
Bima sudah selesai makan siang, mereka menikmati makanan itu dengan senang hati jadi membuat semakin menikmati makanannya.
Diah juga senang saat melihat Aira dan Bima saling bercanda dan menghabiskan makanannya dengan lahap.
"Aira, ayah kembali lagi ke kantor ya..,"
"Kamu jangan lupa istirahat dan siapkan pekerjaan rumah kamu. Nanti malam ayah akan membelikan kamu coklat." Bima mengecup pipi Aira.
"Iya ayah, dah ayah..," Aira segera pergi ke kamarnya.
Bima pun berjalan ingin pergi kembali lagi ke kantornya, Diah pun mengantar suaminya ke depan rumahnya.
"Sayang terima kasih untuk semua makan siangnya, masakan kamu selalu aku rindukan."
"Jadi saat kamu bilang mau masak makan siang, mas sangat senang sekali. Jadi mas sempatkan untuk pulang."
"Nanti malam mas sedikit terlambat pulang, mama tidurlah duluan jangan tunggu ayah di depan ruang tamu ya sayang." ucap Bima.
Diah hanya diam saja, dan mendengar semua yang diucapkan Bima suaminya. Bima pun pergi dan masuk ke dalam mobilnya lagi, menyalakan mesin lalu melaju ke jalanan.
Diah pun masuk dan mengunci pintu rumahnya, kembali beberes lagi di dalam rumah.
***
Roby dan Tiara...
Bisnis Tiara semakin maju dan sudah banyak pelanggannya. Bahkan sekarang sudah membuka cabang di setiap daerah dan propinsi.
Roby sekarang yang mengelola perusahaan Tiara, sementara Tiara hanya dirumah dan mengelola bisnisnya itu saja.
Banyak orang yang ngelamar ingin menjadi karyawan di salonnya Tiara, semua ingin menjadi seperti Tiara yang semakin sukses saja.
Bahkan Tiara berniat ingin membuka kelas salon untuk para wanita yang ingin sepertinya. Tiara banyak berniat untuk bisnis-bisnis barunya saat ini.
Roby suaminya sangat mengaguminya, semangatnya yang selalu membara untuk segala sesuatunya.
__ADS_1
Tiara juga berniat akan membangun rumah untuk ibunya dan menghadiahkannya. Adik Tiara juga akan melanjutkan sampai dia tamat dan Wisuda mendapatkan gelar dokter yang dia inginkan.
"Hallo sayang, nanti siang kita makan bareng yuk. Soalnya aku ada pekerjaan di dekat kantor, jadi kita bisa makan diluar saja." ucap Tiara yang sedikit menggoda.
"Baiklah sayang, aku akan segera siapkan pekerjaan ku dan pergi bersama mu." ucap Roby yang segera menutup pembicaraannya.
Tiara pun senang mendengarkannya, dan mereka berdua tambah bersemangat menyelesaikan pekerjaannya agar segera bisa bertemu dan makan siang bersama.
Namun saat Tiara akan pergi dengan mobilnya, melangkahkan kakinya dia merasa pandangannya seketika gelap dan terjatuh tak sadarkan diri.
"Bu..?!"
"Bu Tiara jatuh..!"
"Bu, ibu Tiara jatuh saat mau pergi." salah seorang dari karyawannya memberi tahukan kepada ibunya yang ada di dalam rumah.
"Apa?! Ayo kita bawa Tiara ke rumah sakit segera." ibunya Tiara sangat panik.
mereka pun membawa masuk Tiara ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit. Kepala Tiara dipangku oleh ibunya yang duduk di belakang supir pribadi Tiara.
"Apa?!" Roby pun terkejut.
Dia segera lari meninggalkan kantornya dan pergi mengendarai mobil sendirian menuju rumah sakit yang di infokan oleh sekretarisnya tadi.
Sementara Tiara di rumah sakit...
Supir sudah memberhentikan mobilnya di depan UGD rumah sakit itu. Suster menolong Tiara dan untuk segera di periksa, semua orang panik dan dengan cepat memanggil dokter segera.
Tiara di bawa masuk ke dalam ruangan untuk di periksa, lalu Roby datang dan telah sampai disana.
"Bagaimana dengan Tiara bu? Apa yang sudah terjadi pada dirinya." Roby menjadi panik dan mengkhawatirkan Tiara.
"Sudah jangan terlalu panik, itu tak baik. Kita berdoa saja agar Tiara tidak kenapa- kenapa di dalam sana." ibunya Tiara memberi tahu ke Roby disaat panik.
Lalu suster keluar dan meminta mereka masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
Roby sedikit bertanya-tanya dalam hatinya dengan keadaan Tiara saat ini. Mata Roby mencari keberadaan Tiara dalam ruangan itu.
Namun tak ada Tiara di mana-mana, tak berapa lama seorang suster memapah Tiara untuk berjalan. Roby langsung berdiri dan menjemput Tiara yang sedang berjalan itu.
"Mas kamu ada disini?" tanya Tiara.
"Bukannya nanti kita bertemunya, pekerjaan kamu masih banyak kan..?" ucap Tiara.
"Iya sayang, kamu jangan banyak bicara. Dokter ingin mengatakan sesuatu pada kita semua." ujar Roby yang sudah menunggu keterangan dari dokter mengenai kondisi Tiara.
Dokter pun menjelaskan dan tak ada yang perlu di khawatir oleh mereka. Dokter segera memberi tahukan bahwa Tiara saat ini sedang mengandung. Karena kelelahan maka dia jatuh pingsan saat tadi.
Roby sudah mendengarkan semua yang di katakan oleh dokter itu. Tiara pun tersenyum dan mengelus perutnya.
Roby mengecup kening istrinya itu, dan ibunya tiara bersyukur atas kabar baik yang menyertai mereka.
Semua doa ibunya terjawab sekarang juga, dan membuat mereka terharu di depan para suster dan dokternya.
****
Mereka pun pulang ke rumah tak berapa lama di rumah sakit. Roby segera membawa Tiara menuju kamarnya dan menyuruh Tiara untuk berbaring dan istirahat.
Namun Tiara tak mau melakukannya karena masih memikirkan pekerjaannya. Tapi Roby kembali memberi nasihat dengan lembut, akhirnya Tiara pun mau mendengarnya. Akhirnya Tiara pun hari itu hanya tidur di dalam kamarnya dan tak boleh kemana-mana.
Semua gerak-geriknya selalu diawasi oleh Roby, dan juga para art nya sendiri. Karena Roby tak ingin terjadi apa-apa oleh Tiara dan anak yang ada dalam perutnya. Namun Roby terlalu ketat membuat Tiara kesal dan tak berdaya.
Roby akan melakukan semua itu sampai selama 3 bulan untuk Tiara dan anaknya.
"Sepertinya aku harus ikuti perintah suami ku dan juga ibu ku tercinta. Agar kamu anak mama sehat terus tanpa terjadi apa-apa ya sayang...," Tiara terlihat sangat senang.
Namun dibalik rasa senangnya ada rasa sedihnya yang selalu muntah bila di suruh makan. Setiap hari selalu mual dan muntah, jadi membuatnya menjadi lemas dan hanya terbaring saja.
Sampai Tiara saat itu di infus di kamarnya dan tak boleh turun dari tempat tidurnya karena sempat mengalami keram perut yang sangat luar biasa.
Sehingga sekarang Tiara benar-benar hati-hati menjaga janin yang ada di dalam perutnya itu. Dan beberapa hari ini hanya karyawannya saja yang menjalankan salon itu dan di pantau terus oleh Tiara dari cctv yang tersambung di kamarnya.
__ADS_1
Begitulah keseharian Tiara yang harus dia lalui sekarang, itu harus rela dia lakukan demi si buah hati yang 8 bulan lagi akan segera lahir ke muka bumi ini. Pengorbanan ibu sangat panjang dan penuh perjuangan yang harus di lakukan dan di lalui dalam hidupnya.