
Aira sangat menikmati kebersamaan mereka berkumpul kembali dengan ayah dan mamanya setelah sejak lama itu hanya jadi angan-angannya.
Tapi sekarang Aira sudah tak menjadi hanya impian, karena ayahnya sudah menepati janjinya.
"Aira, ayah pergi ke kantor dulu ya? Masih banyak pekerjaan ayah saat ini, dan pagi ini ada rapat penting."
"Kalian istirahat sajalah dulu di rumah, besok kita akan cari sekolah untuk kamu disini. Oke?!" ucap ayahnya yang sambil mengelus kepala Aira.
Bima pun mengambil jasnya dan tas yang ada beberapa dokumen.
Lalu dia mencium pipi Diah yang sedang makan dan langsung pergi.
"Dah sayang...," kata Bima yang tersenyum manis.
Diah yang lagi ingin menyuapkan nasi goreng itu ke mulutnya hanya terdiam dan bengong membesarkan bola matanya. Bima tersenyum karena melihat reaksi dari Diah yang langsung membatu.
"Dia sungguh manis..!" berkata dalam hatinya.
Hari ini Bima sangat senang sekali, dia menyetir sambil bersiul-siul di dalam mobilnya. Rapat di kantor kali ini Dito sendiri yang akan memimpin, dia datang dari rumahnya sana langsung ke Bali. Namun akan langsung pulang kembali ke Palembang rumahnya.
Bima pun sampai di parkiran kantornya, dia sangat semangat pagi ini. Wajahnya sangat berseri-seri dan cerah sekali senyumnya.
"Selamat pagi pak Bima...," Nia menyapanya.
"Pagi juga Nia.., jangan lupa pagi ini jam 8 kita akan rapat dengan pak Dito." kata Bima sambil berjalan.
"Baik pak Bima, saya mengerti." ucapnya lagi.
__ADS_1
"Tomy kamu jangan lupa salin file yang saya suruh kemarin ya dan bawa nanti bersama saya ke ruang rapat." Bima juga mengingatkan karyawannya yang lain.
Bima sudah sampai di ruangannya, dan segera duduk di kursinya. Membuka laptopnya dan melihat email yang masuk disana.
Ternyata pak Dito mengirimkannya sesuatu disana, Bima terkejut dan merasa tak percaya. Salah satu klien mereka ada yang curang dan menipu mereka, Dito nanti akan membicarakannya kepada Bima saat sudah siap rapat yang akan mereka siapkan.
Sekarang sudah pukul 08:00 pagi, pak Dito sudah ada disana dan Bima menyambut kedatangannya. Dito selalu on time dan dia sangat jujur serta adil dalam perusahaannya.
Maka bila ada karyawan atau klien yang bekerjasama dengannya berbuat curang, dia sangat tak suka dan akan segera mengusut dan mempertanyakannya. Dito langsung mengambil langkah dan memutuskan sesuatu secara langsung saat itu juga.
***
Rapat sudah di mulai dari beberapa jam yang lalu, sekarang sudah waktunya makan siang. Dan rapat sudah dibubarkan, Dito dari tadi bukan hanya rapat tentang perusahaannya saja. Dia memberi tahukan peningkatan dari perusahaan mereka yang semakin melonjaknya pemasukan.
Dito juga membagikan bonus serta menaikkan jabatan dan menugaskan karyawan ke kantor cabang sebagai pengelola disana. Semua karyawan sangat senang karena mendapat bonus akhir tahun yang sangat besar saat ini.
Dito juga memberikan bonus kepada Bima yang lumayan sangat besar 3 kali lipat dari gajinya sekarang ini. Dito sangat suka cara kerja Bima yang tekun dan sangat pandai dalam mengelola perusahaan Dito yang ada di Bali.
Bima mendapatkan Bonus dan sekaligus voucher jalan-jalan sekeluarga ke taman hiburan. Dito tahu istri dan anaknya sudah bersamanya sekarang ini. Jadi Dito ingin memberikan itu sebagai hadiahnya.
Bima sangat senang sekali dan itu sesuai untuk mempererat hubungan keluarga kecil mereka nantinya.
Dito mengajak Bima makan siang bersama, dan memberikan hadiahnya itu kepadanya.
Dan Dito juga membahas klien mereka yang sangat curang serta sudah menipu perusahaan mereka.
Sekarang Dito akan mengirim surat langsung kepada klien mereka itu dan memutuskan surat kontrak dari sebelah pihak, dan tak akan mengganti rugi apa pun itu. Bila klien mereka terus ngotot, terpaksa Dito akan membawanya ke jalur hukum segera.
__ADS_1
Bima dan Dito akan menunggu bagaimana respon dan itikat baik dari klien mereka itu. Bima juga sangat malu karena tak mengetahui kejadian itu dan telah kecolongan dari kliennya.
"Pak Dito saya minta maaf, saya sampai tak tahu dan juga tidak memantau kejadian ini." ucap Bima yang merasa sangat bersalah.
"Sudahlah, ini bukan kesalahanmu. Dan kau pun tak mungkin akan mengecek semua klien dan perusahaan yang ingin menjatuhkan perusahaan kita ini." ujar Dito yang mengerti dengan situasinya.
"Bima, ayo kita makan lagi." ajak Dito yang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri.
Mereka berdua pun kini makan dan sambil membahas keluarga mereka masing-masing.Dito lain kali akan berkunjung ke rumahnya Bima untuk bersilatuhrahmi bersama istri dan anaknya.
Mungkin nanti Aira akan terkejut melihat Dito yang ternyata adalah teman dari ayahnya. Dan setelah makan siang mereka selesai, Dito langsung ke bandara untuk kembali lagi ke kantornya segera.
Dan Bima pun kembali lagi ke kantornya dan bekerja kembali sampau sore nanti. Bima akan membawakan makanan untuk makan malam nanti saat dirumah.
Malam ini Bima ingin istirahat karena dia merasa sangat kecapean. Bima pun segera siapkan pekerjaannya agar bisa pulang kerumahnya dan bertemu dengan anak dan istrinya.
Karyawan Bima semua pada sangat senang, karena di traktir makan siang dengan membelikannya dan mengirimkan semuanya ke kantor siang tadi. Dito memang sangat perhatian dengan karyawannya semua, jadi mereka bekerja dengan giat dan juga semangat.
Saat ini Dito dan papanya sangat senang, perusahaan mereka masuk ke sepuluh besar perusahaan top yang sedang ada di dunia saat ini.
Maka papanya Dito sangat senang setelah mengetahui hal itu, dan bangga kepada anak. Kini papanya bisa istirahat dan habiskan sisa usianya dengan bersantai bersama istrinya di rumah saja.
***
Malamnya Bima pun pulang dan memberikan makanan itu kepada Diah. Karena Diah yang membukakan pintu rumahnya saat itu. Bima pun duduk di kursi dan menghela nafasnya, pertanda dia kelelahan sepulang dari bekerja.
Setelah itu Diah mengambilkan teh dan menyuguhkannya di hadapan Bima tanpa mengatakan apa pun ke padanya. Diah lalu pergi dan memanaskan lagi sayur yang dibawakan Bima tadi.
__ADS_1
Aira pun datang melihat ayahnya duduk dan kelelahan. Aira dengan inisiatif memijat ayahnya saat itu, Bima lalu teringat masa lalunya yang dulu. Aira tak berubah selalu perhatian dengan ayahnya dari dulu sampai sekarang. Bima merasa sudah lengkap Allah berikan kenikmatan hidup padanya. Dengan berkumpulnya lagi mereka sekarang, Bima sudah merasa bersyukur dan sangat bahagia, Allah mengabulkan doa-doa ya selama ini. Bahkan lebih dari itu yang Allah berikan kepadanya, membuat dirinya sekarang lebih banyak bersyukur lagi.
Segalanya bisa dia dapat karena memang sudah ada garis kehidupannya yang diatur dan tinggal menjalankannya saja. Bima tersenyum melihat anaknya Aira sudah tumbuh besar semakin bertanggung jawab. Bahkan Aira sekarang lebih bijak dari pada ke dua orang tuanya. Aira yang membuat Bima belajar kembali dari semuanya kesederhanaan yang