DiLeMa CINTA

DiLeMa CINTA
episode 144


__ADS_3

happy Reading Readers kesayanganku😘🥰


adzan subuh menggema membangunkan semua ciptaan Tuhan yg masih terlena dalam tidur indahnya,


namun wanita yg masih tampak menggunakan baju tidur sudah terlihat sibuk dengan rutinitas nya.


setelah menunaikan solat wanita itu segera berjibaku,


dia menuju ruang tamu untuk membangunkan Fauzan.


seketika wulan terpaku di hadapan pria yg masih terlelap dalam tidur nya


sejenak dia memperhatikan wajah pria yg sudah menjungkir balikan hatinya.


tanpa disadari sepasang tangan kekar tengah menarik tubuhnya,


dan dalam satu hentakan,


tubuh nya masuk kedalam pelukan pria itu


Wulan terkejut,


dan refleks memukul lengan sang pria tersebut.


" Mass lepasin iiiihhhh,,"


" sejak kapan kmu udah bngun,,?? tanya Wulan.


" sejak ada yang terpesona"


"sampai gak kedip mandangin muka Mass hehe.... "


" kepedean, siapa juga yang mandangin kamu,"


" aku mau bangunin kmu buat solat subuh."


" terserah,, "


"yang penting aku tau kmu mandangin aku, sampe segitunya,"


" emang aku setampan itu ya yank,??


" dih apaan sih, pagi2 udah narsis banget,


" udah cepetan bangun,


" subuh dulu sana,!!


" nanti keburu abis waktunya.. "


bukan malah melepaskan, Fauzan malah mengeratkan pelukan nya.


" 5 menit yank biarin kaya gini dulu,"


" aku kangen banget sama kamu"


" gak bisa sekarang bangun dulu terus subuh,


" peluknya bisa nanti lagi."


" ayo Mass nanti keburu abis waktunya.


" iya iya bawel,


" yaudah aku solat subuh dulu, tapi nanti peluk lagi ya."


" hemm,, udah lepas aku mau bangunin Meika sambil siapin sarapan.


" ok sayangg,, cupppp,, morning kiss dulu hehe.."


Wulan terdiam saat Fauzan mencuri ciuman darinya,


dan bisa di pastikan sang pelaku sudah kabur untuk menghindari amukan Wulan.


Wulan menghela napas,


dan berusaha menetralkan jantung nya yg berdetak lebih kencang,


saat Fauzan menciumnya.


Wulan pun tersadar, dan segera menghampiri kamar putri kesayangan nya,


untuk membangunkan nya,


dan kembali kedapur melanjutkan rutinitas yg sempat terhenti.


pukul 06:30 wib pagi mereka semua pun sarapan dan Meika berangkat lebih dulu menuju sekolahan nya,


tersisa Wulan dan Fauzan yang saat ini masih sarapan.


" yank kerumah aku yukk hari ini,"


" ngapain Mass,????


" ketemu ayah sama bunda,


"aku pengen secepatnya ngenalin kamu ke mereka yank,"


" ko dadakan sih Mass,


" kenapa gak bilang dari semalem,,?


"aku kan jadi bisa siap-siap mass.


" apa yang perlu di siapin,,???


" kamu cukup siapin mental kamu buat ketemu orangtua aku.!


" tapi hari ini aku kan banyak kegiatan mass,


" gak enak sama Resti sama Nay,


" yaudah next time ajja kalo gitu,


" yaudah yukk berangkat udah siang,

__ADS_1


Fauzan berjalan mendahului Wulan dengan wajah cemberut,


bagaimana tidak, dia sudah mengirim pesan pada sepupu dan sahabatnya,


jika hari ini dia absen bekerja,


bahkan Fauzan menjelaskan alasan nya absen bekerja hari ini,


dan kedua sahabatnya mendukung penuh,


namun sayang, niat baik nya malah di tolak oleh Wulan.


sepanjang perjalanan tidak ada satu kata pun yg keluar dari mulut Fauzan,


bahkan dia sengaja tak membuka mulutnya agar wanitanya itu peka jika prianya itu sedang merajuk.


Wulan terlihat bingung,


dan tak tau apa alasan Fauzan diam seribu bahasa padanya,


hatinya gamang, dan tak di pungkiri Wulan pun merasa sedih,


dengan sikap Fauzan yg mendiamkan nya.


sampai di toko pun Fauzan tetap acuh,


dia pun pamitan untuk berangkat ke kantor kepada Nay dan Resti,


namun tangan nya segera di halau oleh Wulan.


" tunggu Mass,, kamu kenapa,??


" dari tadi aku perhatiin kamu diem terus,??


" aku punya salah,??


" gapapa ko aku cuma lagi badmood ajja,


" udah yah aku mau berangkat ke kantor,


"ada meeting soalnya.


tanpa berpamitan dan kecupan di kening seperti yang biasa dia lakukan Fauzan berlalu meninggalkan Wulan yg masih berdiri mematung.


Nay dan Resti menghampiri Wulan dan berusaha bertanya perihal keadaan sahabatnya.


" Makk lu gapapa,,?? tanya Nay,


" ka Fauzan kenapa Makk, tumben gak kaya biasanya,??


" gua juga bingung guys, tadi pagi sih masih biasa ajja,


" tadi pas abis bahas soal orangtuanya dia masih sumringah,


" ko sekarang jadi manyun, dari rumah sampe toko.


" ehhmm,, kalo gua boleh tau, emang kalian ngobrolin apa,??


" jadi tadi pagi itu dia ngajak gua kerumahnya buat ketemu orang tuanya,


" Nah itu pokok permasalahan nya,


" Fauzan itu marah mungkin kesel karena lu nolak dia buat nemuin orangtuanya,.


" lu masih ragu untuk serius sama dia,??? tanya Nay.


" sama sekali enggak Nay, cuma pagi ini gua beneran belum siap,


" gua juga gak ada persiapan apa-apa.


"gak perlu persiapan, karena lambat laun lu bakal ketemu juga sama orangtua nya,


" mau sekarang atau nanti sama ajja mak. ucap Nay seraya tersenyum.


" Terus gua harus gimana sekarang,...???


" pake nanya lagi,


"sana pergi datangin kantor nya,!!


"terus ajak dia pergi nemuin orang tuanya seperti keinginan dia Mak.


Resti yg sedari tadi hanya mendengarkan akhirnya membuka suaranya.


" Nah bener tuh yg di bilang Resti,


" tumben pinter Ress,???


" iya ya Nay,


"semenjak pacaran sama babang Reyhan dia jadi lebih pinter, dewasa lagi hahaha.."


" iya dongg,, kan gua belajar banyak hal dari Reyhan.


"gimana udah ditanyain sama Reyhan soal kissmark itu apa,?? tanya Wulan pada Resti.


" belum mak nanti sore deh gua tanyain..


" eehh jngan Ress malu,


" Makk lu sih suka aneh-aneh nyuruh nya.


" hahaha.. gapapa Nay biar jgan polos banget dia,,


" udah sana berangkat,!!!


" dikasih saran malah ngetawain nyebelin, "dasar kaka gak ada akhlak,, ucap Resti seraya masuk kedalam toko dengan mimik kesal.


" dia pundung Nay,


" yaudah sorry ya hari ini gua harus absen,


" gua berangkat ke kantor nya dulu ya,


" oya mau titip salam gak buat calon suami tercinta,???

__ADS_1


" yaudah hati2 di jalan, semoga sukses ya,


" hemm boleh deh hehe..


" oke deh, bye Nay assalamu'alaikum,,


" waalaikumsalam,,


Wulan keluar dari toko dengan tergesa dan segera menaiki kuda besinya,


dia segera tancap gas,


untuk menemui prianya yg sedang marah padanya.


sementara itu Fauzan terlihat tidak bersemangat,


ketika mengantarkan berkas yg harus sepupunya tandatangani.


langkahnya terlihat begitu lemah,


hingga membuat kedua pria tampan yg sedang membahas pekerjaan pun mengalihkan pandangan kepadanya.


" kenapa tuh muka kaya cucian kering belum disetrika kusut amat,,?? tanya Rey.


" kesel gua sama Wulan, jawabnya.


" bukannya semalem udah minta maaf,?? sampe nginep segala,


" ngapain ajja luh,,??


" sialan, gua gak ngapa2in lah,


" ngeres ajja otak lu Rey.


"ahahahahaha,, " Rey tertawa kencang melihat wajah keki dan kesal sang sahabat.


" bukannya semalem lu chat gua ditengah malem buta,


" buat izin kalo lu bakal absen hari ini,,???


" lu mau ajak Wulan ketemu Om sama Tante kan,?? kini Deril yg bertanya.


" rencana awal memang seperti itu,


" tapi Wulan nolak mentah-mentah niat gua,


" padahal gua tuh udah pengen serius sama dia,


" selama ini ayah sama bunda selalu bilang untuk bawa Wulan nemuin mereka.


" tapi sepertinya Wulan masih enggan untuk serius sama gua.


ucap Fauzan dengan mimik sedih.


" mungkin dia belum siap ketemu orangtua lu,


" mungkin juga banyak hal yg dia pertimbangkan,


" ingat bro dia itu perempuan yg pernah gagal,


" dia masih butuh waktu untuk meyakinkan hatinya, ucap Deril.


" tapi lu tau sendiri kan ayah sama bunda,


" gua gak pernah mempermasalahkan tentang status dia,


" begitupun dengan orangtua gua,


"mereka terbuka menerima Wulan dan Meika, "sebagai calon istri, dan anak sambung gua.


" kalo begitu itu tugas berat lu untuk meyakinkan Wulan tentang hal ini,


" dan gua yakin Wulan akan tau tentang berapa seriusnya lu sama dia, ucap Deril


" semangat brother,, masa casanova jadi kaya gini sih hahahaha... sambung Rey.


" Rese lu Rey,, udahlah gua mau balik keruangan,


Fauzan meninggalkan kedua sahabatnya,


kedua sahabat nya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum,


ponsel milik Rey berdering,


dan tertera nama Wulan,


Rey pun mengangkat dan berbicara,


lalu pamit untuk turun kebawah kepada Deril.


Rey kembali dengan Wulan bersamanya,


Rey menunjukan ruangan Fauzan,


dan meninggalkan Wulan yg masih berdiri di depan pintu ruangan kekasihnya itu.


Wulan membuka pintu ruangan tersebut tanpa mengetuk,


saat pintu terbuka,


dia melihat Fauzan yg sedang duduk menyandarkan kepalanya di kursi,


dan memejamkan mata.


seketika Fauzan membuka mata,


begitu mendengar pitu ruangan nya di buka tanpa permisi,


saat melihat orang yg ada di hadapan nya matanya membelalak,


merasa tak percaya,


dia sempat mengucek matanya beberapa kali, untuk memastikan pandangan nya tidak salah.


*bersambungduluyaudahpegelngetiknya*

__ADS_1


"


__ADS_2