
🏵️ Pagi ini adalah hari yang akan dimulainya Bima mencari istrinya. Sudah seminggu Bima tidak bekerja, dia sudah di pecat dari kantor lamanya.
Tapi sekarang mencari istrinya sambil mencari lowongan juga dimana-mana. Bima tak ingin lagi hidup yang begitu terus, dia ingin merubah nasibnya dan bersama lagi bersama istri dan anaknya hidup bahagia.
Seluruh keluarga mencari keberadaan Diah ada dimana. Bahkan sampai di cetak di surat kabar tentang dirinya Diah itu. Foto juga ada di cantumkan beserta alamat dan nomer ponselnya.
Pagi itu Bima hendak keluar rumahnya untuk mencari keberadaan istrinya Diah dan anaknya Aira.
Tapi saat bersiap pergi tiba-tiba Tiara ada di depan rumahnya saat itu.
"Hai sayang? kamu mau kemana aku antar yuk pakai mobil aku. Tapi sekarang kita akan pergi beli baju pengantin kita mas.." ucap Tiara yang masih tak punya malu.
"Sudahlah Tiara, kalau kau itu sadar. Aku sudah beristri, dan kau itu tega menyakiti sepupu kamu sendiri?!"
"Sudah ku bilang, aku tak mau menikah dengan mu. Lebih baik kau penjarakan saja aku karena tak menepati perjanjian itu. Tapi tunggu aku menemukan Diah istri ku, baru kau penjarakan aku." ucap Bima yang pergi dan tak menghiraukan Bima saat itu juga.
Tiara menjadi kesal dan geram dengan Bima, Tiara pun pulang ke rumah dengan perasaan kesalnya.
Setelah sampai di depan rumahnya, Tiara melihat ada seorang pria yang tak asing baginya.
"Punggung itu seperti..." berkata dalam hatinya.
Tiara turun dari mobilnya dan menghampiri pria yang duduk di taman rumahnya. Pria tersebut duduk membelakangi Tiara, dan dia menunggu sambil memainkan ponselnya.
"Maaf anda siapa ya? dan mau apa kesini?" tanya Tiara sambil melipat tangannya ke perutnya.
Pria itu pun berdiri dan membalikkan tubuhnya ke arah Tiara yang sedang berdiri tersebut.
"Tiara, apa kau masih tak mengenali ku sekarang?" tanya pria itu kepadanya.
"Kam... mu mas... Roby...kah?" Tiara tak percaya akan hal itu.
Roby tersenyum dan melihat ekspresi wajah Tiara yang sangat aneh.
__ADS_1
"Kau kenapa bisa..." terhenti.
"Kenapa bisa hidup kembali gitu?! maksud mu?!" Roby pun memotong pembicaraan dan menebaknya.
"Aku memang masih hidup, dan aku berada di rumah sakit saat itu dalam keadaan kritis Tiara." Roby berjalan ke arah Tiara dan mengajaknya duduk bersamanya di taman rumah besar itu.
"Aku tak percaya bisa sama sekali tak mengetahuinya sampai saat ini, dan mama serta keluarga mu menutupi hitu semua dari ku."
"Aku sudah mencari mu mas, memikirkan mu seperti orang gila."
"Aku di usir dari rumah itu dan akhirnya aku menjadi gelandangan selama itu."
"Tak ada yang perduli seluruh keluarga mu kepada ku, mereka mengatakan bahwa kau sudah meninggal dan tenggelam di dalam lautan saat kapal mu karam di samudra." ucap Tiara yang dari tadi tak berhenti-hentinya.
"Tiara dengarkan mas, kalau saat itu mas bisa berdiri dan sadar."
"Mungkin mas akan pergi mencari mu Tiara, tapi kondisi mas saat itu koma dan kritis."
"Memang mas kecelakaan tapi bukan karena kapal mas karam, mas terkena ombak besar ketika saat badai dan terlempar kepala mas terbentur sangat kuat sekali dengan besi."
"Tapi sekarang mas sudah sadar dan ingat semuanya saat ini, makanya mas mencari mu dan menemukan mu disini." Roby sangat senang sekali.
"Jadi maksud ke datangan mas saat ini untuk apa mas?" tanya Tiara yang sudah kesal karena emosi menceritakan kehidupannya yang lalu.
"Aku ingin kembali bersama mu Tiara, bersama seperti dulu. Mas akan berada disisi mu dan mas sudah meninggalkan pekerjaan berlayar itu demi kamu sayang.." Roby mencoba mengambil hati Tiara lagi.
Tiara hanya diam saja tanpa berkata sedikit pun, Roby berjongkok di hadapan Tiara yang sedang duduk di kursi dan menggenggam tangannya.
"Tapi maaf mas, sebentar lagi aku sudah akan menikah dengan pria lain," ucap Tiara yang masih sakit hatinya.
"Siapa pria itu Tiara?! Siapa dia?!" tanya Roby yang langsung emosi mendengar ucapan Tiara tadi.
"Sudahlah mas, kau tak perlu tahu siapa dia!"
__ADS_1
"Yang penting dia lebih jauh bisa mengerti dari pada kamu, pergi kamu dari sini, pergi...!" Tiara berteriak dan hilang kesabarannya.
Tiara pun pergi masuk ke dalam rumahnya dengan berlari dari Roby.
Roby mengejarnya namun Tiara sudah menutup dan mengunci pintu rumahnya itu.
"Tiara maafkan mas sayang...! Tiara buka pintunya...! Mas mau kita bersama seperti dulu lagi, mas mencintai mu Tiara..., Tiara...!" Roby yang masih berada di luar rumahnya.
Tiara hanya diam dan berjalan masuk ke dalam kamarnya, art juga sudah di larang agar tak membuka pintu itu.
Tiara merebahkan tubuhnya yang sangat lelah karena mengeluarkan emosinya tadi.
Matanya memandangi langit-langit kamarnya, dan pikirannya entah kemana.
Sebenarnya wanita ini masih mencintai Roby, namun karena rasa sakit hatinya itu membuatnya menjadi jahat dan mengelak dari keinginan hatinya.
"Mas..., aku senang bisa melihat kau tadi di hadapan ku. Ingin sekali aku memeluk mu dengan erat, tapi di tubuh mu masih ada duri-duri keluarga mu yang selalu menusuk diriku sampai sekarang. Aku bisa begini itu semua karena keluarga mu yang tak ingin kau dan aku bersama merasakan manisnya cinta kita. Jadi maafkan aku mas..." Tiara menangis dan tak tahu mau bagaimana.
Roby pun pergi dari rumah itu, dia masih berharap Tiara mau balikan lagi padanya karena hanya Tiara yang selalu membuatnya nyaman dan cintanya itu hanya milik Tiara saja.
Tiara pun berdiri dan menetap ke bawah dan melihat Roby pulang dengan mobil yang di parkirnya di luar rumah di pinggir jalan.
Hati Tiara seakan terluka kembali, luka lama itu kini robek lagi dan berdarah.
Tiara masuk ke kamarnya lagi, dan merebahkan tubuhnya lalu tidur seketika, dia tak ingin makan siang itu. Nafsu makannya sudah hilang bersama impiannya, kini dia ingin melepas semua dunia nyatanya dan masuk ke dunia mimpinya.
Karena menurutnya di dunia mimpi dia bisa berbuat dan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan yang dia inginkan.
***
Bima sudah kesana dan kemari, bertanya pada teman Diah dan tempat yang biasa Diah suka.
Tapi tak ada satu pun dari mereka ada yang tahu dimana keberadaan Diah dan Aira saat ini. Diah dan Aira bagai benar-benar di telan bumi tanpa ada jejaknya sedikit, Bima tak henti-hentinya mencari Diah masih di dalam kota saja.
__ADS_1
Bima anak terus mencarinya mau hujan atau panas, dia tetap mencarinya.
Ibunya Bima sangat kasihan melihat anaknya yang seperti orang gila mencari istrinya Diah.