Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 68. Karyawan Tak Tahu Diri


__ADS_3

🌟 Jalani hidup ini seakan kita esok tak hidup lagi, jangan menunda segala sesuatu yang baik untuk di jalani. Namun jangan terlalu menggebu saat menjalani, dan selalu ingat rasa syukur itu penting dalam hidup mu.


***


Dari pagi sampai sore, Diah sangat sibuk melayani pelanggannya. Kebetulan bu Sriana pergi keluar karena ada yang mau dia beli dan pesan bahan- bahan kain untuk bu Raina. Kasir di serahkan ke anaknya bu Sriana, Lily yang menjaga kasir dan duduk diam disana.


Sherly dan Luna tahu kalau Lily anak bu Sriana itu sangat cuek ke karyawan dan tak mau tahu. Jadi ketika jam makan siang tiba, Sherly dan Luna pergi berdua untuk makan siang di tempat biasa mereka makan.


Di warung angkringan mbok Suti, disana makanannya enak dan murah.


Mbok Suti sudah kenal lama sama mereka, dan selalu langganan setiap harinya.


sedangkan Diah masih meladeni para pembeli yang berdatangan, ketika Sherly dan Luna pergi tak terlalu ramai. Namun ketika setengah jam kemudian pembeli sangat ramai sekali, berkat Diah yang sering online menjualkan barang dan promosikan batik serta gaun di butik bu Sriana.


Sudah jam 1 siang Sherly dan Luna belum kembali juga. Sementara bu Sriana baru saja pulang dan membawakan makanan untuk mereka semua karyawannya.


"Hai Lily terima kasih sudah bantu mama ya nak..?" ucap mamanya sambil memberikan sebungkus makan siang yang sudah di belinya.


"Oke ma, tapi Sherly dan Luna belum kembali dari jam 12 pergi makan katanya. Dan mbak itu yang dari tadi melayani membungkus dan menjaga butik mama sendirian, mbak Diah juga belum makan siang ma." ucap Lily yang perihatin ke Diah.


"Kenapa gak mama pecat saja kedua karyawan mama yang selalu malas dari tadi hanya duduk dan tak mau bekerja." ujar Lily lagi.


Sriana menjadi bingung dan tahu sekarang kerjaan kedua karyawannya yang seperti makan gaji buta. Dan sok sibuk ketika ada dirinya disana, sementara Sriana menghampiri Diah yang melayani pembeli tinggal 2 orang lagi.


"Diah makanlah kamu dulu, ini biar saya yang urus. Ini ada makan siang untuk kamu dan Aira anak mu." ucap bu Sriana dan menyerahkan makanan itu.


"Baik bu Sriana, saya ijin makan dulu.

__ADS_1


Diah pun makan dan duduk di belakang toko, lalu Sherly dan Luna datang masuk dari belakang.


Mereka melirik ke arah Diah yang lagi makan dan sengaja menyenggol tangan Diah dan nasinya pun jatuh ke lantai tersebut.


"Ah...! jatuh maaf ya..hihihi...," mereka tertawa dan langsung pergi.


Diah padahal baru saja makan, dan nasi itu masih banyak di dalam bungkusan. Diah baru makan 3 suapan saja saat itu, sementara nasi yang satunya lagi sudah di beri ke rumah sama anaknya Aira.


Diah hanya diam saja dan tak bicara apa pun pada mereka, namun ketika bu Sriana lewat dan melihat nasi semua berserakan yang sedang di bereskan oleh Diah di lantai.


Diah mengumpulkannya dan membersihkan semuanya dan membuang ke tempat sampah.


"Kenapa nasi kamu mbak Diah? kok berserakan begitu? ini ada lagi nasinya ambil dan makanlah lagi." ucap Sriana.


"Oh, gak apa-apa kok bu. Tadi terjatuh dan berserakan di lantai jadinya kotor deh lantai ibu, maaf ya bu...," kata Diah yang terlihat sedih.


"Ambillah ini dan kamu makanlah lagi." ucap Sriana.


Sriana pun melanjutkan jalannya ke arah rumahnya, dia meninggalkan toko sebentar dan menyuruh Sherly dan Luna untuk menjaganya.


Sriana masuk ke rumahnya dan Lily memanggilnya dari belakang.


"Ma, mama tahu gak Sherly dan Luna yang membuat makan siang mbak Diah itu jatuh, dan mereka malah tertawa senang." Lily pun menjelaskan juga bahwa mereka baru saja kembali setelah makan siang di tempat mbok Suti.


Lily baru dari tempat mbok Suti, dan bertanya tentang mereka disana. Ternyata mereka sengaja berlama-lama disana dan malas untuk kembali ke toko mamanya.


"Baiklah nak terima kasih, mama minta tolong sama kamu carikan mama karyawan baru dan Panggil lagi mbak Nur untuk masuk kembali bila dia mau lagi untuk masuk, dan sampaikan permohonan maaf mama ke mbak Nur ya?" ujar mamanya kepada Lily.

__ADS_1


Keesokan harinya...


Lily pun mengerti dan menjalankan apa yang di sampaikan mamanya ke mbak Nur. Lily anak satu-satunya dan masih kuliah bagian hukum, jadi dia sedikit tak suka melihat orang yang selalu tak tahu aturan dan juga sesuka hati.


Aira dan Lily sangat dekat dan akrab, Lily yang tak punya adik suka ke Aira, dan Lily juga tak punya papa lagi. Suami Sriana sudah meninggal makanya dia melanjutkan hidupnya dari butik batik yang dia miliki saat ini.


Sriana ada keinginan untuk membuka cabang tahun depan namun belum ada orang yang bisa mengelolanya kalau buka cabang. Jadi Sriana masih berpikir sekali lagi saat ini, sementara mencari karyawan yang baik dan jujur itu sangat sulit sekarang.


Akhirnya Sri pun mengurungkan niatnya, dan berpikir untuk melebarkan butiknya saja agar lebih besar lagi.


Maka Sri mulai bertanya ke sebelah tokonya yang memang sudah mau di jual oleh pemiliknya.


Butik itu pun nanti akan di perbesar dan setelah rumah itu berhasil di belinya. Rencananya sangat bagus dan beruntung sekali pemilik rumah itu baik dan memberi potongan kepada Sri.


Lalu secara diam-diam Sri memasang kamera di butiknya dan memantau Sherly dan Luna dari kamarnya.


Sherly diminta Sriana untuk menjaga kasir hari ini, dan Diah masih tetap melayani para pembeli dan para pelanggan.


Diah juga sesekali menjualkan secara online disela-sela ketika toko lagi sepi. Diah selalu banyak ide dan begitu kreatif, disaat pengunjung sedikit dan sepi, dia menggambar atau mendesain baju dengan pensilnya.


***


Hari itu juga Sriana akan membayar rumah itu dan Minggu depan sudah di kerjakan untuk merenovasi butiknya menjadi lebih menarik dan estetik dilihat.


Sriana juga akan membuat cafe kecil hanya sekedar minum dan makan ice cream untuk pelanggannya nanti. Jadi butik mereka gak ketinggalan jaman dengan anak-anak muda yang lagi hitz untuk di datangi mereka.


Selain desain gaun dan busana, Diah juga punya bakat desain rumah dan taman juga, bahkan nanti tanaman untuk di depan butik dan di dalam cafe Diah yang akan mengerjakannya sendiri.

__ADS_1


Sriana semakin suka dengan Diah dan Sri akan membantunya untuk maju dalam mewujudkan bisnis mandirinya itu untuk kehidupan anaknya nanti.


Namun semua itu, belum di ucapkan Sri ke Diah. Sri akan memberi kejutan disaat yang sudah tepat, dan semua sudah selesai di kerjakan


__ADS_2