Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 81. Di Ceraikan


__ADS_3

Besok paginya Bima pergi ke Palembang melihat ibunya yang ada di rumah sakit, dan melihat keadaan rumahnya bapak terbakar disana.


Bapak menemaninya pulang ke rumah, melihat semua hangus terbakar. Namun bersyukur ibunya dapat diselamatkan oleh tim pemadam kebakaran.


Lastri tak ada disana dia pergi entah kemana, anak-anaknya di tinggalkannya pada tetangga disana.


Bima sangat sedih melihat semua keadaan ini, dia juga bertanya pada anak-anak Lastri apakah sudah pada makan.


Dan dia mengeluarkan uang untuk mereka membeli sarapan karena mereka belum pada makan katanya.


Bima pun berkata pada bapaknya untuk membantu merenovasi rumahnya kembali.


Bima yang akan menyelesaikannya, sedangkan bapaknya hanya memantau perkembangannya. Bima menelpon Dito untuk masalah rumah orang tuanya itu, Bima ingin di diperbaharui kembali seperti baru.


Dan Dito langsung memberikan kepada pekerjanya yang handal dan cekatan. Mereka sanggup merenovasi rumah dalam sebulan sudah siap di tempat tinggalkan kembali.


Bima sedikit lega tentang rumah orang tuanya di Palembang.


Bima pun setuju dan siap akan dilakukannya, Bima juga bilang ke Dito gaji bulan depannya itu di bayarkan ke pekerja rumah saja. Nanti kekurangannya akan dia transfer dan bayarkan langsung ke mereka.


Sore itu juga Bima kembali lagi ke Bali dan melanjutkan pekerjaannya, dan bapaknya Bima sangat berterima kasih sekali kepada anaknya.


Sekarang Bima sudah memiliki gaji yang lumayan, sebulan dia digaji oleh papanya Dito 10 juta plus bonus 5 juta kalau adanya peningkatan pesat.


Bima sangat bersyukur dan sekarang ingin bisa membahagiakan orang-orang yang dia cintai selama ini.


***


Lastri sudah mencari Rendy suaminya, dia ingin membujuk suaminya untuk pulang dan hidup bersamanya lagi. Sudah dari pagi sampai malam Rendy pun tak di temukan oleh Lastri. Semua teman-temannya sudah di tanya, dan juga mencari ditempat kerjanya juga tidak ada.


Lalu Lastri teringat akan cafe lesehan yang pernah dia lihat suaminya disana. Lastri pun langsung menyalakan motornya dan tancap kesana. Sampai disana Lastri masuk dan melihat sekelilingnya disana.


Saat itu seorang wanita cantik dan seksi menghampirinya.


"Mbak mau pesan apa? mau makan atau mau ketemu seseorang disini?" tanya wanita itu ke Lastri.


"Saya lagi mencari seseorang mbak?!" ucap Lastri terbata.


"Oh.., mbak suka juga sama yang begituan ya?" ucap wanita itu.

__ADS_1


"Maksud mbak apa ya, yang begituan?!" Lastri gak mengerti.


"Ah, masa mbak gak ngerti sih...?" kata wanita itu lagi.


"Maaf ya mbak, saya wanita terhormat !"


"Saya kesini sedang mencari suami saya mas Rendy! Ada apa tidak dia disini?!" tanya Lastri dengan ketus.


"Oh, mas yang ganteng itu. Ada kok mana mungkin dia tak ada disini, bahkan setiap hari dia berada disini sampai malam." wanita itu mulai memanasi Lastri.


"Mirna...!"


"Tuh abang itu mencari mu lagi, sepertinya dia suka sama kopi susu mu !" teriak temannya yang sedang duduk bersama wanita lainnya.


"Oke terima kasih, nanti aku kesana..?!" ucap Wanita yang ada di depan Lastri.


"Sudah dimana mas Rendy sekarang. Aku tak sudi meladeni mu berlama-lama disini..?!" kata-kata Lastri amat kasar sekali.


"Tuh ada di belakang sana, lihat saja sendiri disana..!" Mirna pun kesal melihat Lastri.


"Dasar mak lampir, mulut kok kasar sekali bicaranya." ucap Mirna yang sewot kepada Lastri.


Mata Lastri mencari Rendy disana namun sulit untuk melihat karena sedikit gelap. Terlalu banyak orang disana yang asik berduaan, membuat Lastri semakin tak ingin berjalan lebih banyak lagi.


"Ih, jangan gitu dong mas." terdengar suara wanita yang sedikit genit dan manja.


"Ini yang aku suka dari kamu, selalu bisa membuatku nyaman di samping kamu."


"Tidak sepertinya yang selalu membuat aku pusing dengan tingkahnya." ucap seorang pria.


Lastri sangat tak asing dengan suara pria itu, dan dengan cepat menghampiri dimana suara itu berada.


"Mas Rendy? Kamu disini mas?!" tanya Lastri yang tak percaya bahwa itu benar-benar Rendy.


"Hei, perempuan gatal !"


"Jangan tahunya mengejar suami orang saja ya, kurang ajar...!" Lastri kesal dan sangat marah.


"Argh...! Sakit...?!" wanita itu menjerit kesakitan.

__ADS_1


"Lastri, kau sudah gila. Dasar wanita gila, mau kau berbuat atau memohon pun aku tak mau lagi kembali pada mu !" ucap Rendy kepada Lastri.


"Mas? Kau tega sekali mas..., bagaimana dengan anak-anak mu mas?"


"Demi dia kau rela meninggalkan semuanya?!" tanya Lastri.


"Ya, aku lebih memilih dia yang bisa membuat aku nyaman dan tak banyak tuntutan seperti diri mu. Pergilah dari sini atau aku dan dia yang pergi." ucap Rendy yang marah kepada Lastri.


Lastri sudah seperti orang kesurupan, menjambak wanita yang bersama suaminya. Darahnya saat itu sudah mendidih di ubun-ubun, namun Rendy tetap tak mau balikan lagi kepadanya.


Lastri diusir oleh suaminya dari sana, dan Rendy dengan tak di duga Lastri mengatakan sesuatu.


"Pergilah dari sini..!"


"Dan sekarang aku talak 3 kau saat ini juga, jangan kau datang menemui aku lagi ?!" ucap Rendy yang mengajak wanita itu masuk ke dalam pondok yang ada disana.


"Mas Rendy, kau...," Lastri tak bisa meneruskannya lagi.


Lastri bagai di sambar petir tanpa adanya tanda-tanda akan hujan. Rendy seketika sudah menceraikannya di depan semua orang disana.


Mirna juga sangat senang mendengar wanita yang beradu mulut kepadanya tadi di talak 3 oleh suaminya sendiri.


Lastri menangis dan pergi dari sana, dia sangat tak kuat mendengar ucapan Rendy yang menalaknya tadi.


Lalu Lastri berhenti di sebuah halte karena hujan turun dengan derasnya. Dia berteduh disana dan menangis sekuat-kuatnya, halte itu sunyi dan tak ada orang satu pun disana.


Lastri melampiaskan kekesalan dan emosinya semua dengan kilatan dan guntur yang ikut memecah kesunyian itu. Lastri kemudian berteriak dengan sekuat tenaganya di tengah hujan yang lebat.


"Ya Allah...!"


"Kenapa ini terjadi pada ku...!"


"Aku tak ingin begini ya Allah..., aku tak bisa tanpa mas Rendy..?!"


"Begitu beratnya ujian ini ya Allah...!" Lastri mengadu dan menghempas hatinya yang pilu.


Sekarang dia baru merasakan bagaimana rasanya di tinggalkan oleh suaminya saat ini. Dulu Vera dan suaminya berpisah juga karena Lastri yang mengadu domba suaminya Vera. Hingga akhirnya mereka bertengkar dan berpisah selamanya.


Mungkin ini sebuah karma atau teguran untuk Lastri, karena sikapnya yang sudah sangat keterlaluan dengan saudara-saudaranya. Lastri sangat sedih dan bahkan tak kuat untuk melanjutkan perjalanannya pulang dengan motornya. Dia benar-benar sangat shock atas keputusan suaminya yang menceraikannya dengan segampang itu.

__ADS_1


__ADS_2