mendengar Nay dan Deril akan menikah,


"hati gua sakit Zan,hancur,,


"tapi kalo memang lu hanya kasihan sama Resti,


" seharusnya lu jgan memberi harapan Rey,


"perlakukan dia sewajarnya,


" kalo lu perlakukan dia seperti seorang kekasih,


" jgankan Resti, gua dan yg lain pun bisa salah faham dengan sikap lu.


"gua merasa tidak memperlakukan dia istimewa,


"gua perlakukan dia sewajarnya Zan,


"itu yg lu bilang sewajarnya Rey,??


"hanya lu belum menyadari sepenuhnya,


Rey terdiam,


mencerna ucapan Fauzan,


dan Rey kembali mengingat,


semua kejadian saat dirinya bersama Resti,


apakah benar yg Fauzan ucapkan,


bahwa dia telah jatuh cinta pada Resti.


"kenapa lu diem Rey,?


"sedang berfikir apa otak lu itu,? tanya Fauzan.


"gua hanya tidak ingin membuat dia sedih Zan,


"melihat dia menangis,hati gua terasa sakit,


"melihat dia tersenyum hati gua teramat senang,


"gua selalu ingin membuat dia bahagia,nyaman dan gua ingin selalu melindungi dia,


"apakah itu lu anggap gak wajar,,?? ucap Rey.


"Hahahaha...


"Rey,,Rey,, gua fikir lu itu lebih pintar dari Deril,


"ternyata lu sama bodohnya sama Deril hahaha..


"jelas2 semua ciri2 itu menandakan kalo itu itu udah jatuh cinta sama Resti,


"tapi kenapa lu masih ngeles sih hadeuh..


"entahlah Zan,


"biarkan waktu yg menjawab,


"gua masih bingung dengan perasaan gua sendiri.


"yg sekarang harus lu lakuin,


" lu harus minta maaf sama Resti,


" urusan lu sama Deril tolong kalian berdua bisa bersikap dewasa,

__ADS_1


"kasihan Naysilla, dia selalu menyalahkan dirinya sendiri karna pertengkaran kalian,


"dan satu hal lagi yg harus lu tau,


"pernikahan Deril dan Naysilla atas perjodohan


"ayah Nay dan om Wijaya itu teman masa SMA,mereka sahabatan,.


"baik gua,Deril dan Naysilla baru mengetahui saat Om Wijaya datang kerumah Nay,


"itulah yg terjadi Rey.


"apa Resti tau tentang hal ini,?? tanya Rey


"tentu dia tau,


"Naysilla sahabat dekatnya,mereka gak mungkin menyembunyikan apapun.


"fikirkan tentang Resti dan tentang niat lu untuk Resign dari kantor,


"gua harap lu bijak dalam mengambil keputusan,


"gua udah beli makanan,,makanlah,,


"sekalian gua cabut mau pulang, udah malem,


"okk bro,,gua pamit tolong fikirkan lagi semuanya dengan kepala dingin,


"okk Zan gua akan fikirkan,


"thanks buat saran dan nasehat lu,


"thanks juga udah bikin rumah gua bersih,


"thanks you so much,,


"its ok friends,,


"okey sama2 Rey, gua pamit ya "assallamuallaikum,, ucap Fauzan seraya berdiri.


"waallaikumsalam,, jawab Rey yg memandangi sampai Fauzan menghilang dari pandangan nya.


sepergi nya Fauzan,Rey kembali merenung,


dia merasa bersalah kepada Resti,


secara tidak langsung dia sudah menyakiti perasaan gadis itu berkali-kali.


dia pun kembali memikirkan ucapan Fauzan tentang perasaan nya pada Resti,


jika dia mencintai dan menyayangi Naysilla mengapa dia hanya perduli pada Resti.


"aarrggghhh"


"bisa pecah kepala gua mikirin semua ini,


"yg harus gua lakuin sekarang adalah meminta maaf pada Resti.


Reyhan meraih handphone nya dan mencari no Resti dan mulai menelpon nya,


tuutt..tuutt..tuutt..


panggilan tersambung trus berbunyi,


namun tak ada jawaban,


dari sang pemilik no


ketika Rey hendak mematikan telpon terdengar suara pria di sebrang sana,


"halloo..haalloo,,halloo,, dengan siapa ini,??


Rey terkejut mendengar suara pria dari no Resti,


sejurus kemudian telpon pun di matikan oleh pria tersebut,


Rey bertanya tanya siapa pria itu,??


mengapa pria itu bisa mengangkat telpon Resti,?


beribu pertanyaan kini bersarang di otak Rey,


membuatnya pusing,


dan dia pun memutuskn untuk kembali ke dalam kamarnya,


untuk menghilangkan rasa kesal dan penasaran yg ada dalam fikiran nya.


sementara itu Resti yg sedang kebingungan mencari keberadaan handphone nya,


dia sudah mencari ke berbagai tempat namun tak dia temukan,


Resti duduk di pinggiran ranjangnya seraya memikirkan sesuatu,


mengapa baru kali ini dia bisa selupa itu pada barang miliknya.


Resti merebahkan tubuhnya di ranjang,


seraya terus mengingat dimana handphone nya di letakan,


tak mendapat jawaban akhirnya dia pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2