
Pagi ini Tiara dan Roby sedang sibuk merapikan diri dan memoles wajah mereka. Serta menyiapkan diri karena hari ini adalah acara pernikahan mereka kembali. Bima dan keluarganya Roby sudah di beri tahukan tentang pernikahan mereka.
Namun hanya Bima yang datang menghadiri dan memberi restu pada mereka.
"Selamat ya Tiara dan Roby, kalian bisa bersama kembali dalam satu cinta suci." ucap Bima yang memenuhi undangan mereka.
" Terima kasih ya Bima." ucap Roby.
"Terima kasih mas Bima, maafkan aku atas...," terhenti.
"Sudahlah mungkin ini memang jalan hidup ku yang harus ku jalani." ujar Bima.
Bima sudah pasrah dan hanya berharap dari Allah saja, Bima ikut bahagia melihat Tiara dan Roby bahagia. Setelah dari sana Bima pergi ke rumah orang tuanya
Bima saat ini berniat akan menabung dan membeli rumah untuk istri dan anaknya. Bima sampai di rumah ibunya dengan motornya yang biasa dia gunakan.
Saat sampai di depan rumah ibunya, Bima heran melihat ibu dan kakaknya Lastri serta yang lainnya. Mereka semua sedang bersiap-siap untuk pergi yang entah kemana Bima tak tahu.
"Loh bu, pada mau kemana?" Bima bertanya ke ibunya.
"Mau pergi sama Monik dan lainnya, merayakan ulang tahunnya di resto makan malam." ucap Ibunya yang tak memandang dirinya.
"Kamu mau apa kesini Bima? kami sudah mau pergi, kalau tidak ada keperluan kami tutup pintunya karena Monik sudah mau jemput pakai mobilnya." ucap Lastri yang sangat sombong.
"Oh iya kak, kalau gitu saya pulang ya bu? hati-hati di jalan." ucap Bima yang langsung pergi dengan motornya.
"Masih pakai motor lama juga kesini, kirai karena sudah kerja dan jarang pulang sudah jadi orang kaya. Ternyata gak ada apa-apanya, paling kesini mau makan lagi tempat ibu." ucap Lastri yang menghasut ibunya.
"Sudahlah, dia sudah pergi juga. Ibu malas membahas yang begitu nanti buat gak enak mood ibu jadinya." ucap ibunya.
Tin, tin...
Mobil monik sudah menunggu di depan, dan mereka pun masuk kedalam dan pergi segera. Lastri sangat senang dan berlagak seperti orang kaya.
__ADS_1
Dia juga selalu mencari muka dan memuji-muji Monik agar baik kepadanya. Lastri sangat suka mencari kesempatan kepada adik-adiknya yang berkehidupan lumayan berada dari dirinya.
Bima pun pergi ke rumahnya Dito, temannya itu dan sekaligus atasannya di kantor.
Bima pun memarkirkan motornya di halaman rumahnya itu.
Dan Bima masuk kerumahnya dengan senang saja, karena satpamnya sudah kenal dengan Bima yang sudah sering kerumah Dito.
"Hai Dito, untung kamu di rumah. Aku bosan dirumah ku, ke tempat ibu ku.., malah gak ada orang, hah...," ucap Bima dan menghela nafasnya.
"Kamu lagi banyak pikiran ya Bima? tapi kebetulan sih kamu kemari, ada yang mau aku bicarakan juga ke kamu Bim." ujar Dito.
"Oh ya apa itu?" tanya Bima penasaran.
"Begini.., papa kan akan buka kantor cabang baru, tapi masih di kawasan Indonesia juga kok, tapi lokasinya agak sedikit jauh dari kantor pusat."
"Papa memberikan tugas ini agar aku yang atur bagaimana. Dan aku ingin kamu yang memegang kantor cabang itu bulan depan. Kantornya itu berada di daerah Bali saat ini."
"Namun kantornya masih direnovasi saat ini Bim, jadi masih butuh waktu 1 sampai 2 bulan lagi baru akan rampung dan bisa di tempati." ucap Dito yang memberikan kertas denah dan gambar sketsa renovasi bangunannya.
Bima mau dan siap di kirim ke Bali 2 bulan lagi, Bima juga bermaksud akan menjauhkan diri dari saudara-saudaranya itu. Karena terlalu banyak sekali tekanan yang ada di dalam keluarganya itu.
Dan setelah itu, Bima pun menceritakan ke Dito bahwa dirinya itu sudah menikah namun istrinya pergi dengan anaknya meninggalkan dirinya. Sebenarnya Bima tak ingin cerita tetapi tak ada yang mengerti dengan dirinya dari keluarganya sendiri.
Akhirnya Bima pun cerita kepada Dito yang sewajarnya saja, dan dia juga mengakui itu semua kesalahannya dia. Sehingga istrinya pun pergi meninggalkan dirinya bersama anaknya tersebut.
Dito mengerti dan Juga bisa paham kondisi dan batinnya Bima saat ini. Dia sudah sangat tertekan sekali sekarang.
"Baiklah bersabarlah dulu, aku yakin kalian pasti akan bersatu kembali." ucap Dito memberi semangat kepada Bima yang terlihat sedih.
***
2 bulan sudah berlalu...
__ADS_1
Bima sudah di Bali dan sudah mengelola perusahaan cabang yang ada disana. Semua fasilitas ada dan disediakan untuknya, namun dia kesepian kerena sendirian.
Dia hanya bekerja dan bekerja saja dalam pikirannya. Bima punya keinginan kuat untuk bisa memiliki bisnisnya sendiri dan rumah impian keluarganya sendiri.
Tiara dan Roby...
Mereka Minggu depan akan berbulan madu dan berlibur, menghabiskan waktu bersama yang sudah lama terlewatkan.
Roby akan ke bali dan Tiara ingin ke Yogyakarta karena dia suka dengan keadaan masyarakat dan alamnya disana.
Tiara ingin mengitari bagian jawa dan bermalam disana bersama Roby suaminya. Roby pun mewujudkan keinginan itu ke Tiara, sementara salon dan usaha bisnis Tiara sekarang di serahkan ke asistennya sementara.
Roby dan Tiara akan pergi selama 2 Minggu saja, mereka tak ingin meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.
Roby tahu Bima ada di Bali, dia berencana akan main kerumahnya Bima disana. Dan bahkan Bima juga sudah menyiapkan dirinya 1 harian menemani mereka saat di Bali nanti.
Sekarang Tiara dan Roby sudah menikah 4 bulan lamanya, namun Tiara belum hamil untuk saat ini. Roby juga gak terlalu membuat Tiara harus segera mengandung. Roby dan Tiara ingin menikmati kebersamaan mereka dulu saat ini.
Tiara dan Roby pun pertama pergi ke Yogyakarta karena disana ada keluarga dari Tiara, jadi mereka bisa menginap disana dan menikmati alam yang Tiara inginkan.
Saat sampai disana Tiara pun masuk ke dalam rumah saudaranya itu. Dia adalah kakak dari ibu kandung Tiara yang memang asli orang jawa dan tinggal bersama suaminya di Yogyakarta.
"Assalammualaikum..., buk e...," ucap Salam Tiara.
"Wa'alaikumsalam..., kok seperti suara Tiara ya?" seorang wanita paruh baya berjalan ke arah depan rumah itu.
"Tiara?!" ucap wanita itu yang terkejut.
"Hah! ibu ada disini bu?!" tanya Tiara dan memeluk ibunya.
"Ibu kemana saja, Tiara mencari ibu ke rumah, tapi ibu tidak ada dirumah. Hiks, hiks, ibu pergi tinggalkan Tiara sebab sakit hati pada Tiara ya bu?"
"Ibu, Tiara minta maaf kepada ibu. Tiara sudah sadar dan tak ingin mengulangi lagi kesalahan itu ibu...," Tiara bersimpuh di hadapan ibunya meminta maaf.
__ADS_1
Roby masuk ke dalam rumah dan melihat Tiara yang bertemu dengan ibunya. Tiara memang pantas untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang dulu pernah dia lakukan ke orang-orang yang mencintainya.