
Pagi harinya Diah bangun lebih awal karena Bima harus rapat pagi-pagi sekali, dia hanya membuat sarapan dan bekal Aira seadanya.
Semua sudah terhidang sarapan di meja makan di pukul 06:30, dan Bima sudah siap dengan persiapannya.
Aira masih mandi di kamar mandinya, dan bersiap untuk ujian sekolah hari ini. Bima pun turun dan sarapan duluan di ruang makan, dan sambil melihat jadwal di ponselnya.
"Mas, siang ini apakah kamu ada waktu untuk makan siang dengan kami di luar? Atau pulang untuk makan siang di rumah?" tanya Diah yang ingin tahu.
"Maaf ma, hari ini jadwal ayah sangat padat dan bahkan tak sempat untuk keluar untuk makan siang. Nanti malam juga pulang sedikit terlambat sedikit, karena ada berkas yang harus disiapkan dan akan dikirim ke pak Dito besok paginya." ucap Bima yang segera bersiap akan pergi ke kantornya.
Sementara Aira nanti akan Diah antar dengan motor matic ke sekolahannya.Sekerang Diah sudah tak takut lagi untuk mengemudikan motor.
"Sayang, mas pergi dulu ya. Aira ayah pergi ya, sukses ujiannya ya sayang " ucap Bima yang melihat Aira turun dari tangga untuk sarapan.
"Iya yah.., terima kasih." Aira pun berkata pada ayahnya.
Aira ke meja makannya, dan Diah mengantar Bima ke luar rumah sampai Bima pergi dengan mobilnya.
Diah pun bersiap akan mengantar Aira yang akan ujian hari ini di sekolahnya.
Setelah mengantar Aira, Diah akan memasak makan siang dan mengantarnya ke kantor Bima saat itu juga. Diah tak ingin suaminya tak makan siang hanya karena begitu banyak pekerjaannya di kantor.
Sementara Aira baru akan pulang pukul 10 jadi sekalian menjemput Aira lalu pergi mengantar makan siang bersama Aira ke kantor Bima.
Saat ini Aira belum tahu kantor ayahnya, jadi sekalian Diah bawa saja kesana langsung.
Dan Aira sangat senang saat tahu akan diajak ke kantor ayahnya.
Bima sudah selesai rapat dan setelahnya mengerjakan tugas dan beberapa berkas yang harus di periksa saat itu juga. Bima sampai tak tahu sekarang sudah pukul berapa, dia sangat asik dengan tugas-tugasnya itu.
Tok, tok, tok...
"Permisi pak.., ini ada makan siang untuk bapak. Dan ini dari istri bapak sendiri yang mengantar bersama anak bapak." ucap karyawannya Bima.
__ADS_1
"Hah? Istri saya?! Sekarang dimana meeka?" tanya Bima.
"Meraka sudah akan pulang kerumah dan mengatakan tak akan menemui bapak takut mengganggu bapak bekerja." ucap karyawannya lagi.
"Baiklah terima kasih." ucap Bima kepada karyawannya.
Karyawannya pun pergi dari ruangan Bima dan segera bekerja kembali. Bima melihat dari jendela ruangannya ke arah bawah. Terlihat Diah dan Aira dengan motor milik Bima di kendari dan mereka segera pulang kerumahnya.
Bima tersenyum melihat itu, dan segera Bima melirik jam ternyata sudah pukul 11:50, jadi Bima pun segera memakan makanan yang Diah kirimkan itu.
Di bukanya tempat bekal itu, dan tercium aroma masakannya sangat wangi sekali. Bima semakin berselera dan sampai menelan saliva sangking menggiurkan sekali. Bima menyantapnya dengan sangat cepat dan menikmati suapan demi suapannya.
"Tuh, kenapa pak Bima tak mau sama kamu yang selalu cari perhatian."
"Orang sudah punya istri kamu masih saja mengharap padanya. Lagian kamu kalah deh sama istrinya, istrinya cantik, pandai masak dan lagi sangat mandiri. Lihat saja semua di kerjakan semuanya, kamu apa tahunya cuma dandan mempercantik diri saja dan tubuh mu." ucap karyawan kantor yang salah satu ada yang suka dengan Bima.
"Ih, tahu dari mana kamu kalau dia pandai masak?!"
"Sudah pernah mencoba makan masakannya? Hah?!" ucap yang tak suka di nasihati oleh temannya.
"Orang aku yang antar makanan itu sangat harum dan sepertinya sangat lezat sekali. Aku saja sampai ingin membukanya dan ingin tahu apa isi di dalamnya." berkata dalam hatinya.
"Emang susah kalau orang sudah buta akan cinta, tapi sayangnya cinta bertepuk sebelah tangan." ucapnya lagi.
***
Di kantor pukul 18:50
Semua karyawan sudah pulang dan yang ada disana hanya yang lembur saja ada tiga orang. Bima lalu menelpon supir pribadinya untuk memesan makanan untuk empat kotak nasi dan beberapa camilan untuk makan malam para karyawan Bima di kantor.
Dan tak beberapa lama makanan itu pun sampai dan dibagikan kepada mereka serta untuk Bima hanya secangkir kopi susu saja yang dia pesan. Itu pun agar dia tak mengantuk mengerjakan berkas itu sampai pukul 22:00 malam itu.
Supir itu juga makan malam di ruang makan yang ada di kantor Bima, dia tak ingin supirnya menunggu lama di luar dan kedinginan.
__ADS_1
Bima menjadi atasan sangat disukai karyawannya karena sangat baik dan perhatian, namun sangat tegas untuk urusan pekerjaan.
Dan supir Bima sudah bekerja selama 1 tahun baru bersamanya, itu pun karena dia ingin nanti untuk antar jemput dan yang penting-penting saja. Karena Bima tak ingin ketergantungan dengan orang lain jadi tak biasakan mandiri dirinya.
***
Sementara Diah masih menunggu suaminya pulang, setelah mengantar anaknya Aira tidur ke kamarnya.
Diah sudah siapkan air hangat untuk Bima nanti pulang dan mandi. Agar Bima tak merasa sangat kecapean badannya dan menjadi sakit nantinya.
Diah menyalakan tv di ruang keluarga, sambil menantikan kepulangan suaminya Bima. Dan sesekali Diah melirik jam yang ada di dinding, hatinya gelisah dan merasa tak tenang.
Lalu Diah menelpon supir pribadi Bima dan menanyakan keberadaan suaminya itu. Setelah menelpon hati Diah sedikit tenang karena Bima sudah mau pulang saat itu juga.
Diah pun buru-buru siapkan air hangat dan menghangatkan kembali makan malam untuk disantap oleh Bima setelah sampai dirumah. Diah menyiapkan baju ganti dan merapikan kamarnya agar terasa nyaman.
Tak lupa parfum kamarnya juga di semprotkan, untuk membuat Bima nanti merasa rileks saat mau tidur dan mengantuk. Diah sedikit senang ketika mendengar suara mobil masuk ke garasi rumahnya. Dan dia menyambut Bima di depan pintu dengan senyumannya yang manis.
"Sini ayah, capek gak hari ini?" tanya Diah penuh perhatian.
"Lumayanlah sayang, namanya juga kerjaan. Ya begitulah." ucap Bima yang langsung duduk dan membuka sepatunya serta dasinya.
"Mas mau makan dulu apa mandi dulu? Mama sudah siapkan air hangat untuk ayah mandi. Dan mama juga belum makan malam masih menunggu ayah pulang." kata Diah menatap mata Bima.
"Hem.., kalau begitu kita makan dulu deh, nanti pas mas mandi kamu istirahatlah duluan." ujarnya Bima.
"Baiklah, ayo mas. Semua sudah disiapkan kok." kata Diah lagi yang menuntun Bima ke meja makan segera.
Mereka pun makan malam berdua saja, dan menikmati lezatnya masakan istrinya lagi.
"Sayang terima kasih ya atas makan siangnya tadi, kamu tak perlu repot-repot mengantar sayang."
"Kantor mas jauh dari rumah dan panas-panas naik motor, tapi terima kasih ya sayang masakan kamu sangat lezat dan nikmat sekali." ucap Bima tersenyum ke arah Diah.
__ADS_1
Bima pun mandi setelahnya dan Diah sudah tertidur duluan, karena memang hari ini Diah sangat lelah dan sudah banyak melakukan aktivitasnya. Namun Diah menuliskan memo dan meletakkannya di meja kecil di samping tempat tidur Bima agar bisa di baca oleh Bima.