Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 103. Perjuangan dan Pembunuhan


__ADS_3

Sampai keesokan paginya anaknya Monik pun belum lahir juga, dia sudah tidak bisa tahan lagi rasa sakitnya.


Akhirnya Dokter menyuruhnya untuk segera meminta restu dan memohon maaf kepada ibu dan mertuanya serta pada suaminya juga.


Karena dokter itu pernah mendapat pasien yang seperti itu beberapa tahun yang lalu, dan dia sangat kasihan melihat keadaannya saat itu hampir kehabisan nafas dan lemas.


Tapi setelah meminta doa restu baru anaknya keluar dengan gampangnya.


Dari situ dokter percaya doa dan ketulusan hati seorang ibu sangat besar pengaruhnya.


Damar pun menyuruh Monik berjalan ke arah mama mertuanya dan berjongkok disana. Monik pun menangis dan meminta maaf serta meminta doa restunya untuk bersalin dengan lancar.


Setelah itu Damar menelpon ibunya Monik dirumah yang masih terbaring istirahat dirumah.


"Hallo bu.., Monik belum juga siap lahiran. Bayinya belum mau keluar, Monik izin dan minta doa ibu untuk kelancaran Monik yang sedang berjuang bu..," Monik berbicara sambil menangis dan terisak-isak.


Ibunya sangat sedih mendengarkannya, dan ibunya merestui serta mendoakan kelancaran persalinannya. Setelah itu pembicaraan pun di tutup, perut Monik sangat sakit sekali dia rasakan.


"Mas, maafkan Monik ya mas.., Monik akan rubah sifat Monik yang terlalu egois...,"


"Argh..., doakan Monik lancar melahirkan anak kita ya mas. Tetap bersama Monik dan temani Monik saat ini, Monik butuh kekuatan dari mas Damar sekarang."


"Argh.., dokter tolong saya perut saya sangat sakit sekali dok..!" teriak Monik.


Lalu Monik di bawa ke dalam ruangan bersalin lagi dan di temani oleh suaminya Damar. Saat itu Monik merasakan bayi itu akan keluar dengan sendirinya, dan benar saja Monik berjuang dengan sekuat tenaganya.


Oak...


Oak...


Bayi Monik lahir dengan selamat dan berjenis kelamin laki-laki. Monik menangis dan Damar membelai rambut Monik lalu menciumnya di ruang persalinan. Bayi itu sangat tampan dan kulitnya sangat putih bersih sekali.

__ADS_1


Anggota tubuhnya juga lengkap semua, dia terlahir dengan sangat sempurna sekali. Monik kini menyadari akan perjuangan seorang ibu, Monik melahirkan sorenya dan sudah menahan rasa sakit sejak sore kemarin.


Dokter yang menanganinya juga berpesan.


"Itu adalah karma yang bisa kau lihat dan kau rasakan karena menyakiti hati seorang ibu. Kelak meminta ampun lah sekali lagi kepadanya." kata dokter itu.


Monik pun menangis dan sekarang sudah melahirkan anaknya dengan normal. Sekarang baru akan di mulai perjalanannya menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.


"Sayang terima kasih perjuangan mu yang melahirkan anak kita, kamu sangat hebat sekali. Aku.., aku tadi sangat takut sekali." ucap Damar suami Monik.


Monik tersenyum sangat bahagia dan dia bersyukur memiliki suami seperti Damar yang selalu berada disisinya. Damar menciumnya lagi untuk memberikannya semangat baru dari proses yang telah di lalunya.


****


Lastri dan Susi temannya...


Susi akhirnya mengetahuinya dari tetangganya sendiri dan melihat bahwa Lastri pernah ingin mendekatkan dirinya pada suaminya saat Susi sedang tidak ada di rumah.


Lastri menangis dan memohon agar tidak mengusirnya saat itu, dan Lastri menjelaskan bahwa itu semua adalah kesalahpahaman. Namun Susi sudah tak bisa menerima Lastri lagi dan memutuskan persahabatan mereka.


Kini Lastri pun pergi dari rumah Susi bersama anak-anaknya, dia pun menangis di jalanan. Dan tak tahu mau tinggal dimana lagi, Lastri pun datang ke rumah orang tuanya dan bersujud meminta maaf namun Vera tak mengizinkannya untuk tinggal disana.


Vera memberinya uang untuk menyewa rumah, Vera membantunya hanya kali ini saja. Lastri dan anak-anaknya menyewa rumah yang tepat berada di sebelah rumah mantan suaminya Rendy.


Awalnya dia tak tahu, dan setelah Rendy dan suaminya pulang kerja barulah tahu rumah mereka bersebelahan. Setiap hari Lastri tak tenang dan suara mereka bisa di dengarnya dari balik dinding rumah.


Jadi Lastri semakin geram dengan mereka, dan menyusun sebuah rencana untuk memberikan perhitungan.


Selama lima hari Lastri menahan suara-suara tengah malam yang mengusik pikirannya itu. Dia sangat tidak senang melihat mereka bahagia di atas penderitaannya. Paginya Lastri pun pergi bekerja dan menyusun rencananya untuk nanti malam.


Dia pun membuat sesuatu dan mengantar makanan ke rumah yang dibeli Rendy untuk istrinya itu. Lastri juga merasa iri karena saat bersamanya, Rendy tak pernah membelikannya rumah atau apa pun untuk anaknya.

__ADS_1


Jadi malam itu sebelum Rendy pulang, istrinya sudah lebih dulu pulang ke rumahnya.


"Sepertinya ini hari yang pas untuk ku dan mungkin hari keberuntungan ku." ujarnya dalam hati.


Tok, tok, tok...


"Permisi..., Mas Rendy...," Lastri memanggil seolah tidak tahu.


"Oh kamu mbak? Ada apa mencari suami saya? Masih punya perasaan sampai sekarang? Belum move on juga kah?" kata istrinya.


"Oh saya hanya akan memberikan ini saja. Ini makanan yang disukai mas Rendy." Lastri masuk dan sengaja lalu menutup pintunya.


Lalu Lastri beradu mulut dengan istri Rendy yang sekarang dan karena sangat emosi, dia pun mengeluarkan pisau yang sudah di bawanya dari rumah.


"Kau memang perempuan perebut suami orang!" ucapnya.


Hleb..!


Lastri menusuknya tepat di bagian jantungnya, tanpa apa pun lagi istri Rendy langsung mati di tempat dengan berlumuran darah yang mengalir sangat banyak.


Lastri tidak ada rasa takut sedikit pun dan dia malah tersenyum merasa puas karena sudah membunuh wanita itu. Dengan santainya dia mencabut pisau dari jantung korban yang sudah di tusuknya.


Berjalan ke dapur mencucinya sampai bersih di wastafel, lalu Lastri membuka sarung tangan karet putihnya dan mengantonginya. Lastri keluar dengan sangat perlahan dan membiarkan mayat itu tergeletak di lantai rumahnya.


Lastri tidur siang dengan santainya tanpa ada rasa takut atau apa pun itu di dalam hatinya. Sampai sorenya pukul 18:30 sampai dirumah dan melihat istrinya sudah tiada dan tertusuk di bagian jantungnya.


Rendy berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar lalu menelpon polisi saat itu juga. Lastri berpura-pura panik seakan tak tahu dengan hal itu.


Polisi pun segera menyelidiki pembunuhan itu tanpa butuh banyak waktu.


Rendy sangat sedih dan menangis, Lastri mencoba menenangkannya dan bersikap manis. Kini rumah itu di segel polisi karena kasus pembunuhan. Piring yang tadinya berisi makanan sudah di bawa kembali ke rumah Lastri lagi. Bahkan saat dirumah dengan santainya dia memakan kue yang ada di piring itu tadi.

__ADS_1


Lastri memiliki kepribadian ganda, wajahnya seperti malaikat. Namun hati dan pikirannya sangat menakutkan, sangat kejam bahkan lebih kejam dari iblis. Rendy selama ini tak tahu itu, yang dia kenal pertama kali pacaran Lastri itu seorang wanita yang rajin dan smart dalam kelompoknya. Dan Rendy adalah guru pembimbing Lastri saat itu, lalu mereka menikah karena sudah jatuh cinta.


__ADS_2