
happy reading ya Readers kesayanganku😘
Resti terlihat bingung,
melihat Rey yg sedang tersenyum sendiri,
saat Resti memberi penjelasan padanya,
pria itu telah tiba di alamat yg telah Resti kirim, motor terparkir dihalaman toko itu,
sang pengendara pun membuka helm nya tampak kebingungan mencari sesuatu.
pria itu mencoba menghubungi Resti,
saat ini Resti masih berhadapan dengan Reyhan,
ketika handphone Wulan berbunyi tertera panggilan tanpa nama Resti segera mengangkatnya.
"halloo assalamualaikum,,
"waallaikumsalam,,
"maaf Nona saya sudah di tiba di lokasi yg sudah anda share,
sekarang saya di parkiran,
"ohh baiklah saya segera kesana,, ucap Resti.
"Rey maaf ya aku tinggal dulu,
" aku ada urusan,,
ucap Resti seraya meninggalkan Rey yg masih terpaku di tempatnya,
Resti mencari keberadaan orang itu,
dengan telpon yg masih tersambung,
akhirnya Resti melihat seorang pria,
tengah berdiri membelakangi nya,
Resti menghampirinya, dan mulai mendekat,
"halloo,,
",apakah anda orang yg ingin mengembalikan handphone saya,?? tanya Resti.
pria itu membalikan badan nya,
dan membuat Resti terkejut,
pria yg sudah menarik nya dari jembatan itu,
"kamuuuuuu,,????
"kamu pria nyebelin yg sok tau itu kan,??
"yg menarik aku dari atas jembatan,??
pria itu mengerutkan alisnya mendengar Resti berkata seperti itu.
"uppss,, maaf ya bukan gitu maksud aku,
"tapi gimana caranya handphone aku bisa ada sama kamu,???
"sepertinya handphone kamu terlempar saat kamu terjatuh, ucapnya.
"ingat ya aku gak jatuh,
"tapi kamu yg tarik aku sampai aku terjatuh di badan kmu, ucap Resti kesal,
pria itu tersenyum,terlihat tampan
namun Resti yg masih kesal tak memperdulikan nya.
"kenapa ketawa,?? ada yg lucu,?? tanya Resti.
"kamu,,kamu sangat lucu, ucap pria itu membuat Resti salah tingkah.
"kamu pernah bilang kan,
"kamu berdoa semoga kita tak bertemu lagi,
"tapi Tuhan berkata lain, kita bertemu lagi gadis bawel,, ucap pria itu dengan serius.
"apa kamu bilang gadis bawel,??
"dasar cowok aneh,
"aku tuh gak bawel,aku emang seperti ini,
"ahahahahaha..pria itu tertawa nyaring mendengar ucapan Resti.
Resti pun mendengus kesal,
namun dia tak bisa berkata apa2,
"ini handphone kamu Ress,,
"masih utuh tak ada yg kurang,
"hanya saja maaf,
__ADS_1
" beberapa kali aku mengangkat telpon untukmu,
"darimana kamu tau nama aku,??
"tidak apa-apa,
"terimakasih sudah menyimpan handphone ku,
"kmu orang baik,
"semoga Allah membalas kebaikan mu,,
"tapi kmu curang,,aku belum tau nama kmu,???
pria itu tersenyum dan mengulurkan tangan.
"namaku Zein,,"kamu bisa panggil aku Zein, ucapnya,
"aku Resti, panggil aku Resti,
"Oya kamu mau mampir ke toko aku,??
"sekalian kenalan sama temen2 aku,
"sambil ngopi juga, gimana,??? tawar Resti.
"boleh kalo gak ngerepotin,
"yuk lewat sini,, ucap Resti mengajak Zein masuk kedalam,
di depan toko Rey masih berdiri, memperhatikan Resti dan pria yg tak dia kenal berbincang dengan intens,
entah mengapa,
dia merasa kesal melihat Resti berbicara dengan pria itu.
Resti yg melihat Rey pun,
langsung mengajak Rey untuk ikut masuk kedalam.
"guys, kenalin ini Zein,
"dia yg udah nolongin aku tempo hari,
"dan dia juga yg udah nemuin handphone gua,,
"dan Zein mereka ini sahabat2 aku beserta pacarnya,,
"Ini Naysilla,Deril,Wulan dan Fauzan,dan Reyhan ucap Resti memperkenalkan.
"haiii semuanya,,Gua Zein salam kenal ya,
"haiii Zein salam kenal juga, terimakasih sudah nolongin Resti,
"pasti sixpack ya body nya,???
ucap Wulan yg mendpt tatapan tajam dari Fauzan.
"iyaa sama2 Nay,
"terimakasih Wulan, ucap Zein.
"Oya aku buatin kopi dulu ya buat kamu,
Zein mengangguk,
dan Resti berjalan menuju pantry untuk membuat kan kopi untuk Zein,
Zein melihat kesekeliling tempat itu,
lalu tak sengaja matanya melihat kepada Reyhan,
yg saat ini sedang memperhatikan nya,
tatapan mereka pun bertemu,
Rey dan Zein saling memandang ,
melihat hal itu Fauzan pun berusaha menghentikan aksi kedua pria itu.
"Oya Zein lu kerja di bidang apa,?? tanya Fauzan mencairkan suasana.
"gua bukan pengusaha,
"hanya punya bisnis sebuah tempat olahraga center, ucapnya,
"semacam tempat gym,??? tanya Fauzan kembali.
"iyaa semacam itu, jawab Zein.
"wahh pantesan badan nya bagus,
"keren banget, sixpack,
"pasti rajin Gym ya,? tanya Wulan.
"iyaa karena Gua juga ngajar langsung di situ,
"kapan2 boleh dong kita semua ikut nge-gym disana,?? tanya Wulan,
"kalo aku boleh ikutan gak,??
tanya Resti yg baru saja keluar dari pantry membawa dua buah cangkir,
__ADS_1
"boleh, buat kamu spesial aku langsung yg ajarin sampe bisa, ucap Zein.
"terimakasih, nih kopinya,
Resti memberikan secangkir kopi kepada Zein dan secangkir kopi pada Rey.
Rey terlihat kesal mendengar perkataan pria itu.
mereka semua akhirnya berbincang bersama,
hanya Rey saja yg tak banyak bicara,
dia hanya fokus,
pada pria di hadapan nya,
sampai waktu makan siang pun habis,
Rey lebih dulu pamit,
tanpa melihat kearah Deril Rey berlalu begitu saja,
disusul kemudian oleh Deril dan Fauzan yg harus kembali ke kantor.
kini tinggallah Naysilla bersama kedua sahabatnya beserta Zein,
mereka masih berbincang banyak hal.
Rey melajukan mobilnya,
dalam kecepatan cukup tinggi,
dia kembali mengingat perkataan Resti padanya,
dan mengingat kembali,
betapa intens Resti dan pria itu.
Rey kesal dan memukul stir mobilnya dengan keras,
mengapa dia harus merasa kesal,
karena sikap Resti padanya,..
bukankah dia yg ingin seperti ini,??
bukan kah dia memang tak mencintai Resti,?
lalu mengapa Rey harus marah,??
Sementara itu sepulang Zein,
Resti kembali di bully habis2an oleh kedua sahabatnya,terutama Wulan.
karena mereka mendengar sendiri,
Zein ingin tetap bisa berkomunikasi dengan Resti,
dan menjalin hubungan baik.
dan sepertinya mereka pun sudah bertukar no handphone,
"cieee,,nunggu bang Zein ngabarin ya,??
"Ampe di liatin Mulu tuh handphone, canda Wulan.
"iisshh mulai deh julid,,
" siapa juga yg nungguin Zein, ucap Resti.
"aahh lu Ress,,
"gak sama Rey, gak sama Zein, selalu jika ngeles,
" dasar Munaroh hahahaha,, Wulan menertawakan Resti.
"tapi liat Reyhan tadi,
gua kasian loh Mak sama dia,
"kayanya dia tuh nyesel banget,
"cara dia memandang Resti sama Zein itu beda banget makk,
"sepertinya Rey cemburu Ress, ucap Naysilla.
"Nay yg bikin dia cemburu itu bukan Zein, tapi Deril,
"lu harus ingat itu,!!!
" jgan sangkut pautin gua sama Reyhan lagi,
"please,, gua mohon sama kalian,ucap Resti kesal.
"iya maafin gua Res,
"kalo lu gak suka sama kata2 gua,
"sejujurnya gua masih berharap kalian bisa bersama,
"Nay, yg Reyhan sayang itu bukan gua, tapi lu,
"jadi biarkan semuanya seperti ini,
__ADS_1
"gua gak mau jadi benalu dalam hidupnya,,ucap Resti sedih.