
🌟 Sebulan kemudian ...
Bulan ini adalah bulan ultahnya Aira, Diah dan Bima berencana akan merayakannya dirumah.
Diah ingin mengundang beberapa teman - teman dari sekolahnya Aira ke rumah Minggu depan.
Diah sedikit ragu akan hal itu, karena saat diah berusia 3 tahun mereka ingin merayakannya, mertuanya Diah melarang dan tak setuju untuk membuat acara dengan alasan masih kecil dan belum tahu apa - apa.
Sedangkan anaknya Lastri saat berusia 1 tahun sudah merayakan ultah di rumah ibunya tidak ada penolakan oleh mertuanya Diah.
Bahkan sampai pesta besar dan ibunya yang mengatakan akan mengurusnya semua. Terlihat ada pembedaan dari orang tua terhadap anak - anaknya.
Lalu Bima punya usul dan dia bicarakan usulan itu ke istrinya Diah.
" Ma, kita mengadakan ultah Aira gak usah bilang ke ibu saja. Nanti tiba sudah mau harinya baru kita beri tahu ke ibu." ucap Bima.
" Tapi mas, bagaimana dengan perasaan ibu nanti. Lagian kita harus permisi dulu sama ibu kan.., mau buat acara di rumah ini." kata Diah menjelaskan ke suaminya.
" tidak perlu ma, biarkan saja. Buat saja yang ayah bilang tadi." Bima pun langsung pergi bekerja.
Diah pun menuruti kemauan suaminya, memang ibu mertua Diah selalu tak ingin mau tahu dengan apa yang ingin dia lakukan. Sudah 3 kali mereka ingin membuat acara tapi tak di izinkan oleh mertuanya.
Hati Diah amat sedih sebenarnya, dikala dia ingin melakukan sesuatu tapi tak ada yang mau tahu dan membantunya. Sementara ketika ibu mertua dan yang iparnya punya acara Diah selalu ada ikut membantu mereka.
Sama seperti dulu Diah melahirkan Aira, seharusnya tinggal di rumah itu, mertua bisa ikut menjaga dan mengajari. Karena Diah baru saja menjadi seorang ibu dan belum berpengalaman.
Namun amat di sayang, mertuanya malah menyuruh Diah untuk ke rumah orang tuanya saja setelah melahirkan.
Diah tak pernah dianggap dan diperhatikan layaknya seorang anak dalam keluarga Bima.
Mereka baik kalau ada maunya saja atau karena membutuhkan saja.
Diah sampai sekarang tak menghiraukan dengan sifat seluruh keluarga Bima saat ini, Diah hanya ingin berbakti pada suaminya saja.
Diah ingin membuat acara anaknya karena mama dan ayahnya kebetulan juga pulang untuk bertemu oma dirumah.
Mempersiapkan...
Minggu pagi Diah sudah repot sendiri, dia yang masak, bungkus dan yang lainnya. Sementara Monik dan mertuanya tidak perduli kepada Diah yang mau membuat acara.
__ADS_1
Ibu mertuanya Diah marah dan mukanya terlihat cemberut melihat Diah. Sejak dari pagi Diah dan suami repot sendiri tak ada yang perduli dengan mereka.
Mertuanya yang sibuk dari tadi hanya berjalan sana Kemari saja. rumah juga suami yang dekor dengan berbagai mcam balon untuk anak - anak.
Undangan sudah di tebar semalam oleh Diah, dan hari ini lah acaranya akan dimulai jam 3 siang di rumah mertuanya Diah.
Pada pukul 1 siang mama dan Sania adik Diah datang membantu membungkus bingkisan untuk anak - anak nanti di bagikan.
Aira sudah tak sabar dan sangat senang sekali karena ultahnya di rayakan di rumahnya bersama teman - temannya.
Diah tak banyak mengundang saudara, dia hanya mengundang teman - teman sekolahnya Aira saja.
Saat mama Diah datang ke rumah itu, mertuanya Diah tak memperdulikannya sama sekali.
Hanya diam saja kesana dan kemari siang itu sibuk mengantar makanan untuk para tetangga. Mertuanya tak ada menaruh rasa hormat dan menghargai mamanya Diah datang ke rumah mereka.
Monik sudah pergi dari tadi pagi bersama pacarnya, dan ibu mertua tak perduli, kakaknya Lastri juga datang ketika acara sudah mau mulai saja disana lalu pulang begitu saja.
………………………………………………………………
Acara dimulai...
Sedang kan orang tua yang ikut datang mengantar anaknya, Diah menyediakan mie goreng dan ada minuman es disana.
" Selamat ulang tahun..., kami ucapkan... selamat sejahtera.." terdengar anak - anak menyanyikan lagu ultah untuk Aira disana.
Ketika akan memotong kue Diah ingin mertuanya juga ada di samping Aira anaknya, namun mertuanya menolak dan hanya di dalam kamar tak mau keluar hanya sekedar menemani mamanya Diah di ruang tamu itu.
" Tak usahlah ibu ke situ, baju ibu lagi macam ini." ibu mertuanya beralasan.
" Ayolah bu..., ibu bisa ganti dulu sebentar nanti kami tunggu." ucap Diah membujuknya.
Diah tetap ingin menghormati ibu mertuanya dan sekalian ingin mamanya disana di hargai juga.
Namun sayang permintaan Diah ditolak mentah - mentah oleh mertuanya yang benar - benar tak perduli saat itu.
Diah pun pergi dari kamar mertuanya, dan melanjutkan acara ultah anaknya disana. Diah sebenarnya sangat terpukul dan sedih mertuanya sangat tega kepadanya dan tak memberi muka di depan mama dan para tamu yang datang.
Dalam hatinya dia menangis dan tersadar akan perilaku mereka semua ternyata benar tak bisa di diamkan lagi saat ini.
__ADS_1
Mulai dari situ Diah mencoba sedikit tak memperdulikan mereka.
Dan bahkan Diah sedikit menolak bila dia memang tak ingin melakukannya.
Karena selama ini Diah sakit pun semua tak ada yang perduli, selalu mertuanya menyuruh masak.
Dan di tanyai kenapa tidak masak hari itu, setelah di beri tahu mertuanya pun pergi ke toko suaminya dan membeli makan siang untuk dirinya.
Rasa sayang dan cintanya Diah untuk keluarga Bima tak pernah mereka anggap sedikit pun. Kebaikan mereka hanya semu dan karena masih membutuhkan dirinya saja.
Bima juga bisa melihatnya sekarang dan mengerti di mata keluarganya hanya ada materi yang menjadi tolak ukur timbulnya rasa kasih dan sayang itu.
…………………………………………………………………
Selesai acara...
Acara sudah berjalan lancar, dan Aira senang karena begitu banyak kado dan hadiah dari teman - temannya.
Bingkisan anak - anak sudah di bagikan, semua anak juga mendapatkan balon mereka.
Mamanya Diah belum pulang saat itu, mertuanya juga belum keluar juga dari kamarnya. Semua masih duduk di ruang tamu menikmati makanan dan minuman yang tersedia.
Sementara tamu teman - teman Aira sudah pada pulang semua.
Aira yang sangat antusias dengan kadonya langsung membuka satu persatu kado itu.
Dan sampai akhirnya mamanya Diah atau neneknya Aira pulang bersama adiknya Sania. Semua sudah pulang, dan rumah sangat berantakan, Diah dan suami segera membereskan semuanya hanya berdua saja.
Dari pagi sampai selesai acara mereka hanya berdua saja membuat acara untuk anaknya. Satu harian itu sangat melelahkan bagi Diah dan Bima.
Mereka hanya mengerjakannya berdua saja tanpa ada orang yang dirumah memperdulikan atau membantu mereka.
Begitulah pesta ultah itu terjadi dalam rumah keluarga Bima.
Akhirnya Bima dan Diah tertidur setelah semuanya selesai di bereskan.
"Selama ini aku tak menyangka, ku kira hanya ipar - ipar ku saja yang tak perduli pada ku. Ternyata mertua ku pun begitu juga kepada ku." ucap Diah dalam hatinya.
Setelah itu mata Diah pun terpejam dan tertidur mereka semua di dalam kamar. Aira, Diah dan Bima tertidur dalam kamarnya karena sudah merasa sangat lelah.
__ADS_1