Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 52. Kelihatannya


__ADS_3

Pagi itu Bima ingin pergi bekerja, namun motornya mogok dan tak mau menyala mesinnya. Bima sudah berusaha memperbaiki motornya namun masih belum hidup juga.


Bima bingung untuk membawanya ke bengkel, sedangkan belum gajian dan uang di dompetnya hanya tinggal 20 ribu. Besok Bima baru gajian tapi haru ini bila tak masuk kerja akan dipotong gaji 1 hari.


" Loh mas belum berangkat juga ke tempat kerja?" tanya Diah.


" iya sepertinya hari ini gak masuk kerja ma. Motornya rusak gak mau menyala mesinnya, padahal semalam gak seperti ini." Bima bingung menggaruk kepalanya.


" Ya sudah mas, ini mama ada uang tabungan pergilah ke bengkel, biar tahu apa kerusakannya." kata Diah menyerahkan uang 300 ribunya.


" Em..., terima kasih ya ma. Nanti kalau ada uang ayah akan ayah ganti uang mama." ucap Bima yang mendorong keretanya ke tempat bengkel motor terdekat.


"Hah..." Diah menghela nafas dan hanya bisa pasrah saja.


Sebenarnya itu tabungannya yang sudah lama ingin membeli sesuatu, namun kali ini sudah yang kesekian kalinya harus mengikhlaskan kembali sekali lagi.


Diah pun masuk ke dalam rumahnya dan tak memikirkannya lagi. Aira belum pulang sekolah, Diah sendirian di rumahnya. Hari ini tak ada banyak pekerjaan, semua sudah dikerjakan ya semalam. Hari ini dia ingin memasak untuk makan siang dan makan malam sekalian. Tadi pagi dia sudah membuat sarapan hanya Nasi goreng saja dengan telur mata sapinya kesukaan Aira.


***


Di penjara ...


Tiara tiba - tiba di suruh keluar oleh petugas yang menjaga, katanya ada orang yang ingin bertemu dengannya.


Tiara sangat senang akan hal itu, dia berpikir Bima yang mengunjunginya hari itu.


Tiara keluar dari selnya, dan menemui orang tersebut, berjalan menghampirinya dan melihat dari belakang punggungnya.


Tiara terkejut dan merasa sedikit takut dengan orang yang ada di hadapannya. Seorang pria tinggi dan besar yang sedang membelakanginya. Tiara sangat gugup dan merasa bersalah teringat kejadian masa lalunya bersama pria itu.


" Mas... mas Roby?" Tiara berkata bahwa dia mengenali pria itu.


Roby membalikan tubuhnya, dan melihat Tiara di depannya.


" Sayang..., kamu kemana saja. Aku selalu mencari mu Tiara, mas sudah pulang dari 6 bulan yang lalu." kata Roby.

__ADS_1


" Mas, bukannya kamu yang menulis surat perceraian itu dan mengirimkannya kepada ku? Kenapa sekarang kau berkata mencari ku? apa maksud semua ini mas...?!" Tiara sangat bingung.


" Mas mama kamu yang bilang kalau kau mau bercerai dari ku karena aku sudah keguguran. Bahkan aku di usir dari rumah itu sampai aku menjadi seperti ini sekarang mas." ucap Tiara yang menangis di pelukan Roby.


" Tiara mari kita bersama kembali, aku akan menunggu kamu keluar dari sini. ucap Roby.


" Maaf mas, aku gak bisa bersama kamu lagi. Tapi Tiara aku akan mati jika kamu tak mau bersama ku lagi..!" Roby pun mengambil pisau yang ada di sakunya.


" Thub.." Roby menusuk dirinya sendiri di depan mata Tiara.


Darah mengucur dari dadanya dan Roby jatuh terkulai di lantai.


" Mas Roby..!"


" Mas...!"


" Mas Roby........!" teriak Tiara.


Dia terbangun dari tidurnya, dan nafasnya tersengal saat duduk di lantai tempat alas tidurnya.


" Hah ! Kenapa aku bermimpi tentangnya ya? ada apa dengan ku ini, mas Roby sudah entah kemana dan menceraikan aku lewat surat itu." gumam dalam benaknya.


Tetapi Tiara tak pernah mendengar berita akan hal itu dari mana pun kecuali dari mulut suaminya.


Mulai saat itu, Tiara tak dapat tidur lagi malam itu, dan dia kepikiran terus tentang Roby suaminya yang dulu.


Tiara juga mulai bingung dengan keputusannya sekarang, apa melanjutkan dengan Bima atau mencari suaminya yang gak jelas hilangnya.


" Apakah mimpi ini pertanda bahwa Roby suami ku masih hidup saat ini? Apa mereka semua berbohong dan menutupi keberadaan Roby yang gak jelas hilangnya." gumam dalam batin.


Pikiran Tiara sekarang sedang kacau, dia tak mengerti yang sekarang dialaminya. Bahkan tak tahu mau meminta bantuan kepada siapa dia saat ini.


Pak Wang orang kepercayaannya masih berada di luar negri mengurus bisnis Tiara disana. Karena Tiara tak dapat kesana, maka dia mengutus pak Wang yang mengurus disana.


Semakin hari Tiara semakin kurus tubuhnya, wajahnya kusam dan bajunya lusuh. Dipenjara Tiara tak bisa seperti kebiasaannya ke salon dan yang lainnya.

__ADS_1


Tiara seorang wanita yang tadinya tinggal di kampung, dulu saat bersama dengan Roby dia terlihat masih natural wanita desanya.


Namun sekarang Tiara sudah banyak berubah, dia menjadi Tiara yang menawan dan suka memacari pria - pria kaya agar dirinya tak hidup susah.


***


Sementara ibunya di kampung...


Para tetangga selalu menceritakan Tiara saja, hati ibunya sakit dan tak tahan mendengarkannya.


Tiara anaknya yang paling besar dulu begitu penurut dan baik hatinya.


Sekarang dia sudah tak ingin melihat ibu dan adiknya lagi.


" Bu.., sudahlah jangan menangis..., biarkan mereka mau ngomong apa. Kak Tiara itu hanya kesepian saja tak ada teman makanya jadi seperti itu.


Keluarga dari suaminya yang membuatnya menjadi seperti itu." ucap adiknya Delina.


Ibunya pun mengerti yang di bilang Delina, " memang dulu saat masih bersama Roby dia tak begitu kepada ku. Mungkin sekarang karena terlalu hancur hatinya dan yang dia rasa juga dunianya dia juga sudah hancur. batin ibunya berkata.


Ibunya Tiara pun sekarang sudah paham, dan tak menangis lagi.


" Delina, nanti setelah kakak keluar dari penjara..., kita kesana lagi yuk menjemput kakak disana. Mungkin kakak bahagia melihat kita datang, saat itu bukan waktu yang tepat." ibunya berbicara perlahan.


Tiara di penjara sudah tak sabar ingin segera keluar dari selnya dan hidup bebas di luaran sana.


Rumah Tiara tak ada yang menempati, art pun sudah pergi dari sana. Sementara rumah itu di tinggalkan kosong begitu saja.


Tiara di dalam sel menyusun rencana lagi untuk kelanjutan menjadi istri dari Bima. Walau Bima tak mencintai dirinya tapi Tiara sangat ingin memiliki suami yang seperti Bima.


Sederhana hidupnya tapi selalu ada waktu bersama istrinya. Tiara sebenarnya hanya kesepian di tinggal Roby bekerja terlalu lama.


Sementara dirinya juga ingin seperti istri - istri yang lain bisa bersama dan mesra selalu.


Tiara iri dengan kehidupan Diah yang selalu dilihatnya bahagia bersama Bima. Mendapat perhatian dan kasih sayang yang penuh dari seorang suami itu yang diinginkannya.

__ADS_1


Tapi itu yang terlihat di matanya Tiara, yang tak dia lihat dan yang tak dia rasa, Diah sudah merasakannya bagaimana hidup dengan Bima.


Orang melihat hanya dari luarnya saja sudah menilai isi dalamnya tanpa merasa dan menyelami kehidupan Diah saat ini.


__ADS_2